
"Lalu? Kamu sendiri yang mengatakan nya tadi kalau wajah ku tadi tidak bagus," ucap Serli. Roi sangat malas berdebat dia akhirnya memilih pasrah.
"Baiklah aku yang salah ngomong, aku tidak bermaksud untuk berbicara seperti itu," ucap Serli.
"Baiklah kalau begitu aku minta maaf yah," Roi mengulangi nya lagi sampai di maafin oleh Serli.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai dan segera pulang.
Dimas juga baru saja sampai di rumah nya, dia melihat istrinya sedang memasak di dapur sementara Yana membersihkan ruang tamu.
"Eh bapak sudah pulang?" tanya Yana. Namun Dimas mengabaikan nya dia segera ke dapur dan langsung memeluk istrinya.
"Kak Dimas, aku bau keringat, kenapa kakak memeluk ku tiba-tiba?" tanya Bela. "Aku sangat merindukan kamu," ucap Dimas.
Bela tersenyum. "jangan lebay deh," ucap Bela. Dimas tersenyum dia mencium kening istrinya.
"Kenapa jam segini kamu masih sibuk di dapur? kenapa belum mandi dan istirahat?" tanya Dimas.
"Aku dan Yana baru saja selesai masak, kami bagi tugas dia yang bersih-bersih di depan aku yang di sini," ucap Bela.
"Oohhh," ucap Dimas. Tadi dia sangat lapar melihat masakan istrinya, namun sekarang setelah tau itu yang masak ikut Yana dia kurang suka.
"Apa kakak mau langsung makan? ayo makan dulu sebelum sebelum mandi," ucap Bela. Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Nanti saja setelah selesai mandi."
Dimas membawa Bela ke kamar nya, dia meninggal kan dapur yang belum selesai di bersihkan.
Yana selesai di depan dia langsung lanjut di dapur.
"Huff seharusnya aku tidak boleh seperti ini, aku menyukai Suami sahabat ku sendiri aku sangat bodoh sekali," ucap Yana.
"Tapi apa boleh buat, pak Dimas sangat penyayang, aku juga ingin di perduli kan seperti mana dia memperdulikan Bela."
"Mungkin kalau aku tau pak Dimas sangat baik seperti ini, aku yang akan mendekati nya," ucap Yana.
Di malam hari nya waktu makan malam. Bela memerhatikan Yana yang sangat melayani suami nya dengan baik.
__ADS_1
Yana membuat minum, lauk, nasi dan semua nya dia lengkapi dengan baik agar Dimas tinggal makan. Bela sama sekali tidak mempermasalahkan itu, dia Masih tetap tersenyum saja.
Tiba-tiba Dimas merasa tidak nyaman dia akhirnya memilih untuk pergi saja, "Sudahlah, aku tidak lapar," ucap Dimas langsung pergi begitu saja.
Bela menghela nafas panjang dia melihat suaminya pergi.
"Aku membuat pak Dimas tidak nyaman yah Bela? aku minta maaf," ucap Yana.
"Gak salah kamu kok, lagian kak Dimas selalu seperti itu kalau lagi ada masalah atau lagi kecapean, Santai saja tak apa-apa kok," ucap Yana.
"Kita lanjut makan saja," ucap Bela. Mereka lanjut makan sementara Dimas memilih untuk berbaring di kamar nya saja.
Tidak beberapa lama Bela masuk ke dalam kamar membawa makanan untuk suami nya.
"Kenapa kakak tidak makan?" tanya Bela kepada suaminya yang hanya diam saja di kamar. Dimas hanya menoleh sedikit ke istri nya namun kembali fokus kepada handphone nya.
"Kak, ayo makan dulu, aku sudah bawa makan untuk Kakak ke sini," ucap Bela.
"Seharusnya kamu tidak perlu membawa ke sini, aku sama sekali tidak berselera," ucap Dimas. Bela menghela nafas panjang.
"Kalau kakak tidak makan, itu artinya kakak tidak menghargai masakan ku sama sekali!" ucap Bela.
"Apa karena ini adalah masakan aku dengan Yana?" tanya Bela.
"Aku sudah bilang kalau aku tidak nyaman kalau ada dia di sini, aku tidak suka kalau ada dia di sini! Kamu kapan paham dengan apa yang aku maksud?" tanya Dimas.
Bela menghela nafas panjang. "Yana kurang baik apa sih sama kakak? walaupun dia sedang hamil dan ngidam dia masih menyempatkan diri untuk masak, membantu melayani kakak."
"Kamu sadar gak sih kalau yang dia lakukan itu adalah tugas kamu, kenapa kamu membiarkan dia melakukan itu?" tanya Dimas.
"Jangan debat lagi deh kak, ayo makan dulu," ucap Bela.
Dimas tidak bisa menolak kalau sudah di paksa oleh istri nya. Akhirnya dia makan walaupun sangat terpaksa sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Enak kan?" tanya Bela. Dimas mengangguk.
"Ini rasa masakan kamu," ucap Dimas. "Ini memang aku yang masak, sudah jangan marah lagi, niat Yana itu sangat baik," ucap Bela.
__ADS_1
Keesokan paginya... Tepat di hari Minggu.
"Selamat pagi sayang," sapa Dimas menyapa istri yang sedang enak tidur.
"Jangan ganggu aku dulu kak, aku sangat ngantuk, tadi malam kakak membuat ku sangat lelah sehingga tidak bisa tidur," ucap Bela.
Dimas tersenyum mendengar nya. "Baiklah kalau begitu, kamu tidur lah dengan nyenyak sayang," ucap Dimas sambil mengelus kepala istrinya dan langsung mencium nya.
Dimas keluar dari kamar. Kebetulan Yana juga baru keluar dari kamar nya dia tersenyum ke arah Dimas.
Dimas kaget karena dia sama sekali tidak sadar kalau dia ternyata hanya memakai celana oblong saja dan bertelanjang dada.
Dimas mencari baju kaos dan segera keluar. "Bapak mau minum kan? Ini ada kopi untuk bapak."
"Bapak tidak perlu ragu, ini tidak terlalu manis, banyak kopi nya juga pas dan ini tidak terlalu panas," ucap Yana.
Dimas bingung kenapa Yana bisa paham dengan selera nya.
Dimas membawa nya ke depan sambil minum kopi dan membaca buku.
Sebenarnya dia mau olahraga pagi, namun tadi malam sudah membuat nya cukup lelah.
Sementara di apartemen Roi. Dia bangun dan melihat Serli di samping nya. Serli tidur di tempat nya karena tadi malam dia menemani Roi main futsal.
"Kamu sudah bangun?" tanya Roi kepada Serli ketika sudah bergeliat. Serli membuka matanya dia sangat kaget melihat Roi sudah menatap nya sangat dekat dan menopang kepalanya dengan tangan nya.
"Apa yang kamu lihat begitu dekat?" tanya Roi?" tanya Serli.
Roi tersenyum dia mengelus pipi Serli. "Kamu sangat cantik sekali, melihat wajah kamu seperti ini membuat hati ku sangat tenang. Karena kalau kamu dekat-dekat dengan ku aku sangat bahagia."
Serli tersenyum. Dia menarik tangan Roi dan berbantal di lengan nya sambil menyembunyikan wajahnya di dada Roi.
Roi sangat gugup karena dia tidak pernah bertingkah seperti itu. "Aku tidak mimpi kan, dia manja seperti ini?" batin Roi.
Namum dia tidak menunggu lama dia langsung memeluk Serli.
"Kamu lanjut tidur saja, pasti sangat melelahkan hari sebelum nya," ucap Roi.
__ADS_1
Serli benar-benar kembali tidur dan Roi juga ikutan tidur karena hari ini mereka berdua tidak ada kegiatan apapun.
Tidak beberapa lama akhirnya Bela bangun, dia langsung ke kamar mandi karena sangat mual sekali.