Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 108


__ADS_3

"Ssttt!!! Sudah jangan di katakan lagi, yang penting kamu ingat adalah saya akan selalu ada untuk kamu dan Vira."


"Walaupun kamu sudah membenci saya dan tidak memerlukan saya lagi, saya akan tetap di sini mencintai kamu."


Bela sangat terharu dia memeluk Dimas.


Dimas memutuskan untuk kembali ke rumah nya agar Bela juga bisa istirahat dengan tenang.


Dimas masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya pulang ke rumah nya.


Dia perjalanan dia mengingat percakapan nya dengan Bela tadi.


"Sebenarnya Papah juga salah karena sudah berselingkuh dengan Bu sisi," ucap Dimas, Dimas sangat bingung bagaimana memberikan kesimpulan.


Seiiring berjalan nya waktu Bela dan Dimas semakin dekat, sudah saling dekat seperti semula lagi.


Bela juga tidak merasa sendiri dan kesepian lagi, sudah ada yang menjaga dan tidak ada yang perlu di khawatirkan oleh nya namun tetap saja hubungan mereka masih harus privasi.


Sementara Fahri dan Kayla masih sama. Kayla yang berusaha menutupi perasaan nya dengan bersikap semena-mena kepada Fahri agar Fahri membenci dan berhenti bersikap baik kepada nya.


"Hari ini mbak mau kemana?" tanyakan Fahri melihat penampilan Kayla yang terlalu mencolok sore ini.


"Saya mau makan malam di luar hari ini, jadi kamu anterin saya."


"Tapi tidak mungkin saya berpenampilan seperti ini mbak."


"Kamu seperti itu saja karena kamu hanya di dalam mobil."


"Maksudnya mbak?"


"Jangan banyak tanya, saya sudah sangat telat," ucap Kayla.


Fahri akhirnya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah.


Selama perjalanan Fahri bertanya-tanya dalam hati mau kemana Kayla.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di restoran yang cukup terkenal dan di sana terkenal dengan dinner romantis pasangan.


"Apa mbak yakin mau makan sendiri? Aku bisa menemani nya."


"Tidak perlu, saya tidak sendiri karena saya sudah di tunggu oleh seseorang," ucap Kayla.


Fahri semakin bingung karena setau nya Kayla tidak memiliki teman dekat sehingga bisa Makan malam bersama.


Namum melihat Pria Tampan yang menunggu nya di depan membuat nya kaget sekali.


"Siapa pria itu?" tanya Fahri kaget karena tidak pernah melihat nya sebelum nya.


Dengan sangat anggun Kayla menerima uluran tangan pria itu masuk ke dalam restoran.


"Wahh parah sih ini, ternyata tebakan ku benar kalau mbak Kayla sudah memiliki pasangan," batin Fahri.


"Lagian tidak mungkin wanita seperti dia tidak memiliki pasangan. Mereka juga terlihat sangat Cocok sekali," ucap Fahri.

__ADS_1


Beberapa kali dia menghela nafas panjang, dia sama sekali tidak tenang.


Dua jam dia menunggu di luar. Sebenarnya dia bisa saja pergi dari sana mencari makanan karena dia sudah sangat lapar di tambah lagi api cemburu melihat Kayla yang sangat romantis di dalam sana.


Dia tidak memalingkan pandangan nya sambil menggigit kukunya karena cemburu.


"Kenapa aku harus menyukai wanita seperti mbak kayla? Ini benar-benar sangat konyol sekali, aku sudah sangat bodoh," ucap Fahri.


Tidak beberapa lama akhirnya akhirnya mereka keluar dari sana. "Aku bisa mengantar kan kamu pulang."


"Aku bisa pulang sendiri, supir ku sudah menunggu," ucap Kayla.


"Oohh begitu, terimakasih banyak waktu nya,"


"Aku yang berterima kasih karena sudah di traktir."


Banyak basa-basi sebelum berpisah.


Kayla masuk ke dalam mobil dan melihat Fahri yang hanya diam saja.


"Kalau dia menyukai ku, dia pasti akan marah karena aku bersama pria lain, kalau tidak berarti dia tidak memiliki perasaan kepada ku," batin Kayla.


"Pasang sabuk pengaman nya mbak, kita akan pulang." ucap Fahri.


Tidak mengatakan apapun Kayla memerhatikan Fahri yang tampak biasa saja.


"Huff ternyata benar, dia tidak memiliki perasaan kepada ku, aku yang sudah menganggap kebaikan dan sikap nya salah."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Kayla langsung masuk ke dalam kamar nya, dia mencuci tangan nya.


"Apa kamu tidak makan dari luar? Kenapa kamu makan begitu lahap sekali?" tanya Bibik menemani Fahri.


Fahri menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya mengantar kan mbak Kayla makan malam bersama pasangan nya."


"Loh non Kayla sudah punya pacar?" tanya Bibik kaget. Fahri mengangguk.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, sebentar lagi non Kayla akan menikah," ucap Bibik.


Fahri mengangguk sambil tersenyum walaupun hati nya sangat sakit mendengar itu.


Keesokan harinya...


"Bela..." panggil Fahri datang menjemput Vira namun ternyata Bela ada di sana.


Bela melihat Fahri.


"Loh kamu kok bisa di sini? Bukan kah kak Dimas gak bilang kalau aku yang datang menjemput Vira?"


"Bilang kok, aku datang ke sini mau bertemu dengan kamu."


"Ada apa? tumben banget."

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya mau memberikan ini kepada kamu."


"Surat dari kepolisian?" tanya Bela kaget.


Bela menghela nafas panjang.


"Ayah selalu saja membuat masalah, aku tidak tau bagaimana mengatasi nya, Bibik Sampai sekarang tidak pulang mungkin dia sudah sangat lelah."


Namun Vira datang. Mereka berhenti membahas itu.


"Itu Surat apa mbak?" tanya Vira.


"Surat dari kampus dek, sebaik nya kita cari tempat untuk berbicara." ucap Bela.


"Kenapa Om bisa di sini? Om Dimas ikut gak?" tanya Vira.


"Om Dimas sangat sibuk sekali," ucap Fahri.


Mereka berbincang-bincang cukup lama karena tidak ada kegiatan yang sangat penting.


"Kapan kamu datang ke rumah lagi? Bibik dan yang lain nya sangat sering menanyakan kamu, aku bingung harus menjawab seperti apa."


Bela tersenyum. "Mungkin untuk saat ini seperti nya belum bisa, aku juga sangat merindukan mereka."


"Apa yang sedang Tante lakukan di ruangan ku?" tanya Dimas melihat Kayla berbaring di sofa ruangan nya.


Dimas duduk di kursi satu nya menatap Kayla yang memasang wajah murung.


"Ada apa?" tanya Dimas.


Kayla duduk, dia menatap Dimas.


"Malam nanti kamu dengan teman-teman kamu ada acara minum-minum kan? Tante mau ikut."


"Sebaiknya jangan deh, di sana laki-laki semua,"


"Aku tidak perduli, aku mau ikut."


Dimas menghela nafas panjang.


"Kalau ada masalah katakan saja," ucap Dimas.


"Tidak ada, aku hanya ingin minum saja."


"Oke baiklah, aku akan mengabari Fahri."


"Tidak perlu, kita pergi berdua saja."


Dimas menatap bingung, karena biasanya Kayla tidak pernah menolak untuk mengajak Fahri untuk menjaga nya.


Dimas tidak bisa menolak.


"Namun aku tidak bisa berjanji bisa menjaga Tante karena aku pasti mabuk."

__ADS_1


Kayla mengangguk, dia sangat senang bisa ikut.


"Akhir-akhir ini sifat nya sangat aneh, seperti anak kecil saja yang mau ikut ibunya terus," batin Dimas.


__ADS_2