Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 166


__ADS_3

"Aku yakin pilihan pak Dimas pasti sangat cantik dan tentu nya wanita karir."


Roi mengangguk. "Dia adalah anak tunggal dari pemilik pabrik plastik yang cukup terkenal."


Serli memang tidak tau, tapi dia sudah tau dia pasti sangat cantik dan juga kaya.


"Kamu kelihatan nya bahagia banget, apa kamu suka kepada wanita itu?"


Roi mengangguk. "Dia baik, tidak sombong dia juga kelihatan nya lembut, selain itu dia juga sangat ceria dan ramah."


"Sangat berbeda sekali dengan ku," batin Serli.


"Tumben banget kamu perduli sama kencan buta ku," ucap Roi.


"Enggak, aku hanya penasaran saja. Agar aku bisa tenang tidak di ganggu oleh ku lagi."


Roi tersenyum. "Aku minta maaf sebelumnya, aku tidak tau caranya membuat wanita suka kepada ku, tapi sekarang aku sudah banyak belajar kok."


"Oohhhh, bagus deh," ucap Serli sambil terus makan. Setelah itu Serli tidak mengatakan apapun lagi, selesai makan dia membayar makanan nya dan pergi begitu saja.


Roi kebingungan. Namun dia langsung mengikuti Serli.


"Kenapa kamu yang bayar? Aku akan ganti uang kamu."


"Tidak perlu," ucap Serli. "Kamu kena? Dari tadi kamu irit bicara, apa aku ada salah?" tanya Roi.


"Enggak kok, aku lagi buru-buru kembali ke kantor."


"Oohh ya udah kalau begitu aku anterin yah."


"Tidak perlu, aku bisa naik taksi."


Tidak beberapa lama Taksi datang, dia langsung pergi.


"Ada apa? Tidak biasanya dia seperti itu."


Sama hal nya seperti Fahri. Dia juga masih bingung dengan Kayla yang tiba-tiba tidak bisa di hubungi, walaupun mereka satu rumah tapi tidak bisa bertemu.


Fahri Sibuk dengan pekerjaan nya, begitu juga dengan Kayla.


Fahri baru saja selesai makan siang bersama Dimas, dia istirahat sebentar sambil berusaha menghubungi Kayla.


"Ada apa? Apa dia marah kepada ku?"


"Seperti nya aku harus mencari dia," ucap Fahri dan langsung berangkat ke tempat Kayla sekarang.


Fahri mendapatkan alamat dari pengawal Kayla, setelah sampai dia menunggu cukup lama.


Tidak beberapa lama Kayla keluar. "Untuk apa kamu ke sini?" tanya Kayla.


Tidak beberapa lama orang lewat, mereka menatap Kayla dan Fahri sambil tertawa.


Fahri kebingungan dengan respon mereka semua yang menatap mereka dengan tatapan aneh.


"Apa yang kamu lakukan di sini? apa kamu sengaja membuat aku malu?"

__ADS_1


"Malu? Maksudnya?"


"Apa kamu tidak melihat tatapan mereka semua seperti apa? Mereka semua meledek kita."


Fahri terdiam, dia melihat Kayla langsung pergi.


"Ada apa ini?" tanya Fahri.


"Oohh ini ternyata aslinya pacar Bu Kayla? Pantesan saja dia, masih muda, tampan walaupun hanya menjadi pengawal dan anak pembantu."


Fahri kaget dengan perkataan orang-orang itu.


Setelah beberapa lama akhirnya dia langsung pergi dari sana.


Di malam hari nya...


Bela menghubungi Dimas setelah Dimas sampai di rumah.


"Halo sayang... Apa kamu merindukan ku, sehingga kamu menelpon ku terlebih dahulu?" tanya Dimas.


"Aku sedang di Cafe XXX, aku menunggu kakak sepuluh menit di sini."


"Kenapa sangat mendadak? Aku baru saja sampai di rumah."


"Kalau tidak mau, aku akan pulang."


"Baiklah sayang, lima menit saja sudah sampai."


Dimas langsung pergi. Kayla melihat Dimas pergi setelah baru saja sampai.


Kayla mau menghindari nya namun dengan cepat Kayla langsung pergi, namun Fahri mengejar nya dan menarik nya.


"Apa yang salah? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Fahri.


Kayla menghela nafas panjang. "Lepaskan aku, aku tidak mau membicarakan apapun."


Fahri menggeleng kan kepala nya. "Untuk apa kita bersama kalau ketika ada masalah tidak bisa di bicarakan baik-baik?" tanya Fahri.


"Aku sudah bilang aku tidak mau membicarakan apapun."


"Apa karena tentang komentar orang lain mengenai hubungan kita?" tanya Fahri.


Kayla terdiam. "Apa kamu perduli dengan semua kata-kata mereka?"


"Aku perduli, karena aku lah yang di hujat oleh mereka semua."


Fahri mengelus tangan Kayla. "Apa mbak merasa malu memiliki pacar seperti ku?" tanya Fahri.


Kayla melepaskan tangan nya dari Fahri. "Aku tidak ingin membahas itu lagi."


"Mbak, apa seperti ini saja sudah membuat hubungan kita rusak?"


Kayla menatap Fahri. "Tidak hanya ini saja, aku tau kalau sebelumnya kamu menyukai Bela kan? kalian saling menyukai pantesan saja kamu terlihat sangat perhatian sekali kepada nya."


Fahri terdiam, dari mana Kayla tau tentang itu.

__ADS_1


"Kamu jujur saja, aku tidak suka kamu berbohong."


"Iyah, sebelumnya aku menyukai Bela, hanya saja sekarang aku hanya menyukai mbak."


Kayla menghela nafas panjang. "Kalau aku tau awalnya kamu menyukai Bela, aku mungkin tidak mau berhubungan dengan mu."


"Mbak, kenapa seperti itu?" tanya Fahri.


Kayla langsung pergi.. Fahri mengejar nya.


"Sebenarnya inti permasalahannya apa mbak? Apa sebenarnya mbak malu punya pacar seperti ku?" tanya Fahri.


"Iyah aku malu, aku malu!"


Fahri tersenyum tipis. Dia menatap wajah Kayla.


"Kita sudah membicarakan ini sebelum kita sejauh ini mbak, namun mbak menerima semua nya. Tapi sekarang mbak mengatakan hal seperti ini."


"Aku mau kita putus," ucap Kayla.


Fahri menggeleng kan kepala nya. "Aku ingin mbak memikirkan semua nya dengan kepala dingin, hanya karena masa lalu ku menyukai Bela dan juga hanya menjadi pengawal mbak memutuskan hubungan kita."


"Aku tidak ingin kita putus seperti ini, aku ingin Mbak memikirkan semua nya dengan baik."


Kayla melepaskan tangan Fahri dan langsung pergi.


Fahri langsung keluar dari sana, dia masuk ke dalam kamar nya membaringkan tubuh nya di kasur.


"Huff harga diri ku seperti di injak-injak, kenapa harus berhubungan dengan wanita yang sangat jauh berbeda dengan ku."


Dimas baru saja sampai di Cafe tempat Bela menunggu nya.


"Om Dimas..." ucap Vira. Dimas tersenyum melihat Vira.


"Vira, kamu datang sayang?"


"Iyah om, aku sangat merindukan Om."


"Jangan kepedean dulu, aku ke sini bawa Vira karena di paksa oleh Vira."


Dimas tersenyum. Dia memangku Vira.


"Bagaimana tinggal di rumah Ayah? Apakah sangat menyenangkan?"


Vira menggeleng kan kepala nya, " Aku ingin tinggal di rumah mbak Bela, di sana tidak nyaman sekali."


"Sebentar lagi nanti pasti kembali ke sana kok, tapi untuk sementara waktu tinggal di sana dulu yah," ucap Dimas.


"Aku ke sini mau membahas tentang sekolah Vira kak, sebenarnya aku tidak mau merepotkan kakak,. hanya saja karena Vira masuk di kartu keluarga kakak, jadi aku butuh bantuan kakak mengurus sekolah nya."


"Ya ampun, bagaimana bisa aku lupa Minggu depan sudah harus daftar."


"Nah itu dia kak, padahal Minggu depan kita harus menemui keluarga kakak."


"Tidak perlu khawatir, kita bisa mengatasi nya dengan mudah."

__ADS_1


__ADS_2