
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. "Yana, ayo kita makan," ajak Bela ke kamar.
Namun Yana terlihat termenung di samping jendela kamar nya. Bela menghela nafas panjang.
"Yana... mau sampai kapan sih kamu seperti ini? Apa kamu mau menyiksa diri kamu sendiri?" tanya Bela.
"Aku tidak tau harus apa sekarang Bela, aku sangat prustasi."
Bela memeluk nya. "Kamu lupakan saja, semua nya sudah terjadi dan kamu harus berubah menjadi lebih baik ke depannya."
"Ayo kita makan dulu," ucap Bela.
Tidak terasa sudah siang saja, Bela mau menjemput Vira ke depan namun kepalannya mendadak sakit.
"Kamu kenapa?" tanya Kayla.
"Biasa Tante, badan ku slalu lemas seperti ini."
"Kamu lagi hamil muda, kamu belum ada istirahat dari tadi," ucap Kayla.
"Aku mau jemput Vira tadinya," ucap Bela.
"Kamu di rumah saja, aku akan menjemput nya."
Kayla segera ke depan menjemput Vira.
"Kamu enak banget yah setiap hari di jemput sama keluarga kamu, mereka sangat baik sekali," ucap Yuda kepada Vira karena sudah melihat Kayla menunggu di depan gerbang.
"Aku sangat bersyukur memiliki mereka, ayo main ke rumah ku," ajak Vira.
"Untuk hari ini enggak dulu yah, karena hari ini Nenek dan kakek ku mau datang."
"Tumben banget keluarga kamu datang, oh iya jangan lupa ceritakan bagaimana kedatangan nenek sama Kakek kamu besok yah?" ucap Vira.
Yuda mengangguk. "Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu," ucap Vira.
Di malam hari nya Dimas baru saja pulang. Seperti biasa dia akan di sambut oleh istri nya.
"Kakak pasti lelah, aku sudah menyiapkan air mandi untuk kakak."
"Aku sudah bilang kamu tidak perlu repot-repot untuk melakukan itu sayang, lihat wajah kamu sangat pucat sekali."
"Gak apa-apa kok," ucap Bela.
Dimas masuk dia melihat Kayla main bersama Vira. Sementara Yana hanya diam sambil nonton TV.
"Oh iya kak, malam ini Tante Kayla Akan tidur di sini gak apa-apa kan?" tanya Bela.
__ADS_1
"Kamu lupa di rumah ini hanya ada tiga kamar, semua nya sudah di pakai, kamu mau membuat Tante Kayla tidur di mana?" tanya Dimas.
"Tidur dengan Vira kak, Lagian kasian kalau kembali sekarang, di rumah juga tidak ada Fahri."
"Huff, rumah ku memiliki kamar yang banyak, kenapa semua nya harus di sini," batin Dimas.
Dia merasa kurang nyaman karena tidak bebas di rumah sendiri. Mau bagaimana pun dia masih pengantin baru terkadang tidak sadar kalau di rumah bukan hanya mereka berdua saja.
Dimas selesai mandi, makan dan. setelah itu langsung tidur karena sangat lelah.
Bela baru saja dari dapur mengambil air minum agar tidak jauh-jauh ke dapur nanti nya. Namun tiba-tiba dia mendengar suara dari kamar Yana.
Dia sangat penasaran dan langsung memeriksa nya.
"Yana, kamu sudah tidur?" Bela mengetuk pintu kamar terlebih dahulu sebelum masuk.
Namun tidak ada jawaban dari dalam, dia segera masuk dan sangat kaget ketika melihat Yana pucat dan menggigil kedinginan di atas tempat tidur.
"Apa yang terjadi Yana?" tanya Bela.
"Badan ku sangat sakit, kepala ku pusing," ucap Yana.
Bela segera memanggil suami nya. Untung nya Dimas belum tidur.
"Kak, ayo kita antar Yana ke rumah sakit yah, kasian dia demam tinggi," ucap Bela.
"Sayang, ini sudah malam, kamu juga sakit, aku akan mengantar kan Yana ke rumah sakit, sekarang kamu istirahat di rumah."
Bela sadar kalau dia tidak akan sanggup, akhirnya dia mengiyakan saja.
Sesampainya di rumah sakit Dimas membawa Yana untuk di periksa dokter.
Malam itu Yana harus di rawat, Dimas mau menghubungi keluarga nya namun Yana tidak mengijinkan nya.
Dimas bingung harus apa, kalau dia meninggalkan Yana sendirian Otomatis istrinya khawatir dan memaksa kan diri menemani Yana.
Akhirnya dia menelpon Kevin menggunakan handphone Yana.
Tidak beberapa lama Kevin datang. Dimas tidak ada urusan lagi di sana, dia memutuskan untuk pulang.
"Kenapa kamu bisa ke sini bersama pak Dimas?" tanya kevin kepada Yana.
"Aku sekarang sudah tinggal di rumah Bela untuk sementara waktu karena aku menghindari mantan ku." ucap Yana.
"Ya ampun Yana, kenapa harus di sana? kamu tega membuat Bela dan suaminya kesusahan karena kamu ini?" tanya Kevin.
"Aku tidak bermaksud untuk merepotkan mereka, hanya saja kemana aku harus pergi?" tanya Yana.
__ADS_1
"Huff aku tidak tau bagaimana lagi, sebaiknya kamu sembuh dulu. Setelah itu aku akan mengantar kan kamu ke rumah orang tua kamu."
Yana menggeleng kan kepala nya. "Kamu tega membiarkan aku terkena masalah? mereka akan marah besar dan menghentikan kuliah serta semua yang aku punya akan di ambil."
Kevin tidak bisa berkata-kata dia juga tidak tau bagaimana menanggapi teman nya itu.
Keesokan harinya... Kevin membawa Fani kembali ke rumah Bela.
"Yana, bagaimana keadaan kamu?" tanya Bela.
"Aku baik-baik saja kok, aku minta maaf sudah merepotkan kamu, dan juga aku berterimakasih."
"Pak Dimas, aku berterimakasih yah sudah mau mengantar kan aku ke rumah sakit malam-malam, aku minta maaf juga Sudah merepotkan bapak."
Namum Dimas tidak menjawab dia hanya mengangguk. Yana segera suruh istirahat ke dalam kamar.
Dimas dengan Kayla duduk di ruang tamu berdua.
"Humm kenapa aku berfirasat buruk kepada teman-teman bela yah Dimas?" tanya kayla.
"Kenapa?" tanya Dimas.
"Gak tau kenapa, hanya saja aku takut kalian berdua ada masalah karena teman-teman Bela, saran ku sebaik nya jangan terlalu baik kepada Yana."
"Mereka sudah bersahabat, aku tidak untuk menolak mereka, lagian dulu Yana dan Kevin yang selalu melindungi dan menemani Bela."
"Iyah sih, intinya jaga jarak saja deh, waspada juga."
Dimas mengangguk.
Dimas menyusul ke depan. Dia mendengar kan percaya Bela dengan Kevin mengenai hubungan Yana dengan kekasih nya.
"Ekhem-ekhem!!!" Dimas membuat mereka kaget.
"Ini sudah Sore, sebaiknya kau pulang saja."
"Kak Dimas..." ucap Bela.
"Vira mau mandi, aku juga mau mandi, ini sudah sore, tidak baik di luar seperti ini." ucap Dimas lagi.
"Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu yah Bela," ucap Kevin langsung permisi.
"Hati-hati yah Kevin," ucap Bela sambil melambaikan tangan nya, namun langsung di tarik oleh Dimas.
"Jangan melambaikan tangan kamu kepada nya, karena hanya aku yang bisa kamu lakukan seperti itu," ucap Dimas.
Bela tertawa mendengar nya. "Boleh cemburu kak, hanya saja ini berlebihan, seperti anak kecil saja," ucap Bela.
__ADS_1
"Biarkan saja seperti anak kecil, setidaknya tidak menggangu hubungan orang lain!"