Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 238


__ADS_3

"Aku akan segera datang membawa buah yang kamu mau," ucap Kayla. Telpon langsung mati.


Tidak beberapa lama akhirnya Kayla dan Fahri sampai di depan rumah.


"Ante cantik.. Om Fahri..." Vira sangat senang ketika melihat mereka datang. "Aku sangat merindukan Tante," ucap Vira.


"Ante juga sangat merindukan kamu sayang, ayo kita masuk," ajak Kayla.


"Ante sama Om masuk saja, aku masih mau main sama Yuda," ucap Vira.


"Baiklah kalau begitu," ucap kayla.


"Assalamualaikum Bumil... lagi apa?" tanya Kayla melihat Bela sedang bersantai di depan TV.


"Eh Tante sudah datang," ucap Bela langsung menyambut mereka."


"Nih untuk kamu, pesanan yang kamu mau, semoga kamu suka," ucap kayla.


"Ya ampun mbak, gak harus sebanyak ini juga," ucap Bela.


"Untuk besok-besok, agar tidak perlu repot-repot beli lagi," ucap Kayla.


"Terimakasih banyak Tante," ucap Bela.


"Apa suami kamu belum pulang?" tanya Kayla. "Belum Tante, dia masih di kantor dan mungkin pulang malam," ucap Bela.


"Gak apa-apa biarkan saja dia bekerja agar menghasilkan uang yang banyak," ucap Kayla. Bela hanya bisa tersenyum.


"Oh iya, Fahri kok tumben banget bisa ikut Tante ke sini?" tanya Bela.


"Aku baru saja libur, namun sudah di paksa oleh Kayla ke sini," ucap Fahri. "Sesekali Nemanin istri apa salahnya sih?" ucap Kayla.


"Iyah-iyah," ucap Fahri.


Karena tinggal sendirian di ruang tamu sementara istrinya lagi bersama Bela, akhirnya dia mencari Vira dan melihat Vira dan Yuda bermain di depan rumah.


"Wahh, seperti nya asik sekali, apa kamu tidak pulang? Bagaimana kalau nanti di cariin sama orang tua kamu?" tanya Fahri kepada Yuda.


"Papah Mamah nya tidak ada di rumah Om, jadi dia tidak apa-apa tinggal di sini," ucap Vira.


"Tapi ini sudah sore, tidak baik. bermain di luar. Ayo kita masuk."


"Apa kamu tidak mau ikut dengan ku?" tanya nya kepada Yuda. "Aku mau, tapi nanti supir ku lama nungguin."


"Om Fahri, bilang saja kepada supir Yuda, kalau Yuda akan tidur di sini hari ini," ucap Vira.

__ADS_1


"Tidak mungkin Vira, Yuda harus pulang ke rumah nya sendiri."


"Tapi aku mau tidur di sini om, aku tidak punya teman di rumah, aku takut dan kesepian," ucap Yuda.


"Sudah-sudah tidak perlu merasa sedih seperti itu, anak kecil saja sudah tau memasang wajah sedih," ucap Fahri.


Tidak beberapa lama akhirnya Fahri selesai mengatakan kepada supir agar Yuda tidur di rumah Bela.


Untung nya supir sudah percaya dan akhirnya mengijinkan nya.


Bela kaget mengetahui Yuda akan tidur di rumah nya. Namun dia juga senang karena ada teman Vira.


"Anak itu sungguh malang sekali, anak seganteng itu namun dia sia-siakan oleh orang tua nya," ucap Kayla.


"Aku juga tidak tau apa yang di pikirkan kedua orang tua nya. Terkecuali mereka berasal dari keluarga kurang mampu," ucap Bela.


"Bagaimana kalau biarkan saja dia tinggal di sini Bela, Vira juga punya teman," ucap Kayla.


"Aku tidak ingin membuat masalah Tante, bagaimana kalau nanti orang tua nya marah?" tanya Bela.


"Tapi dia sangat kasihan," ucap Kayla lagi. "Bagaimana kalau kita saja yang mengadopsi dia?" tanya nya kepada Fahri.


"Aneh-aneh saja kamu, rumah kita sangat jauh dari sekolah nya dan dia juga masih memiliki orang tua dan juga bagaimana kita mengadopsi dia kalau tidak di Restui oleh orang tua nya?" tanya Fahri.


Tidak beberapa lama akhirnya Dimas pulang. Dimas berfikir istrinya yang sedang menonton di ruang TV. "Hai sayang..." ucap Dimas.


Namun setelah melihat dia sangat kaget ternyata itu bukan istri nya melainkan Itu adalah Yana.


"Maaf-maaf, saya tidak tau," ucap Dimas. Dia berjalan ke dalam dan ternyata Bela dan Kayla sedang asyik berbincang-bincang.


Fahri sibuk bermain dengan anak-anak.


"Eh kakak sudah pulang?" ucap Bela menyambut Dimas.


"Kenapa Tante di sini?" tanya Dimas. "Huff bisa gak sih pertanyaan kamu bagus sedikit?" tanya Kayla.


"Emang nya kenapa?" tanya Dimas.


"Aku ke sini mau melihat kamu dan istri mu lah, emang nya gak boleh?" tanya Kayla.


"Aku hanya bercanda Tante, jangan terlalu serius seperti itu," ucap Dimas.


Jam sepuluh malam, Fahri dan Kayla memutuskan pulang ke apartemen nya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. "Sayang.. aku mandi dulu yah," ucap Kayla.

__ADS_1


"Loh, bukan nya tadi sudah mandi?" tanya Fahri.


"Aku sangat gerah karena main lari-larian sama anak-anak tadi," ucap Kayla.


"Ya udah deh sekalian aku ikut saja, aku juga belum mandi," ucap Fahri.


Mereka berdua mandi bersama, tidak beberapa lama keluar dia melihat ke arah istrinya yang memakai baju nya.


"Kamu pakai ini saja," ucap Fahri memilih pakaian untuk istrinya.


"Sesekali aku pakai apa yang aku mau apa salah nya sih? aku sudah bosan pakai yang ini Mulu," ucap Kayla karena Fahri selalu meminta istrinya memakai kimono yang terlihat sangat seksi.


"Aku sangat suka melihat Kamu pakai ini, cantik kamu berkali-kali lipat kalau sedang memakai ini," ucap Fahri.


Kayla menghela nafas panjang, dia melihat warna nya bahkan sudah terlihat sangat pudar, namun tidak bisa apa-apa dia harus memakai itu agar suami nya senang.


"Kamu puas sekarang?" tanya Kayla. Fahri tersenyum melihat nya dia langsung mencium pipi istri nya.


"Nah gitu kan cantik," ucap Fahri. Fahri meminta istrinya duduk di depan nya tepat duduk di depan meja rias agar dia mengeringkan rambut istri nya yang basah.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, tiba-tiba Fahri memeluk nya dari belakang sambil meletakkan tangan nya di perut Kayla.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kayla.


"Tidak apa-apa," ucap Fahri. "Oh iya sayang, sudah berapa bulan kita menikah?" tanya Fahri.


"Mungkin sudah hampir Lima bulan, emang nya kenapa?" tanya Kayla.


"Gak apa-apa, aku hanya ingin tau saja, terkadang aku lupa," ucap Fahri.


"Aku minta maaf yah, belum bisa kasih kamu anak, tapi kita akan terus berjuang kan?" tanya Kayla.


"Kita masih pengantin baru, jangan berfikir ke sana dulu," ucap Fahri.


"Aku tau, sebenarnya kamu pengen kan aku hamil?" tanya Kayla.


"Kalau sudah rejeki pasti di kasih kok sama tuhan, kita hanya bisa berdoa dan berusaha."


"Iyahh sayang," ucap Kayla. Fahri memeluk istrinya Terus dengan erat sambil mencium pipi nya.


"Oh iya, apa kamu mau makan? Aku tiba-tiba lapar," ucap Kayla. "Kalau begitu ayo kita pesan saja dari luar," ucap Fahri.


"Kenapa pesan dari luar? aku akan masak," ucap Kayla. Fahri menahan nya.


"Gak usah, sebaiknya gak usah karena aku tidak mau kamu bau dapur lagi," ucap Fahri.

__ADS_1


__ADS_2