Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 126


__ADS_3

"Huff terserah kamu saja, Tapi aku sangat yakin kalau sekarang masih banyak orang yang ingin membunuh Bela, karena mereka pasti mau mengambil semua harta kekayaan Bela dan. Vira Yang di tinggal kan oleh orang tua nya.


Mereka lanjut makan makan malam, banyak yang mereka bicarakan di sana.


Sementara di rumah Bela, dia sedang melihat aplikasi belanja online, dia sudah lama tidak membeli barang-barang baru, dia ingin memperbaiki penampilan nya.


Dia membeli beberapa pakaian mahal dan juga barang-barang lainnya.


Awal nya Bela kaget dengan total belanjaan nya namun tetap saja dia sangat senang barang-barang itu semua nya dia suka.


Membeli barang-barang itu tidak akan terlihat habis karena uang nya sangat banyak.


Seiiring berjalan nya waktu Bela mulai merubah penampilan nya, dia juga tidak sungkan untuk bergaul dan mengikuti perkembangan jaman.


Dan benar saja sudah semakin banyak yang menyukai dia, tapi Bela tau mereka tidak tulus sama seperti Yana dan Kevin.


Namum menghentikan mereka berbicara sesuka hati sudah lebih baik, sekarang dia sudah tidak mendengar kan perkataan yang begitu sakit lagi.


Bela dan Dimas baru saja selesai menonton film yang baru saja keluar.


Dimas memerhatikan penampilan Bela.


"Apa yang kakak lihat? Kenapa kakak melihat ku seperti itu?" tanya Bela.


"Penampilan kamu akhir-akhir ini sudah banyak berubah."


"Kenapa? Gak bagus yah," tanya Bela.


"Bukan seperti itu, justru seperti ini sangat bagus dan juga rapi dan bersih," ucap Dimas.


"Jadi sebelum nya tidak bagus?" tanya Bela.


"Bukan seperti itu sayang, maksud nya itu sebelum nya sudah bagus tapi sekarang sudah jauh lebih bagus."


Bela tersenyum. "Jangan serius seperti itu, aku juga hanya bercanda," ucap Bela.


Dimas mengantarkan Bela pulang menggunakan mobil Dimas.


"Om Dimas dan mbak Bela kenapa tidak ajak aku? kenapa kalian pergi tanpa aku?" tanya Vira, dia ngambek.


Dimas dan Bela hanya bisa tersenyum, dia tidak di ajak karena Vira sudah terlalu lelah karena hari perpisahan kemarin.


Bela sudah mengirim SD Vira, dia sudah bisa langsung lanjut sekolah.


Sedikit banyak nya orang sudah mulai tau kalau Dimas dan Bela kembali bersama.


Bela yang sudah terbiasa dengan kata-kata jahat sudah tidak perduli lagi, mau sampai kapan dia mementingkan perasaan orang lain sampai dia tidak perduli dengan perasaan nya sendiri.


Bela dan Dimas juga sudah yakin dengan hubungan mereka.

__ADS_1


Bela juga sudah aktif mengikuti Yana yang juga sering bergaul dengan orang-orang luar.


Dimas dan Vira sudah sangat sering di abaikan oleh Bela oleh kesibukan nya sendiri.


Namun Dimas tidak mempermasalahkan nya selagi Bela tidak berselingkuh.


Lagian Bela tetap lah mengutamakan mereka, tapi kalau ketika dia memiliki janji atau urusan dengan teman-teman nya dia tidak bisa di ganggu.


Pada malam hari nya Dimas memutuskan untuk menginap di rumah Bela setelah satu bulan tidak menginap di sana.


Namun pada malam itu Bela ada janji makan malam bersama teman nya di luar.


Dimas mengijinkan nya untuk pergi.


Bela keluar sendiri dari rumah.


"Tumben-tumbenan banget sih Yana ngajakin makan malam di luar seperti ini?" ucap Bela.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan hotel.


Bela naik ke lantai atas karena Restoran nya ada di atas.


"Loh kemana semua orang? Yana kemana? kenapa sangat sepi?" tanya Bela, dia sudah berfikir Restoran itu sudah tutup.


Tapi meja di susun dengan sangat rapi, semua nya juga normal-normal saja.


"Yana! Kamu di Mana?" tanya Bela mencoba memanggil namun ternyata yang keluar bukan Yana melainkan Kevin.


"Yana mana?" tanya Kevin.


"Humm Yana tidak ada di sini, aku yang mengundang kamu Makan malam di sini."


"Oohh kamu, tumben banget ada acara apa?" tanya Bela.


"Silahkan duduk dulu," ucap Kevin.


Bela merasa perasaan yang tidak enak, tidak biasanya Kevin seperti ini. Di tambah lagi tidak ada orang lain di sana.


Dia sangat khawatir sekali apa yang mau di rencanakan oleh Kevin.


Namun Bela pun memutuskan untuk lanjut makan, Tadi nya dia sangat berselera mau makan, namun melihat Kevin tegang dia juga jadi ikut tegang.


Dia mencoba menghubungi Yana namun nyatanya dia tidak menjawab nya.


Yana sedang menikmati waktu dengan pasangan nya di dalam ruangan karaoke sehingga tidak mendengar pesan atau telpon dari Bela.


Bela sudah beberapa kali mengumpati kepada Yana.


Setelah beberapa lama akhirnya Mereka selesai Makan, kevin Ijin pergi sebentar, Bela langsung menghubungi Yana lagi namun tidak di jawab.

__ADS_1


"Sialan di Yana, kenapa dia tidak mengatakan kalau Kevin yang mengajak ku makan malam?"


Tidak beberapa lama kevin membawa bunga. Bela semakin bingung dia juga gugup bingung harus melakukan apa.


Bela berdiri dia menatap Kevin yang memberikan bunga kepada nya.


"Ini untuk apa?" tanya Bela.


"Aku menyukai kamu."


Bela kaget sekali dengan kata-kata Kevin.


Bela mau menjawab nya, namun kevin menghentikan nya.


"Aku minta maaf karena sudah membuat kamu tidak nyaman, tapi kamu harus tau kalau aku sudah menyukai kamu sejak pertama kali kita ketemu."


"Aku tidak memaksa kamu untuk menerima perasaan ku, aku akan memberikan waktu, tapi aku mohon jangan menolak ku dan juga jangan menjauhi aku."


"Kevin.."


Kevin memberanikan diri menatap wajah Bela.


"Apa kamu tidak tau aku punya pacar?" tanya Bela. Kevin kaget. "Maksud nya?"


"Kamu yang lebih dekat dengan ku, apa kamu tidak tau tentang kak Dimas?"


"Tunggu-tunggu, kamu pacaran dengan pak Dimas?" tanya Kevin kaget.


"Kedengarannya sangat konyol kan?"


"Tidak mungkin."


"Tapi kenyataannya seperti itu, aku minta maaf sama kamu, bukan bermaksud untuk menolak kamu, hanya saja kita lebih pantas untuk berteman."


Kevin tidak bisa berkata-kata hati nya sangat sakit dan cukup kaget.


Tiba-tiba handphone nya berdering Telpon dari Dimas. "Aku bisa membuktikan nya," Bela menjawab telpon dari Dimas.


"Halo, sayang? kamu dimana? ini sudah sangat malam, dari tadi Vira menanyakan kamu."


Mendengar itu Kevin terdiam seribu bahasa.


"Tumben banget dia nanyain aku, aku sudah mau pulang kok."


"Saya juga tidak tau, tapi dia meminta kamu untuk pulang cepat."


"Baiklah aku akan pulang kak," ucap Bela. Panggilan langsung mati.


"Aku minta maaf," ucap Bela. Di sebenarnya tidak enak hati karena Kevin adalah orang terbaik yang pernah dia temui.

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti, aku juga tau kalau cinta tidak harus memiliki, tapi setelah ini kita masih bisa menjadi teman kan?" tanya Kevin.


__ADS_2