Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 178


__ADS_3

Mereka tidak bisa mengatakan apapun lagi selain banyak berdoa.


"Apa ini semua karena aku? aku sudah membuat kakek seperti ini?" batin Bela.


"Dimas! Apa yang harus aku katakan kepada mu, apa kamu ingin membunuh nenek dan Kakek?" tanya Tante pertama.


"maksud Tante berbicara seperti itu kenapa?"


"Sebaiknya kamu jangan memaksa kan hubungan kamu dengan Bela, siapa pun tidak akan menyetujui nya," ucap Tante pertama.


"Sudah lah tidak ada gunanya kita membahas itu sekarang," ucap Tante kedua.


"Aku dan kak Dimas tidak akan jadi menikah, agar tidak ada permasalahan lagi, aku minta maaf karena aku kakek jadi masuk rumah sakit seperti ini."


"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf," ucap Bela.


"Ini tidak salah kamu sayang," ucap Dimas membujuk Bela. J J


Bela langsung memilih keluar dari sana, dia tidak ingin berada di antara orang yang membenci nya.


"Bela.. Bela," Dimas mengejar nya. " Untuk apa lagi aku di sini? aku sebaiknya pergi karena tidak ada gunanya, mereka semua membenci ku, sekarang Kakek masuk rumah sakit karena aku."


"Apa kamu akan pergi setelah Kakek masuk rumah sakit? apa kamu tidak ingin tau keadaan kakek?"


Bela terdiam. "Bela... kamu sudah sampai di titik ini, apa kamu akan menyerah? Kalian sudah sangat jauh sekarang,. Kalau kalian benar-benar ingin menikah seharusnya lebih berjuang lagi." ucap Tante kedua.


"Tante akan selalu mendukung kalian berdua."


"Tapi kalau seperti ini, keadaan ku di sini hanya membuat Kakek semakin parah, aku sangat takut," ucap Bela.


"Percaya lah Kakek pasti sembuh, kamu jangan berfikir yang tidak-tidak, Kakek pasti sembuh dia hanya terlalu emosi."


Tiba-tiba dapat kabar kalau Kakek sudah sadar, mereka langsung melihat keadaan kakek.


Bela memilih untuk di luar saja, sementara Dimas masuk ke dalam.


Satu hari di rumah sakit Kakek sudah bisa pulang, dia tidak betah di rumah sakit itu sebabnya dia memilih untuk langsung pulang ke rumah.


Di rumah Bela menyiapkan makanan untuk kakek. Namun bukan dia yang mengantar kan ke depan.

__ADS_1


Kakek sudah banyak yang mengurus nya.


"Pah, aku minta maaf pah sudah membuang Papah masuk rumah sakit seperti ini, aku hanya ingin yang terbaik untuk Dimas."


"Sudahlah jangan membahas itu, Papah masih kurang sehat."


Dari tempat tidur Kakek melihat Bela mengintip di balik pintu kamar nya.


"Aku yakin, perempuan itu pasti datang mau membuat kita berduka lagi, dia pasti akan sama seperti ayah dan juga ibu nya." ucap Tante pertama Dimas.


"Sudah-sudah, jangan membahas itu lagi, sekarang kita fokus sama kesehatan Kakek saja, lihat lah keadaan nya sekarang sangat buruk kalau melihat kalian ribut," ucap Nenek.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka keluar dari sana, meninggalkan Dimas dan juga Nenek di sana.


"Kalau Kakek dan nenek tidak merestui hubungan ku dengan Bela, aku bisa mengerti karena kehilangan anak pasti sangat menyakitkan bagi kalian."


"Tapi aku tidak bisa memutuskan hubungan dengan Bela Kakek, aku sangat mencintai nya, aku benar-benar mencintai nya, dia sama seperti Mamah ku, a


berada di dekat nya aku merasa bersama Mamah."


"Aku tidak akan memaksa Nenek dan Kakek menerima hubungan kami," Ucap Dimas.


Bela mendengar kan pembicaraan mereka.


"Kak.. Apa kakak sangat sibuk?" tanya Bela. Dimas menggeleng kan kepala nya. Bela mendekati Dimas.


"Apakah sebaiknya kita pulang saja Besok?" tanya Bela. "Loh kenapa? Bukan nya Minggu depan?" tang Dimas.


"Kakek sudah sembuh, keadaan rumah sudah mulai membaik, aku tidak ingin membuat masalah lagi di sini, sebaik nya kita pulang saja."


"Aku tidak tega melihat Vira di jauhi kak, kalau aku yang di perlakukan seperti itu aku tidak apa-apa."


"Ya sudah kalau begitu, aku juga akan membawa kamu pulang."


Bela mengangguk. "Kalau begitu aku akan pergi berbicara dengan nenek dan Kakek terlebih dahulu."


"Oh iya kak, apa sebaiknya kakak pesan tiket nya terlebih dahulu?"


Dimas mengangguk. Setelah di pesan oleh Dimas Bela langsung kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Dia harus merapikan semua pakaian nya dan juga barang-barang yang lainnya.


"Aku pikir semua nya akan terselesaikan kalau aku bertahan, namun ternyata aku salah," ucap Bela.


Dimas mengetuk pintu kamar Nenek dan Kakek.


"Masuk!"


Dimas duduk di samping tempat tidur. "Apakah Kakek sudah sembuh? Kenapa masih berbaring di tempat tidur?" tanya Dimas.


"Kakek mau tidur siang, kamu sendiri tidak istirahat?"


"Aku baru saja selesai bekerja kek, aku mau ijin kepada kakek dan nenek karena besok aku dengan bela sudah kembali ke Jakarta."


"Kenapa sangat mendadak? Bukan kah kamu sendiri yang bilang kalau Minggu depan kalian akan pulang?" tanya Kakek.


"Kasian Vira dan Bela nek, aku tidak ingin membiarkan mereka Terus di asing kan dan di benci di sini. Aku tidak bisa memaksa Nenek dan kakek menyukai nya."


Mereka berdua terdiam. "Aku minta maaf sudah membuat Nenek dan kecewa karena pilihan ku."


"Jadi kamu akan pergi dari keluarga ini?"


"Aku tidak bis memutuskan hubungan kita sebagai keluarga, tapi aku juga tidak bisa melepaskan wanita yang aku cintai."


"Jadi kamu sudah siap dengan semua masalah yang akan kamu dapatkan kedepannya setelah menikah dengan Bela?"


"Aku sudah mendapatkan banyak masalah setelah bersama Bela ataupun sebelum bersama Bela, kami berdua janji akan melewati nya bersama-sama."


"Kami tidak tau, apa yang membuat mu sangat jatuh cinta kepada perempuan itu, tapi kami tidak bisa melarang kamu, terserah apa saja keputusan kamu."


Dimas mengangguk. Dia permisi dan keluar dari sana. Walaupun dengan perasaan yang sangat sedih dia keluar dari kamar Nenek nya.


"Sudah tidak apa-apa, semua nya Akan baik-baik saja, kamu harus menjaga hubungan kamu dengan Bela." ucap Tante kedua langsung memeluk Dimas.


Dimas mengangguk. "Terimakasih banyak Tante."


Keesokan harinya Bela dan Dimas sudah siap mau pulang.


"Aku dan adik ku hari ini akan pergi, kamu berjanji tidak akan menggangu dan membuat masalah di sini, kami juga tidak akan kembali ke sini. Semua yang sudah aku lakukan aku minta maaf."

__ADS_1


"Dan aku sebagai anak dari pak Irfan dan Bu Sisi, aku minta maaf atas kesalahan orang tua ku, aku layak di benci, karena maaf saja tidak lah cukup."


"Aku sangat menyukai Nenek dan Kakek, aku juga menyukai Tante kedua, Tante pertama, aku sangat berharap aku di terima di keluarga yang sangat lengkap dan ramai seperti ini, namun ternyata tidak bisa," ucap Bela.


__ADS_2