Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 244


__ADS_3

Kepada para klien nya, para klien nya mengangguk sambil mengucapkan tidak apa-apa.


"Silahkan duduk, sebentar lagi pak Dimas akan datang," ucap Serli. "Terimakasih," ucap bapak itu.


Tidak beberapa lama Dimas datang. Dimas sudah merapikan kembali penampilan nya. J J J J


"Apa yang kamu lakukan? Cepat bawa skejul nya!" ucap Dimas kepada Serli. Serli terperanjat kaget dengan suara Dimas yang cukup kuat karena dia sedang bersantai di kursi nya.g


Tiba-tiba Dimas datang membuat nya kaget, dan semua mata memandang ke arah nya dia sangat malu sekali. Mau menangis.


Dua jam kemudian akhirnya selesai, dia segera keluar dari sana.


Serli langsung masuk ke ruangan nya. Roi ternyata ada di sana dan melihat raut wajah kekasih nya tampak sedih, apa yang terjadi? kenapa wajah kamu terlihat sangat murung?" tanya Roi.


Serli menggeleng kan kepala nya. Roi diam sambil memerhatikan Serli.


"Katakan saja, ada apa?" tanya Roi. Namun Serli tetap tidak ingin mengatakan nya dia hanya diam saja. "Sudah lah tidak ada gunanya juga murung seperti itu, bagaimana kalau kita mencari makanan keluar?" tanya Roi.


Serli juga menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin apa-apa sekarang," ucap Serli.


"Baik lah kalau begitu," ucap Roi. Dia tau Serli to terlalu suka di tanya banyak hal, akhirnya dia memilih untuk diam dan melanjutkan pekerjaan.


Tidak beberapa lama akhirnya waktu jam makan siang. Serli mengurus makan siang bos nya terlebih dahulu. Dia masuk mengantarkan makanan, namun dia sangat kaget karena Dimas berdiri di depan pintu ruangan.


"Bapak kenapa berdiri di sini?" tanya Serli. "Saya mau mengantar kan makan siang bapak," ucap Serli.


"Terimakasih banyak," ucap Dimas.


"Kenapa Roi bilang kalau kamu diam dan murung setelah rapat tadi? saya panggil kamu namun kamu tidak mau!" ucap Dimas.


"Saya sangat banyak pekerjaan di dalam ruangan Pak," ucap Serli.


"Apa kamu kesal karena saya marah tadi?" tanya Dimas. Namun Serli langsung menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok pak, enggak," ucap nya dengan cepat."


"Kamu tidak perlu bohong, saya tau sebenarnya kamu marah kan kepada saya kan?" tanya Dimas.


"Enggak Pak," ucap Serli sangat tidak enak hati, dia takut kalau bos nya itu akan marah lagi.

__ADS_1


"Saya punya masalah pribadi membuat kepala saya sangat pusing sekali, saya marah sama kamu karena hal sepele, saya minta maaf," ucap Dimas.


Serli sangat kaget mendengar bos nya minta maaf, "Tunggu, apa aku tidak salah dengar?" batin Serli. "Aku tidak mimpi, aku juga tidak salah dengar, aku mendengar pak Dimas minta maaf," batin Serli.


"Saya punya masalah yang tidak bisa saya tangani, saya harap kamu. bisa memakluminya dan memaafkan saya," ucap Dimas.


"Iyah pak, gak apa-apa, lupakan saja," ucap Serli.


"Kalau boleh tau ada apa Pak? siapa tau aku bisa bantu," ucap Serli. Dimas menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu kamu tau, saya simpan sendiri saja," ucap Dimas. "Baiklah Pak kalau begitu," ucap Serli.


Setelah Serli pergi dia segera makan. Karena mau istirahat dia sama sekali tidak bisa.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Serli kepada Roi yang masih sangat sibuk dengan laptop nya.


"Aku belum makan, kamu saja duluan," ucap nya kepada Serli. "Aku sudah beli dua, ayo Makan dulu," ajak Serli.


Roi tersenyum. "Baiklah kalau begitu," ucap Nya sambil tersenyum.


Dia berjalan ke arah Serli. "Oh iya kamu sudah mood kembali? wajah kamu sudah terlihat lebih bagus," ucap Roi.


"Bukan seperti itu sayang, aku tidak bermaksud berbicara seperti itu, maksud aku tadi, kamu cemberut namun sekarang sudah mau tersenyum dan berbicara dengan baik dengan ku," ucap Serli.


"Aku tidak bermaksud seperti itu tadi, hanya saja mood ku kurang bagus karena habis di marahin oleh pak Dimas," ucap Serli.


"Kasihan nya, aku minta maaf yah karena tidak tau," ucap Roi.


"Gak apa-apa kok, aku juga sudah maafin pak Dimas, karena tadi ada masalah sehingga dia marah kepada ku di depan semua orang," ucap Serli.


Di sore hari nya... "Loh Bapak belum pulang?" tanya Serli kepada Dimas yang masih ada di ruangannya.


"Saya masih ada kerjaan."


"Loh ini sudah jam lima sore pak, bagaimana kalau Bela membutuhkan Bapak di rumah?" tanya Serli.


"Tidak apa-apa, saya sudah berkabar kepada nya," ucap Dimas.


Serli menghela nafas panjang. "Saya bukan mau ikut campur, tapi apa benar bapak berselisih dengan istri bapak?" tanya Serli.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Dimas.


"Hanya pikiran saya saja pak, saya minta maaf kalau saya salah dan berbicara sembarangan," tidak cukup Serli.


"Tidak apa-apa," ucap Dimas. Serli menghela nafas panjang. dia menatap pak Dimas.


"Kalau tidak masalah dengan istri Bapak, lalu kenapa lagi? kalau tidak tentang itu pasti bapak sudah pulang ke rumah," ucap Serli.


Dimas menceritakan nya karena dia tidak bisa menahan nya sendirian.


Serli cukup bingung dan tidak tau mau kasih saran apa.


"Bapak tidak perlu berfikir yang aneh-aneh, mungkin Bela hanya mau membalas kebaikan Yana saja, hanya dengan cara itu dia bisa membalas nya."


Dimas menghela nafas panjang. "Benar sih yang kamu katakan, tapi bagaimana kalau orang lain berfikir yang aneh-aneh kalau sampai nanti orang berfikir aku yang membuat nya hamil seperti ini?" tanya Dimas.


"Gak mungkin lah pak, tidak mungkin itu terjadi, bapak berfikir terlalu jauh," ucap Serli.


Dimas menghela nafas panjang. "Semoga saja itu tidak terjadi, lalu kalau terjadi bagaimana?" tanya Dimas.


Serli menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin pak, bapak jangan memikirkan hal yang tidak mungkin," ucap Serli. Y Y Y


"Sebaiknya bapak sekarang pulang, kasian istri bapak nungguin, dia pasti merindukan Bapak dan menunggu di rumah seperti biasanya."


"Kamu benar, hanya karena perempuan itu hubungan ku dengan istri ku jadi berantakan!' ucap Dimas. Serli tersenyum.


Akhirnya Dimas mau pulang dia langsung mengemasi semua barang-barang nya dan pulang.


"Ternyata berumah tangga itu ada saja masalah nya," batin Serli.


"Hayoo kamu mikirin apa? kenapa kamu malah termenung di sini?" tanya Serli.


"Aku tidak termenung, aku hanya memikirkan ternyata setelah berumah tangga ada saja masalah yang datang, kecil mau pun besar," ucap Serli.


"Kamu benar, terkadang masalah itu datang dari diri kita sendiri," ucap Roi.


"Kamu sengaja nyindir aku?" tanya Serli dengan kesal.


"Bukan seperti itu, aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Roi.

__ADS_1


__ADS_2