Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 31


__ADS_3

Di sore hari nya..


"Bapak mau pulang?" tanya Serli.


Dimas mengangguk.


"Tumben banget jam empat sudah pulang pak?" tanya Serli.


"Saya mau istirahat, badan saya sakit-sakit."


Serli melihat gelagat Dimas aneh.


"Apa kamu melihat Fahri?" tanya Dimas.


"Saya di sini Pak." Fahri datang menghampiri Dimas.


"Kamu sudah menyiapkan diri untuk keluar kota?" tanya Dimas.


"Saya siap Pak,"


"Kamu sungguh bisa di andalkan. Kalau begitu saya percaya kepada kamu untuk memegang urusan ini."


Fahri mengangguk. "Oh iya kembali lah lebih cepat saya ingin mengajak kamu makan malam di luar malam nanti," ucap Dimas kepada Fahri.


"Baiklah Pak kalau begitu."


"Loh saya gak di ajak Pak?"


"Kamu juga datang lah, saya juga mau memperkenalkan seseorang kepada Kalian."


Setelah itu Dimas pun pergi.


"Wah kamu sungguh beruntung banget bisa jadi orang yang di percaya oleh pak Dimas. Semoga kamu bisa mengatasi nya dan jika ada sesuatu yang tidak kamu pahami tanyakan kepada saya."


Fahri mengangguk.


"Aku akan membuktikan kalau aku bisa membalas kebaikan Tuan Dimas kepada ku dan juga kepada Bibik."


Dimas sampai di rumah Vira yang sedang bermain di depan rumah melihat mobil Dimas datang dia sangat senang.


Dimas melihat Vira menanti nya membuat dia tersenyum.


"Ternyata begini rasanya di tunggu ketika pulang bekerja rasanya sangat berbeda," batin Dimas melihat Bela juga duduk di teras rumah menemani Vira.


"Om Dimas akhirnya pulang!" sorak Vira berlari ke pelukan Dimas.


Bela mengambil tas Dimas dan juga jas nya.


"Kamu tunggu Om dari tadi yah?" tanya Dimas.


Vira mengangguk.


"Apa kamu merindukan Paman?" Vira mengangguk lagi.


"Kalau begitu paman ingin di cium."


Vira mencium pipi Dimas.


Bela benar-benar salut dengan Vira yang bisa membuat Dimas seperti orang lain karena sangat hangat kepada nya.


"Oh iya jajan yang Paman bilang mana?" tanya Vira.


Seketika Dimas terdiam. Dia tidak terbiasa membeli hal seperti itu karena tidak ingat juga.


Dia menoleh ke arah Bela.


"Bapak sudah janji," bisik Bela.

__ADS_1


"Maaf yah Om lupa, om juga gak tau makanan yang kamu suka seperti apa."


"Aku makan apa saja yang om beli."


Dimas tersenyum.


"Tidak perlu khawatir karena nanti malam kamu bisa jajan sepuasnya.


"Hore!!!" Vira terlihat sangat senang sekali.


"Ya sudah kalau begitu kamu pergi mandi."


"Baik Om."


"Vira sangat penurut sekali kepada Bapak, dia juga lebih ceria ketika bersama Bapak."


"Dia belum dekat dengan kamu itu sebabnya dia terlihat Cuek.


Dimas menatap wajah Bela.


"Kenapa wajah mu merah? apa kamu masih sakit?"


"Tidak Pak, saya baru saja selesai makan pedas karena..."


"Karena apa?"


"Karena Vira tidak sengaja menumpahkan saus pak, saya tidak ingin membuang makanan nya."


Dimas menghela nafas panjang.


"Sangat bodoh."'


Dimas langsung masuk ke dalam.


Betapa terkejutnya Dimas melihat rumah yang cukup berantakan dari biasanya karena tidak pernah melihat barang-barang berserakan.


"Maaf pak, saya bukan bermaksud untuk membiarkan semua nya, namun Vira tidak mengijinkan saya melakukan apapun karena Bapak meminta dia untuk mengawasi saya."


Dimas seketika langsung tersenyum ternyata Vira benar-benar sangat turut kepada nya.


"Ya sudah biar kan saja, sekarang siap kan pakaian saya."


"Mbak..." panggil Vira dari kamar mandi. Bela berlari ke kamar mandi.


"Aku sangat malu memakai handuk ada om Dimas."


Bela melihat Dimas yang juga mengikuti nya dari belakang.


Dimas di tatap langsung mengerti dan pergi ke kamar.


"Huff dia anak kecil saya tidak akan melakukan apapun. Sifat nya hampir sama seperti mbak nya."


Dimas memiliki mood yang bagus hari ini karena Vira dan Bela yang berhasil membuat nya tidak kesepian.


"Air mandi nya sudah selesai Pak." ucap Bela.


Dimas ternyata sudah di depan pintu kamar mandi.


"Jangan keluar dulu, saya butuh bantuan mu."


"Tapi pak Vira sendiri di bawah."


Dimas mendorong Bela masuk dan menutup pintu membuat Bela sangat takut.


"Apa yang akan di lakukan oleh pak Dimas? apa dia akan melakukan hal seperti kemarin lagi?"


"Pak saya belum siap, kasih saya waktu sampai saya benar-benar sembuh, setelah itu saya akan memberikan apa yang Bapak mau," ucap Bela sambil menutup mata nya.

__ADS_1


Dimas tersenyum.


"Saya sudah bilang kalau saya tidak berselera dengan mu, saya ingin kamu membantu menggosok punggung saya karena tangan saya tidak sampai."


Bela langsung membuka mata nya. Lagi-lagi dia kaget karena Dimas sudah tidak menggunakan busana selain Celana pendek nya.


"Tidak perlu malu-malu seperti itu, sebenarnya kamu mau kan?" tanya Dimas.


Bela menghela nafas panjang dia berusaha untuk sabar karena Dimas seperti nya sengaja menggoda nya.


"Sudah selesai Pak." Bela langsung berlari keluar dari kamar mandi.


Dimas tertawa kecil.


"Semakin dia menolak dan menghindar saya semakin suka," batin Dimas.


Beberapa jam kemudian Bela baru saja merapikan rumah dia melihat Dimas bersama Vira di depan sambil bermain.


"Sebenarnya siapa anak itu? Kenapa begitu dekat dengan pak Dimas? Mereka sangat cocok menjadi Ayah dan anak," batin Bela.


"Bela kamu tidak perlu masak hari ini karena kita akan makan di luar."


"Kita?" tanya Bela. Dimas mengangguk.


"Jangan salah paham, saya mengajak kamu karena menjaga Vira."


"Asikkk akhirnya lagi dan lagi aku di ajak Keluar."


Bela tidak bisa menutupi rasa senang nya.


Waktu malam tiba Bela dan Vira sudah menunggu Dimas di ruang tamu.


"Mbak sangat cantik kalau berpakaian seperti ini, aku tidak suka pakaian mbak yang seperti tadi."


"Yang tadi mbak pakai itu seragam pelayan."


"Seragam pelayan? Kenapa mbak pakai seragam pelayan? Kan mbak pacar om Dimas."


Bela bingung harus menjelaskan nya seperti apa.


"Karena mbak suka," ucap Bela.


"Bela sangat susah di bilangin, Om sudah sangat sering melarang dia memakai baju itu namun dia tidak mendengar nya."


"Kalau seperti ini Om dan juga mbak sangat cocok sekali, ganteng dan cantik."


Bela hanya bisa diam ketika Vira salah paham dengan hubungan mereka berdua.


"Kapan Om dan Mbak nikah?" tanya Vira.


"Vira sebenarnya Om dan Mbak itu tidak..."


"Secepat nya!" Dimas langsung menjawab membuat Bela kebingungan.


"Kamu duluan masuk ke dalam mobil yah." Vira di suruh masuk ke dalam mobil oleh Bela.


"Apa maksud Bapak mengatakan seperti itu kepada Vira Pak? Bagaimana kalau ada yang mendengar dan salah paham?"


"Kalau ketua yayasan tau saya tidak akan memiliki kekasih mereka tidak akan membiarkan saya membawa Vira keluar lagi."


"Jadi Bapak bilang saya Istri Bapak?"


"Humm tidak istri, melainkan tunangan saya jadi kamu harus pandai berpura-pura."


Bela menghela nafas panjang.


"Tidak bisa pak, bagaimana bisa kita membohongi orang lain seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2