Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 149


__ADS_3

"Apa kakak marah karena aku menghukum kakak?" tanya Bela.


Dimas menatap Bela. "Keluar dari sini sebelum saya marah."


"Tidak! Aku tidak akan keluar sebelum kakak mengatakan kenapa kakak seperti ini, dan kakak juga minum begitu banyak."


"Saya cemburu! Saya cemburu kepada Kevin."


Dimas menggenggam kedua lengan Bela dengan sangat erat sekali.


"Apa kau tau? Saya mendengar kalau kau meminta maaf, berterimakasih dan membalas kebaikan nya dan menghabiskan waktu Tampa ijin dengan Kevin, sementara kau tidak melakukan hal yang sama kepada saya." ucap Dimas dengan emosi sambil mengguncang badan Bela.


Bela kurang paham apa yang di katakan oleh Dimas. "Apa yang kakak katakan? Aku tidak paham."


"Sudah lah, aku tidak ingin berbicara sekarang," ucap Dimas mendorong Bela pelan.


Bela kebingungan dia mengikuti Dimas masuk ke dalam kamar.


"Kak, aku tidak tau kakak kenapa, kalau aku memiliki kesalahan kakak bisa mengatakan nya langsung."


"Aku cemburu melihat kamu keluar dengan Kevin, apa itu masih kurang jelas?"


Bela menghela nafas panjang. Dia bingung harus menjelaskan bagaimana karena itu juga salahnya.


Bela sangat takut kehilangan teman nya sehingga dia tidak memikirkan kekasih nya.


Dimas naik ke tempat tidur, dia berbaring membelakangi Bela yang masih berdiri.


"Aku minta maaf," ucap Bela duduk di pinggir kasur.


"Keluar!"


Bela menyentuh bahu Dimas namun Dimas tidak mau dia langsung pindah.


"Pergi dari sini, jangan sampai aku meminta orang lain membawa mu keluar."


"Apa ini tidak bisa kita bicarakan baik-baik? Aku pergi dengan Kevin juga memiliki alasan tertentu."


"Alasan apa? Karena kalian saling menyukai satu sama lain?" tanya Dimas.


Bela melihat Dimas sangat marah, apapun akan keluar dari mulut Dimas. Dia harus berusaha mencari cara untuk menenangkan Dimas.


"Aku mau kamu keluar sekarang! Aku ingin sendiri," ucap Dimas.


Bela melihat ke arah jam sudah malam.


"Baiklah waktu nya kakak tidur, aku akan datang besok," ucap Bela dia membenarkan Selimut Dimas, mematikan lampu dan pergi.


"Bela. Kenapa wajah mu terlihat sangat murung seperti itu?" tanya Fahri.


"Tidak apa-apa, sebaiknya kami pulang saja."


"Mbak, aku tidur di sini sama Ante cantik boleh kan?" tanya Vira.

__ADS_1


"Kita pulang yah, gak enak merepotkan mbak Kayla terus."


"Gak apa-apa kok Bela, kalau dia mau menginap di sini gak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir lagian ada Dimas di sini."


Bela sebenarnya tidak ingin Vira menginap di sana, hanya saja dia juga ingin adik nya di sayangi banyak orang.


"Baiklah kamu boleh nginep, lagian mbak juga ke sini besok."


Akhirnya Bela memutuskan pulang ke rumah nya.


"Ini sudah malam, sebaiknya aku mengantar kan kamu pulang," ucap Fahri menawarkan diri.


Bela mengangguk. Sepanjang perjalanan Bela menceritakan kesalah pahaman nya dengan Dimas.


Fahri hanya memberikan saran untuk Bela agar menjaga perasaan Dimas, walaupun Dimas terlihat sangat kuat namun ketika cemburu dia akan menunjukkan sifat asli nya.


Bela mengerti. Sepanjang malam Bela sama sekali tidak bisa tidur, dia tidak berhenti membayangkan Dimas membentak nya, menatap nya tajam meninggalkan bekas tangan di kedua lengan nya.


"Aku sangat bodoh! Aku sangat bodoh!" ucap Bela menyalah kan diri nya sendiri.


Keesokan harinya..


Bela sedang sarapan sendiri di meja makan, dia menghubungi Serli menanyakan apa hari ini Dimas bekerja, namun ternyata Dimas tidak bekerja.


Dia meminta Serli membatalkan semua meeting dan juga pekerjaan.


Serli tidak bisa membatalkan semua nya, akhirnya dia yang menggantikan Dimas.


Bela menghela nafas panjang, dia berangkat ke kampus dengan perasaan yang tidak karuan.


Bela tersenyum. Mereka masuk ke dalam kelas bersama.


Tidak beberapa lama kevin juga datang. Kevin termasuk Pria paling tampan di dalam kelas itu. Sangat banyak wanita yang suka pada nya sehingga setiap hari banyak cemilan di atas meja nya.


"Wahh pagi ini seperti nya fans mu bertambah," goda Yana kepada Kevin.


"Kalau kalian berdua mau, ambil saja."


Yana tersenyum. Sementara Bela lebih banyak diam.


Jam pertama selesai. Bela duduk sendirian di taman. Tidak beberapa lama kevin menghampiri nya.


"Kamu dari tadi kebanyakan diam, apa ada yang salah? atau terjadi sesuatu?" tanya Kevin.


Bela meminta Kevin duduk.


"Kamu tau kan kalau aku dengan kak Dimas memiliki hubungan."


"Ya aku tau itu."


"Sekarang aku dengan kak Dimas berantem. Kak Dimas salah paham karena kita pergi nonton kemarin."


"Bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Aku tidak paham, tapi aku mau kamu bicara sama kak Dimas kalau kita pergi menonton hanya ingin merayakan pertemanan dan juga keselamatan ku."


Kevin terdiam sejenak. "Aku tau seharusnya tidak melibatkan kamu, tapi aku mohon."


Kevin membuka handphone nya, dia mengirimkan pesan kepada Dimas. Bela tersenyum dia mengucap kan terimakasih.


"Oh iya hari ini aku mampir ke toko kue, aku membeli ini untuk kamu."


Kevin memberikan kue kecil kepada Bela.


Bela mengambil nya.


"Huff melupakan perasaan ini tidak lah mudah Bela," ucap Kevin dalam hati.


Selepas pulang ngampus Bela langsung ke rumah Dimas. Dia membawa begitu banyak makanan kesukaan Dimas.


"Aku harap dengan ini, dia bisa memaafkan aku."


Bela sampai di depan rumah, dia membayar taksi yang dia tumpangi.


"Mbak Bela...." Vira datang menyambut Bela bersama Bibik.


"Non Bela. Kami sangat merindukan non Bela."


"Ya ampun bik, tidak perlu panggil seperti itu."


"Apa kak Dimas ada?"" tanya Bela.


"Ada non, ayo silahkan masuk."


Bela masuk mencari Dimas.. Ternyata Dimas Ada di lantai atas sedang berolahraga.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Dimas menyadari Bela ada di sana.


Bela melihat Dimas yang meninju sansak sehingga terdengar kuat.


"Aku membawa makanan yang kakak suka. Aku dengar dari Bibik kakak tidak makan dari tadi malam."


"Untuk apa kamu perduli? Bukan kah lebih penting teman mu itu?"


Bela menghela nafas panjang. "Hentikan itu, aku ingin bicara."


Dimas tidak mendengar kan nya, dia semakin menguat kan pukulan dan tinjuan nya.


Bela menghela nafas panjang. "Aku minta maaf, aku pergi karena aku merasa harus mengucapkan terimakasih kepada Kevin."


"Apa harus pergi menghabiskan waktu berdua dengan nya?" tanya Dimas.


"Apa kakak tidak pernah memiliki teman? Kami pergi nonton karena kami memiliki Flim kesukaan yang sama."


"Kamu selalu pandai membuat alasan!"


Bela menghela nafas panjang. "Baiklah aku minta maaf, aku rasa Kakak cemburu karena aku terus terang mengucapkan tanda terimakasih kepada Kevin, kalau kakak ingin hal yang sama aku akan melakukan hal yang sama, kita bisa pergi menonton sekarang."

__ADS_1


Dimas menghentikan permainan nya, dia menoleh ke arah Bela. "Apa ini cara mu untuk membujuk ku? Percuma saja aku tidak akan mau di samakan dengan anak itu."


__ADS_2