Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 220


__ADS_3

"Kamu sangat beruntung," ucap Kayla.


Bela tersenyum ke arah Kayla.


"Apakah Fahri tidak membantu mu?" tanya Bela.


"Dia membantu ku sih, hanya saja aku gak enak merepotkan dia karena itu sudah menjadi tugas ku," ucap Kayla.


"Apa aku boleh minta tolong?" tanya Kayla.


"Boleh, emang nya ada apa?" tanya Bela.


"Humm aku sangat ingin bisa makan, apa kamu bisa ngajarin aku?" tanya Kayla. Bela menatap Kayla.


"Yakin mau belajar masak?" tanya Bela.


"Kenapa? apa kamu meragukan aku?" tanya Kayla.


"Humm enggak sih, aku hanya takut Tante menjerit ketika di dapur," ucap Bela.


"Huff kamu meledek aku?" tanya Kayla.


"Bukan seperti itu, tapi aku hanya mau bertanya saja," ucap Bela.


"Oke baiklah, aku akan ngajarin Tante di hari libur nanti," ucap Bela.


"Baiklah kalau begitu," ucap Kayla.


"Hayo kalian lagi ngomongin apa?" tanya Fahri dan Dimas datang ke dapur.


"Tidak ada, kalian sangat kepo," ucap Bela.


"Makanan sudah mau sampai," ucap Fahri.


Mereka bekerja sama menata-nata makanan di atas meja.


Sebelum makan tidak lupa memanggil Vira yang baru saja selesai mandi.


"Tunggu sebentar, kita harus ngambil foto agar semua tau kalau kita bahagia," ucap Kayla.


Setelah mengambil foto, mereka sudah tidak sabar makan, makanan yang di pesan dari restoran ternama di kota itu.


Bela tadi nya sangat bersemangat mau Makan, namun tiba-tiba saja dia tidak berselera dan bawaan nya mual.


"Kamu kenapa?" tanya Kayla.


"Aku mau mual," ucap Bela dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Pergi susul istri mu, dia pasti lagi mual-mual tidak berselera karena hamil," ucap Kayla.


Dimas mengangguk dia langsung pergi menyusul istrinya.


Kayla dan Fahri serta Vira lanjut makan.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Dimas membantu istri nya masuk ke kamar.


"Huff aku seperti nya tidak bisa makan seafood kak," ucap Bela.


"Loh bukannya itu kesukaan kamu?"


Bela menghela nafas panjang. "Aku tidak bisa mencium aroma nya."


"Ya sudah kalau begitu, kamu mau apa biar aku pesankan."

__ADS_1


Bela Menatap Dimas. Dimas curiga dengan tatapan istrinya.


"Jangan coba-coba minta yang aneh-aneh," ucap Dimas.


"Ya mau bagaimana lagi, anak Kakak yang mau," ucap Bela.


"Ya sudah kalau begitu kamu mau apa?" tanya Dimas.


"Aku mau makan masakan kakak."


"Masakan ku? Apa kamu yakin?"


"Masak apa saja yang penting kakak yang masak."


"Humm apa tidak bisa menunggu Fahri dan Tante Kayla pergi dulu?" tanya Dimas.


"Aku mau sekarang kak, aku sudah sangat lapar," ucap Bela.


"Baiklah-baiklah kalau begitu," ucap Dimas.


"Kalau begitu aku lanjut makan dulu, setelah itu aku akan masak untuk kamu."


Bela mengangguk. Setelah Dimas keluar Bela tersenyum.


"Kak Dimas sungguh penurut, kalau di lihat dari tahun yang lalu dia berubah sekali," ucap Bela.


"Tapi bagus deh kalau begitu, itu artinya aku bisa mengubah nya dan membuat nya mencintai ku," ucap Bela.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. "Sayang sekali bela tidak bisa ikut makan," ucap Kayla.


"Gak apa-apa, aku akan masak untuk nya," ucap Dimas.


"Kamu yakin bisa masak?" tanya Kayla.


Dimas sangat malu. Kayla dan Fahri hanya bisa senyum-senyum saja.


Kayla, Fahri membawa Vira bermain di luar, sementara dia mulai memasak di dapur.


Awal nya dia ingin buat ayam kecap, hanya saja dia kurang bisa, akhirnya dia membuat nasi goreng spesial.


Satu jam kemudian akhirnya selesai. "Aku yakin ini pasti sangat enak," ucap Dimas.


"Sayang... makanan nya sudah selesai," ucap nya membawa nya ke kamar namun dia melihat istrinya sudah tidur.


"Yahh kok udah tidur sih? ini baru jam delapan," batin Dimas.


"Sayang... Ayo bangun makan dulu," berusaha membangun kan istri nya dengan cara lembut.


Akhirnya dia bangun. "Ayo makan dulu," ajak Dimas. "Aku sangat ngantuk kak."


"Tapi kak belum makan dulu, yang kamu mau sudah siap, ayo makan dulu," ucap Dimas menyuapi istrinya.


Bela duduk dan mencoba makan nasi goreng buatan suami nya.


"Apa rasa nya enak?" tanya Dimas. Bela mengangguk.


Beberapa suap sudah membuat Bela kenyang.


"Ayo minum obat setelah itu kamu bisa lanjut tidur," ucap Dimas.


Dimas sangat memanjakan istrinya sehingga memberikan nya obat, minum dan menyelimuti nya.


"Kakak mau kemana?" tanya Bela menahan tangan suami nya.

__ADS_1


"Ke depan, Tante Kayla sama Fahri belum pulang."


Bela memasang wajah manja.


"Aku mau kakak temanin aku tidur dulu," ucap Bela.


Dimas tersenyum dia berbaring di samping istri nya.


"Ya sudah kalau begitu ayo tidur," ucap Dimas sambil mengusap kepala istri nya.


"Oh iya kak, kakak menginginkan anak laki-laki atau perempuan terlebih dahulu?" tanya Bela.


"Mau perempuan atau laki-laki itu sama saja, itu sudah menjadi rejeki dari tuhan untuk kita berdua."


"Kalau aku mau anak perempuan," ucap Bela.


"Kenapa?"


"Kalau laki-laki Nanti dia akan sama seperti Papah nya, sangat nakal," ucap Bela.


Dimas tertawa mendengar nya. "Kamu mengejek ku?" tanya Dimas.


Mereka bercanda bergurau sampai pada akhirnya Bela ngantuk.


Sementara di ruang tamu. Fahri memerhatikan Kayla yang sangat asik bermain dengan Vira.


"Apa kamu mau pulang?" tanya Kayla. Fahri mengangguk.


"Vira, ini sudah malam, waktu nya kamu tidur, Om sama Ante juga mau pulang."


"Yahh, cepat banget ante, aku masih mau main," ucap Vira.


"Besok lagi yah, nanti Ante datang ke sini lagi."


"Ya sudah deh, Ante hati-hati yah."


Setelah Kayla dan Fahri pergi Dimas baru keluar dari kamar.


"Ante cantik sama om Fahri sudah pulang om, besok mereka Akan ke sini lagi."


"Oohh ya sudah kalau begitu, kamu juga tidur yah, besok sekolah."


Dimas mengantarkan Vira masuk ke dalam kamar. Setelah itu Dimas mematikan lampu dan masuk ke kamar nya.


Sementara Kayla dan Fahri baru saja sampai di apartemen, karena klien Fahri menelpon nya membahas pekerjaan dia menjawab telepon sebentar.


"Sayang..." ucap Kayla memberikan kejutan kepada suami nya.


Fahri yang baru saja masuk ke kamar terkejut melihat istrinya sudah dandan cantik, dan memakai pakaian dinas nya.


"Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Fahri salting.


"Kamu suka?" tanya Kayla.


Fahri tersenyum dia mendekati Kayla.


"Besok hari Senin, kamu gak salah menggoda ku seperti ini?"


"Apa yang salah dengan hari Senin?"


"Aku takut kamu berjalan aneh di depan semua karyawan mu."


Kayla tersenyum mendengar nya. "Kalau bukan aku yang memberikan nya, aku tau kamu tidak akan meminta nya," ucap Kayla.

__ADS_1


__ADS_2