
Sampai di kamar mandi Dimas terpaksa harus memunggungi Bela.
Setelah selesai Dimas membantu membawa keluar.
"Apa Vira belum datang Kak? Aku sangat merindukan dia."
Dimas menghela nafas panjang dia memegang tangan Bela menatap mata nya.
"Ini hari kedua Vira di rumah orang tua angkat nya, kamu jangan terlalu memikirkan dia seperti ini, dia juga pasti akan kefikiran sama kamu."
"Tapi aku.."
"Ssttt!!! Setelah kamu sembuh saya akan membawa kamu bertemu dengan Vira."
"Kakak janji?" tanya Bela. Dimas mengangguk.
Dimas memeluk Bela.
Sepanjang malam Dimas tidak bisa tidur karena menemani Bela yang panas tubuh nya turun naik.
Keesokan harinya Dimas mau berangkat bekerja, sebelum nya dia memeriksa suhu badan Bela terlebih dahulu.
Namun Bela bangun dia menahan tangan Dimas.
"Apa kakak tidak bisa tinggal di rumah hari ini?" tanya Bela.
Dimas melihat jam.
"Saya hari ini cepat pulang, kamu tidak perlu khawatir."
Dimas mencium kening Bela.
"Kamu sama Bibik dulu yah " ucap Dimas.
Setelah itu Dimas pergi.
Namun hari ini Dimas tidak ke kantor melainkan menemui Rio yang tidak jauh tinggal di rumah orang tua Vira.
"Bagaimana kemajuan nya Rio? apa ada info?"
"Sejauh ini masih baik-baik saja Pak, tidak ada yang aneh."
"Bagaimana dengan mobil itu?" tanya Dimas.
"Masih ada di sana Pak, saya sedang menyusun strategi agar orang kita bisa masuk ke dalam sana."
"Untuk apa?"
"Mencari data-data mobil ini."
"Kenapa kita tidak cek sendiri siapa pemilik nya?"
"Tidak bisa gegabah pak, cara kita ini akan di curigai."
Mereka memantau Cctv yang di pasang secara diam-diam di dekat rumah orang tua Vira.
"Apa kamu yakin Vira akan mengundang orang-orang itu datang?"
"Saya tidak yakin pak, tidak ada salah nya kita mencoba."
"Bagaimana kalau tidak berhasil? Bagaimana kalau benar kalau mereka tidak ada sangkut pautnya dengan Pembunuhan itu? Dan mobil itu hanya mirip? Vira sudah di tangan mereka dan tidak bisa di ambil lagi."
"Bapak percaya kan semua nya kepada saya."
Dimas menghela nafas panjang.
"Sekarang Bela dan Vira sama-sama Sakit, jangan sampai Bela tau Vira Adik kandung nya sebelum semua nya terbongkar," ucap Dimas.
__ADS_1
Rio mengangguk. mereka sepanjang hari terus memantau keadaan sekitar rumah orang tua Vira dan mereka juga mengikuti Papah Vira yang bekerja di luar.
Sudah dua hari Rio memantau namun tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
Di rumah semua nya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sementara Bela baru saja bisa keluar dari kamar.
"Bela kenapa kamu keluar?" tanya Bibik.
"Aku bosan di kamar bik."
Bibik membantu Bela berjalan ke Sofa.
Namun tiba-tiba ada tamu yang datang menekan Bel.
"Bibik lihat dulu yah siapa yang datang, kamu tunggu di sini sebentar."
Bela menganggap. Bibik membuka pintu dia melihat Wanita yang sangat tidak asing bagi Bibik.
"Non Kayla?" ucap Bibik heran.
Wanita cantik itu tersenyum.
"Senang bisa bertemu dengan Bibik," ucap Kayla.
Bibik tersenyum.
"Ayo masuk non, Kapan non sampai di sini?" tanya Bibik.
"Belum lama kok bik, mana Dimas?" tanya Kayla.
"Tuan Dimas seperti biasa non, dia pasti sibuk bekerja."
"Itu anak benar-benar tidak bisa santai di rumah, sekarang dia sudah gila bekerja."
Bibik membantu membawa barang-barang Kayla ke dalam.
Bela melihat perempuan yang tidak asing juga dia langsung berdiri, karena dia pernah melihat nya di foto keluarga Dimas yang tidak sengaja dia buka.
"Kamu pelayan baru?" tanya Kayla.
"Kenalin nama nya Bela non, dia berusia 20 tahun," ucap Bibik.
"Nama yang bagus, kenalin juga nama saya Kayla, saya adalah Tante Dimas alias adek dari ibu nya."
Bela melihat Kayla yang sangat cantik, tidak Cocok menjadi Tante, dia seperti seumuran dengan keponakan nya sendiri.
"Kenapa non tidak bisa kalau mau pulang hari ini?" tanya Bibik.
"Bik aku sudah terbiasa seperti ini, sudah lah tidak ada juga yang menunggu kepulangan ku."
Bibik menghela nafas panjang.
"Sudah satu tahun saya tidak ke sini, ternyata banyak perubahan yah." ucap Kayla.
"Tidak ada non, semua nya masih sama."
"Sifat Dimas masih sama? Huff ini yang membuat saya sangat males mau pulang ke sini."
Bibik menoleh ke arah Bela.
"Pasti sekarang dia semakin galak, dingin dan tidak perduli dan hanya mementingkan diri sendiri."
"Tidak seperti itu lagi Non."
"Tidak mungkin berubah dalam waktu setahun, kalau bukan karena anak kakak saya, mana mungkin saya datang ke sini melihat dia." ucap Kayla.
"Pantesan saja banyak pelayan yang sudah keluar, saya yakin mereka semua tidak betah di sini." ucap Kayla.
__ADS_1
Dimas mendengar kabar kalau Tante nya datang dia tidak langsung pulang karena dia tidak terlalu dekat dengan Tante nya itu.
Di sore hari nya Dimas pulang dia melihat Kayla Duduk di ruang tamu.
"Akhirnya kamu pulang juga Keponakanku." ucap Kayla.
"Kenapa tidak bilang kalau kamu akan ke sini?"
"Bukan nya sekali setahun aku akan datang ke sini melihat keponakan ku yang hidup nya sangat malang." ucap Kayla.
Dimas menghela nafas panjang.
"Bagaimana dengan kabar yang lain nya?" tanya Dimas.
"Tunggu-tunggu, saya tidak salah dengar kan kalau kamu menanyakan kabar keluarga mu?"
"Aku serius!"
"Nenek sama kakek kamu baik-baik saja, terkadang sakit karena sudah tua." ucap Kayla.
Dimas terdiam.
"Kamu sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Kayla.
"Ya seperti ini, tidak ada yang berubah."
Kayla lama menatap Dimas.
"Aku dengar kamu sudah putus dengan Vivi, apa benar?" tanya Kayla.
Dimas mengangguk.
"kenapa kelihatan nya kamu tidak sedih? apa kamu Tidak mencintai dia lagi? aku masih ingat jelas kalau kamu lebih memilih dia dari pada keluarga mu sendiri."
Dimas menghela nafas panjang.
"Sebaiknya berhenti membahas itu."
"Oke baiklah."
"Kalau begitu aku akan mandi dan setelah itu kita akan ngobrol lagi." ucap Dimas.
Kayla mengangguk.
"Eh tunggu ini apa?"
Dimas melihat jamu yang ada di tangan nya.
"Ini untuk obat stamina tubuh."
"Dimas kamu sedang sakit?"
Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Kamu minum ini untuk menambah kekuatan untuk itu?"
Dimas menghela nafas panjang.
"Kita baru saja bertemu, jangan berfikir yang tidak-tidak."
"Ya siapa tau kan, kamu kan selalu saja tidur dengan perempuan secara bergantian, mungkin kekuatan kamu sudah berkurang."
Dimas menatap Kayla, dia langsung terdiam dan membiarkan Dimas masuk ke dalam.
Kayla menghela nafas panjang.
"Bik apa Dimas masih sering tidur dengan wanita bayaran?"
__ADS_1
"Akhir-akhir ini seperti nya sudah tidak perlu Non." jawab Bibik.