
"Bu apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Bela.
"Tanyakan saja, apa yang ingin kamu tanyakan nak." ucap bu Sisi.
Bela sedikit ragu untuk menanyakan nya, namun dia sangat penasaran dengan kebenaran nya.
Tapi melihat keadaan ibu nya dia harus mempertimbangkan pertanyaan nya itu.
"Kenapa kamu diam? Selagi ibu bisa menjawab ibu akan menjawab nya."
"Ibu tidak akan marah kan, kalau aku bertanya hal ini?" tanya Bela. Bu Sisi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Apakah yang di katakan Ayah tentang perselingkuhan itu benar?" tanya Bela.
Bu Sisi terdiam sejenak dia menunduk kan kepala nya. "Kenapa kamu menanyakan tentang ini?" tanya Bu Sisi.
"Aku hanya ingin tau Bu, kalau ibu tidak ingin menjawab nya tidak apa-apa."
"Kalau begitu aku permisi dulu Bu," ucap Bela dia langsung meninggalkan ibu nya.
Bela menghela nafas panjang dia masuk ke bus menuju pulang ke apartemen nya kasihan Vira di tinggal sendirian.
Bela sampai di depan apartemen nya namun terasa ada yang kurang karena biasanya dia melihat mobil Dimas tidak jauh dari apartemen nya sekarang benar-benar sudah tidak ada lagi.
Sekarang Dimas sudah menetapi kata-katanya untuk berhenti mengikuti Bela.
Sementara Kayla dan Fahri baru saja sampai di rumah, Kayla melihat Dimas duduk di ruang tamu.
"Apa kamu ingin tau berapa tahun pria itu di penjara?" tanya Kayla.
Dimas menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu," ucap Dimas.
Kayla duduk di samping Dimas. "Mau sampai kapan sih kamu memikirkan Bela? Kenapa kamu yang sekarang seperti orang yang melakukan kesalahan?" tanya Kayla.
"Sangat banyak wanita di dunia ini, kenapa harus Bela yang selalu kamu pikirkan?" tanya Kayla.
"Aku ingin sendiri." ucap Dimas.
Kayla menghela nafas panjang.
"Kalau kamu terus seperti ini, aku tidak segan-segan menegur Bela!"
Dimas menatap Kayla. "Jangan pernah Ganggu kehidupan Bela dengan Vira!" ucap Dimas.
Kayla menghela nafas panjang. "Hufff aku tidak tau apa yang sangat istimewa pada Bela sehingga kamu mencintai nya sampai seperti ini," ucap Kayla dan langsung pergi.
Di malam hari nya Dimas meminta Fahri datang menemui nya di ruangan kerja nya.
Fahri datang mengetuk pintu.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Fahri.
__ADS_1
"Saya ingin kamu bilang kepada Serli untuk menggantikan saya di pertemuan besok."
Fahri melihat jadwal, ternyata Bela di undang di acara itu. "Baik Pak."
Keesokan harinya Bela sesuai selesai kuliah dia langsung ke acara itu.
Dia melihat hanya ada Serli dan juga Fahri.
"Bukan kah pak Dimas di undang? kenapa dia tidak datang?" tanya Bela kepada salah satu tamu.
"Setau saya pak Dimas sedang kurang enak badan itu sebabnya sekertaris nya yang datang."
"Oohhh begitu yah, terimakasih mbak."
Bela bertemu dengan Serli dan juga Fahri.
"Bela, sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabar kamu?"
"Baik," jawab Bela.
"Humm aku di sini mengganti kan pak Dimas yang kurang enak badan."
"Aku tau dia tidak akan pernah mengabaikan acara penting seperti ini walaupun sakit sekaligus. Dia tetap akan pergi."
"Tapi seperti seperti nya benar kalau dia hanya ingin menghindari aku."
Berhari-hari Bela tidak bertemu dengan Dimas. Vira tidak berhenti menanyakan Dimas sehingga membuat Bela pusing.
Di saat sedang nongkrong bersama teman-teman nya dia tidak sengaja melihat Dimas bertemu dengan klien nya di Cafe itu.
Namun sama sekali Dimas tidak menghiraukan nya.
bahkan Dimas juga melewati meja nya. Serli menyadari Bela di sana namun dia harus berpura-pura tidak kenal karena di tempat umum.
"Pak Dimas." Bela tiba-tiba memanggil Dimas yang baru saja keluar dari Cafe, bela sudah menunggu dari tadi.
Dimas berhenti sejenak, dia melihat Bela menatap nya dengan tatapan dingin.
"Ada apa?" tanya Dimas.
"Vira ingin bertemu dengan bapak," ucap Bela.
"Saya sangat sibuk, saya tidak memiliki waktu untuk itu."
Dimas langsung pergi. Bela menghela nafas panjang.
Bela pulang dengan sangat kecewa.
"Di mana Om Dimas? kenapa dia tidak ikut bersama mbak?" tanya Vira.
"Mbak minta maaf."
__ADS_1
Vira langsung pergi merajuk ke dalam kamar nya.
Bela menghela nafas panjang.
"Aku bingung sebenarnya saudara kandung nya aku Apa pak Dimas!" ucap Bela.
sudah satu Minggu Vira ngambek dan tidak mau sekolah. Dia sangat bingung keras kepala Vira turun dari siapa.
Namun mendengar kabar Ayah nya setiap hari dari Bibik membuat Bela sadar kalau sifat Adik nya turun dari ayahnya.
Keesokan harinya Bela sengaja datang ke kantor Dimas ingin bertemu dengan Dimas.
"Permisi pak, di luar ada Bela mencari bapak," ucap Serli.
"Apa kamu tidak melihat saya sedang Sibuk? Katakan pada nya kalau saya sibuk!"
Serli mengangguk dia memberi tau kepada Bela.
Keesokan harinya Bela datang lagi ke kantor Dimas.
Kayla tidak sengaja melihat Bela duduk di luar panas-panasan.
"Apa yang dia lakukan di sini? kenapa dia di sini?" tanya Kayla kepada Fahri.
"Bela mencari Tuan Dimas, namun Tuan tidak mau menemui nya."
"Huff sangat aneh." Ucap Kayla dan langsung masuk ke dalam mencari Dimas.
"Kenapa kamu mengabaikan wanita yang sudah membuat mu seperti ini? Bukan kah selama ini kamu selalu berusaha untuk mendekati nya lagi?" tanya Kayla.
Dimas tidak menjawab nya dia fokus bekerja.
Kayla menghela nafas panjang.
"Aku tidak ingin ikut campur dengan hubungan mu, hanya saja hal seperti ini harus di bicarakan baik-baik."
Dimas menggeleng kan kepala nya. "Dia yang meminta agar aku berhenti menemui dan mengganggu nya."
Kayla menghela nafas panjang dia duduk di sofa. "Oke baiklah dia mengatakan hal seperti itu, tapi kalau seperti ini apa kamu tega melihat dia menunggu mu berjam-jam di luar sana?"
Dimas menatap Kayla. "Tante mau nya seperti apa sih? setelah sebelumnya nya melarang ku dan mengumpat tentang Bela sekarang seakan-akan aku terlalu kejam kepada Bela dan meminta ku berbicara kepada nya."
"Bukan seperti itu, aku hanya tidak tega melihat nya di luar seperti itu, sudah tiga hari dia menunggu mu di luar seperti itu. Mungkin ada sesuatu yang sangat penting."
"Walaupun Tante belum bisa melupakan kejadian ini, tetap saja Tante merasa iba kepada Bela."
Dimas menghela nafas panjang. "Aku sangat sibuk, aku tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan dia," ucap Dimas.
Kayla tidak bisa berkata-kata dia keluar menghampiri Bela.
"Sebaiknya kamu pulang saja, percuma kamu menunggu Dimas, dia masih sangat sibuk."
__ADS_1
Bela langsung berdiri ketika melihat Kayla, tidak lupa untuk membungkuk kan badan nya sedikit menghormati Kayla yang lebih tua dari nya.