Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 174


__ADS_3

"Mah, aku minta maaf sudah ikut campur, hanya saja Dimas sudah memilih Bela, apa Mamah sama Papah tidak mau memberikan kesempatan kepada Bela dan Dimas?"


"Kesempatan apa? kalau di berikan kesempatan, dia membunuh Dimas, apa kamu bisa bertanggung jawab?"


"Tapi aku yakin Bela adalah perempuan yang baik."


"Sudah lah, kamu tidak perlu ikut campur, kamu akan tau rasanya anak kamu di bunuh oleh orang lain, dan cucu mu sendiri menikah dengan anak pembunuh itu rasanya pasti sangat sakit."


"Aku paham mah, aku tau, tapi apakah mamah tau kalau Bela tidak tau tentang itu, dia tidak mengerti, dia tidak ikut campur, itu adalah kesalahan orang tua nya."


"Kalau begitu, mamah tidak mau berbesan dengan pembunuh anak Mamah sendiri."


Dia sudah sangat sulit berbicara kepada orang tua nya, akhirnya dia memilih untuk menyerah dan pergi dari saja.


"Tok!! Tok!! Tok!!! Ketukan pintu kamar Bela.


Dimas membuka nya. "Di mana Bela?"


"Ada di dalam Tante."


"Boleh Tante melihat keadaan nya?" tanya Tante kedua nya itu.


"Boleh Tante, silahkan masuk, aku mau melihat Vira dulu."


"Siapa kak?" tanya Bela, namun ternyata yang masuk adalah Tante Dimas.


"Tante," ucap Bela berusaha berdiri namun di tahan.


"Tidak perlu berdiri, kaki kamu pasti sangat Sakit."


"Apa sudah di obati?"


"Sudah Tante, kak Dimas baru saja mengoleskan obat."


Kaki Bela terkena pecahan kaca sehingga mengeluarkan darah banyak.


"Kamu jangan ambil hati yah perkataan Nenek dengan Kakek, mereka memang sangat sering berbicara seperti itu tampa memikirkan perasaan orang lain."


Bela mengangguk sambil tersenyum. "Gak apa-apa kok Tante, aku akan bersabar dan berusaha menyakinkan nenek dengan kakek."


"Apa kamu benar-benar mencintai Dimas?"


Bela mengangguk.


"Apa kamu sama sekali tidak dendam karena Dimas memasuk kan kedua orang tua mu ke dalam penjara?"


"Tidak Tante, aku tau orang tua ku salah, mereka harus menebus perbuatan mereka."

__ADS_1


"Kamu benar, hanya saja sekarang orang tua kamu berfikir kamu memiliki dendam sehingga mau menikah dengan Dimas."


"Banyak orang berfikir demikian, namun aku bisa apa Tante, mau bagaimana pun itu mereka adalah orang tua ku, aku harus sabar menghadapi hal seperti ini."


"Kamu jangan sedih yah, Tante yakin kamu adalah perempuan baik-baik, sebentar lagi Kakek dan nenek pasti merestui hubungan kalian," ucap Tante Dimas.


"Tapi seperti nya aku benar-benar tidak di terima Tante, sangat sulit mengambil hati Nenek dan kakek agar menyukai ku," ucap Bela.


"Mereka awalnya memang seperti itu, Tapi lama-lama pasti akan cepat Luluh."


Tante Dimas memegang tangan Bela. "Tante sudah tau cerita semua nya dari Kayla dan juga Dimas, awalnya Tante juga sangat tidak suka kepada kamu, setelah mendengar cerita aslinya Tante tau kalau ini semua bukan lah salah kamu."


"Terimakasih banyak Tante."


"Kamu dengan Dimas hanya perlu menjelaskan semua nya kepada yang lain, agar mereka paham sama seperti yang Tante lakukan sekarang."


Bela mengangguk, "Iyah Tante, aku berterimakasih kepada Tante, walaupun semua orang tidak menyukai ku, tapi ada Tante yang membantu ku."


"Sudah lama kami ingin Dimas menikah agar ada yang mengurus nya, kami sangat ingin Dimas menikah termasuk Tante."


Nama tersenyum, dia sangat senang melihat sifat Tante Dimasa yang benar-benar sangat perduli dan benar-benar sangat lembut kepada nya.


Hari ini Bela di ajak Dimas untuk jalan-jalan keliling rumah milik Nenek nya itu itu.


Bela sangat kagum melihat desain-desain rumah yang sangat bagus sekali, semua nya benar-benar sangat cantik dan indah.


Dari kejauhan Dimas dan Bela melihat kakek sedang melihat anggota-anggota nya latihan.


"Oh iya kamu juga harus tau, walaupun Kakek terlihat sudah tua tapi dia seorang pelatih bela diri. Dia memiliki banyak anggota yang belajar kepada nya."


"Wahh pantesan saja terlihat sangat garang sekali," ucap Bela.


"Dulu, aku juga di ajarin Bela diri, tapi karena Kakek sangat galak aku tidak tahan, akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari sini dan tidak mau latihan lagi."


"Oh iya selain itu, kakek juga sangat suka mengurus ikan, nenek dan Kakek sangat suka bertaman."


"Kalau boleh tau, bisnis keluarga ini apa?" tanya Bela.


"Rata-rata Hampir sama seperti ku, hanya saja Kakek dan nenek sekarang berbeda."


"Usaha mereka adalah bisnis penjualan barang."


"Mereka di segani banyak orang, itu sebabnya kita tidak bisa macem-macem dan aneh-aneh."


"Kamu membuat ku semakin takut saja."


"Aku ngasih tau agar kamu tau tentang Kakek dengan Nenek."

__ADS_1


"Oh iya dia sangat menyukai anak perempuan. Itu sebabnya dia sangat sayang kepada almarhum mamah ku."


"Iyah kah?" tanya Bela.


"Kamu lihat kan cucunya semua laki-laki, anak perempuan nya hanya ada empat itu semua adalah bayi tabung."


Dimas menceritakan semua tentang keluarga nya Tampa terkecuali kepada Bela.


"Apa-apaan ini!" ucap Kakek marah karena melihat Vira dan anak-anak lain nya masuk ke area latihan mereka.


Bela dan Dimas sangat kaget karena Kakek menarik tangan Vira.


"Kakek, lepas kan Vira, dia tidak sengaja."


"Bagaimana kalian semua tidak mengawasi anak-anak sehingga datang ke area latihan seperti ini!"


"Maaf kek."


Mereka membawa anak-anak keluar dari sana.


"Kenapa masuk ke sana Vira?" tanya Dimas.


"Aku hanya mau mengambil bola yang di lempar sama adik itu."


"Ya sudah lupakan saja, lain kalau kalau Kakek sedang serius jangan di ganggu ataupun di dekatin."


"Iyah Om, aku sangat takut sekali, kapan kita akan pulang dari sini?"


"Sebentar yah sayang, kamu jangan bosan yah karena di sini kamu memiliki banyak teman juga."


"Iyah Om."


Setelah beberapa lama akhirnya Vira kembali bermain..Bela dan Dimas berjalan ke arah dapur.


"Aku tidak terbiasa dengan masakan yang di rumah ini, kamu bisa masak untuk ku kan?"


"Baiklah kak," ucap Bela.


Semua orang yang duduk di ruang tamu melihat keromantisan dan kedekatan Dimas dengan Bela.


"Apa yang sedang kalian lihat? Untuk apa melihat mereka?" tanya nenek baru saja datang."


"Ini seperti tidak mungkin kalau kita akan melihat Dimas datang ke sini membawa wanita dan juga sangat bucin."


"Nenek tau kan,. Dimas selalu saja malas pulang ke sini, dia juga sangat Sibuk bekerja namun sekarang dia jauh berbeda."


"Dia betah di rumah sudah dua hari, biasa nya dia hanya duduk beberapa jam setelah itu pergi kembali ke Jakarta." Ucap suami dari Tante pertama Dimas.

__ADS_1


__ADS_2