Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 79


__ADS_3

Namun setelah babak belur, Rio dan juga Dimas berhasil membuat empat pengawal itu jatuh dan mereka segera pergi dari sana.


Mereka sampai di markas Rio dan langsung memutar rekaman Cctv itu.


Setelah di putar ternyata rekaman di mana Mamah nya sedang bersama pak Irfan yang membuat Dimas sangat heran.


Namun ternyata mereka ribut bukan hanya karena tentang pekerjaan namun ternyata mamah nya berselingkuh dengan Pak Irfan yang membuat Papah nya membenci pak Irfan sehingga melakukan sesuatu yang membuat pak Irfan bangkrut.


Pak Irfan tidak terima karena mamah nya juga kembali ke Papah nya, sementara pak Irfan sudah sangat mencintai Mamah Dimas.


Tiba-tiba saat setelah melihat video itu Dimas sangat terkejut karena mendengar suara peluru dari luar.


Mereka keluar dan ternyata ada polisi di luar.


"Ada apa yah pak?" tanya Rio.


"Kami mendapatkan laporan kalau saudara Dimas menuduh saudara Irfan membunuh Almarhum orang tua anda tampa ada bukti dan karena itu istri saudara Irfan mengalami lumpuh total karena trauma."


"Pak ini tidak seperti apa yang terjadi, saya tidak bersalah saya memiliki bukti nya."


"Sebaik nya ikut kami ke kantor, jelas kan saja di kantor."


Rio dan Fahri menghela nafas panjang.


"Ini sudah waktunya kita beraksi."


Sampai di rumah sakit Dimas melihat pak Irfan yang tersenyum lebar.


"Saya akan membuktikan kalau anda lah yang membunuh orang tua saya dan anda yang harus menekam di penjara," ucap Dimas.


"Anak muda yang sangat percaya diri, kamu sangat lambat sehingga sekarang kamu yang terjerumus masuk ke dalam penjara."


Dimas menatap nya dengan tatapan kebencian. "Kita lihat saja."


Tiba-tiba Fahri dan Rio sampai di kantor polisi membawa semua bukti melaporkan nya ke polisi.


"Saya mau bapak memeriksa kasus Kematian Presdir Jang, saya membawa bukti-bukti nya."


Melihat semua bukti yang ada di tangan Rio pak Irfan sangat terkejut.


Rekaman di buka dan pak Irfan langsung di tahan, pak Irfan berontak dan tidak mengakui nya.


Tiba-tiba Bela dan Bu Sisi datang.


"Sisi.. Kamu sudah sehat? Bagaimana bisa kamu berjalan?"


"Kenapa? Kamu kaget?"

__ADS_1


"Tidak sayang, aku sangat senang, aku butuh bantuan kamu, katakan kepada mereka kalau bukan kita yang di dalam video itu."


"Itu benar suami saya dengan saya pak, saya menjadi saksi di tempat kejadian."


"Sisi!! Apa yang kamu lakukan? Kamu sengaja membuat aku terjerumus masuk ke dalam penjara?"


"Maaf kan aku, aku tidak ingin di hantui oleh rasa bersalah seperti ini."


"Kamu harus tau aku membunuh Lilis karena kamu, kamu menarik tangan ku sehingga peluru lepas ke arah Lilis."


"Kamu juga harus ikut di penjara, kamu tidak boleh bebas, dasar istri tidak tau diri, aku hanya mencintai Lilis bukan kamu!"


Karena suasana semakin tegang pak Irfan di bawa masuk ke dalam dan di interogasi.


Sementara Dimas sudah di lepas kan. Dia mendekati Bu Sisi.


"Terimakasih banyak Bu."


"Bu Sisi, silahkan masuk ke dalam saya akan memeriksa anda."


"Pak polisi kenapa ibu saya di bawa masuk? Ibu saya tidak salah."


"Sebaik nya jangan mengganggu pekerjaan kami."


Bu Sisi di bawa masuk ke dalam.


Setelah beberapa hari kabar kalau pembunuh orang tua Dimas sudah ketangkap dan itu adalah pak Irfan yang sangat mereka percaya.


Sekarang harta pak Irfan yang di rebut dari orang tua Dimas sudah kembali kepada Dimas dan sisa nya sudah menjadi atas nama Bela.


Bu Sisi harus menanggung di penjara satu tahun karena di duga ikut membunuh orang tua Dimas.


Satu bulan kasus terungkap namun di luar masih panas, Bela sama sekali tidak bisa keluar karena keluarga nya masih di teror.


Di tempat lain Dimas merasa lega akhirnya dia berhasil, dia kembali ke rumah nya setelah semua nya selesai.


"Tuan... Tuan sudah kembali..." ucap Bibik. Semua nya keluar menyambut Dimas, Rio dan juga Fahri.


"Kayla kemana? Apa dia sudah pergi?"


"Non Kayla, non Kayla di kamar nya Tuan."


Dimas langsung ke kamar Kayla dia melihat Tante nya yang terbaring lemah dan badan nya yang sangat kurus sekali.


"Kayla apa yang terjadi?" tanya Dimas.


Kayla mendengar suara Dimas dia langsung bangun.

__ADS_1


"Dimas kamu kembali? Kamu sudah kembali aku tidak mimpi kan?" tanya Kayla.


Dimas mengangguk. Kayla bangun dan langsung memeluk Dimas sambil menangis.


"Kamu kemana saja? Kamu kenapa tidak kembali sudah hampir dua bulan? Tante sangat mengkhawatirkan kamu,"


"Aku sudah kembali dengan selamat seperti dia Tante," ucap Dimas.


Kayla melihat ke arah Rio dan juga Fahri.


"Kami minta maaf karena tidak segera membawa pak Dimas kembali karena mengalami banyak masalah." ucap Fahri.


Kayla menatap Dimas dia mengelus pipi Dimas.


"Selama satu bulan kamu tau Tante Tante tidak bisa tidur, pikiran Tante selalu sama kamu, bagaimana kalau kamu mati di tangan Pria yang tidak memiliki hati itu?" ucap Kayla.


"Aku berhasil Tante, aku sudah berhasil membalas kan dendam ku, sekarang pelakunya sudah di tahan di kantor polisi."


Kayla tersenyum dia sangat bahagia.


"non Kayla sebaiknya makan dulu dan minum obat."


"Saya tidak mau!"


"Bawa saja ke sini bik, saya akan menyuapi nya."


Walaupun mereka sering debat, dan juga Dimas Cuek kepada Kayla, namun dia tau hanya Kayla lah yang selalu perduli kepada nya setelah orang tua nya pergi.


Di tempat lain Bela duduk sendiri di ruang tamu dia melihat rumah yang begitu besar.


Tiba-tiba Air mata nya keluar, "Aku tidak memiliki keluarga lagi, sekarang aku hanya bersama Vira, hidup ku benar-benar sangat hampa," batin Bela.


"Mbak Bela kenapa nangis?" tanya Vira.


Bela menghapus air mata nya dia langsung memangku Vira.


"Sekarang kita hidup berdua saja yah dek, kamu gak apa-apa kan?"


"Loh kenapa kak? ibu sama ayah kemana? Apa kita tidak akan bertemu dengan om Dimas?" tanya Vira.


Bela menggeleng kan kepala nya. "Sudah tidak bisa lagi dek, mbak melakukan kesalahan membuat om Dimas marah, maafin mbak."


Vira menunduk kan kepala nya dia memasang wajah sedih.


"Mbak janji tidak akan meninggalkan kamu, mbak janji akan selalu ada untuk kamu."


"Mbak juga jangan sedih dong, aku jadi ikut sedih kalau seperti ini."

__ADS_1


Bela tersenyum dia memeluk Vira dia harus tersenyum demi Adik nya itu.


Beberapa hari kemudian Bela memutuskan untuk melanjutkan kuliah nya dan Vira sekolah, mereka meninggalkan rumah mewah dan memilih tinggal di apartemen yang sederhana yang penting nyaman untuk mereka berdua.


__ADS_2