
Tiba-tiba handphone nya berdering. "Halo?"
"Buka pintu nya sayang, aku di luar," ucap Roi.
Serli menghela nafas panjang. Dia berjalan ke depan membuka pintu.
"Aku sudah bilang kalau aku sedang tidak mau di ganggu, kenapa kamu ke sini?" tanya Serli.
"Aku tidak akan gangguin kamu," ucap Roi.
"Huff, aku belum mengijinkan kamu masuk," ucap Serli karena Roi Langsung nyelonong.
"Aku mau tidur di sini," ucap Roi. "Gak bisa, kamu harus pulang."
"Aku tidak mau," ucap Roi.
Serli menghela nafas panjang. "Terserah kamu saja, jangan mencoba mengganggu ku!"
Roi melihat Serli masuk ke dalam kamar nya.
"Ini semua karena Tami, seandainya saja Tami tidak seperti itu sekarang Serli pasti tidak akan mengabaikan ku."
Roi tidak tau cara membujuk dan meminta maaf agar Serli kembali baik kepada nya.
Dia mengetuk pintu kamar Serli. "Aarrhhh!!!! Ada apa lagi sih? Kamu sudah bilang tidak akan menggangu ku, namun apa ini?" ucap Serli.
"Maaf, aku hanya mau nanya apa kamu mau makan? aku akan memesan makanan dari luar."
"Kamu pesan saja yang sama seperti kamu, keluar jangan mengganggu ku lagi."
"Baiklah kalau begitu," ucap Roi.
Tidak beberapa lama makanan nya pun datang. "Ayo makan," ucap Roi kepada Serli.
Serli ketiduran karena sedang memakai masker.
"Sayang... bangun, makanan nya sudah datang," ucap Roi.
"Aku tidak lapar, tapi aku sangat ngantuk," ucap Serli.
"Sebelum kamu tidur cuci muka dulu dan semua badan mu masih penuh dengan lulur."
Roi membawa Serli ke kamar mandi. "Ayo makan dulu," ajak Roi.
namun Serli terlihat sangat mengantuk dia berbaring di kasur nya.
"Aku akan membuktikan kalau aku pantas untuk kamu, bukan wanita itu!"
"Ayo makan."
"Aku tidak makan malam, badan ku bisa gemuk," ucap Serli.
Roi menghela nafas panjang. Dia duduk di samping Serli.
"Aku sangat mencintai kamu, kamu juga mencintai aku, mana mungkin orang lain semudah itu menghancurkan hubungan kita," ucap Roi.
__ADS_1
Serli tersenyum. Roi mengambil kesempatan untuk tidur di kasur Serli malam ini.
Keesokan harinya...
Serli bangun dia kaget karena Roi di samping nya tidak memakai baju.
"Apa yang terjadi?" batin Serli. Setelah mengingat dan memastikan dia tidak kenapa-napa, Serli pun lega.
"Humm ini adalah kesempatan ku," batin Serli dia mengambil handphone nya perlahan agar Roi tidak bangun.
Dia mengambil foto bareng bersama Roi yang tidak pakai baju dan mengirim kan nya kepada Tami.
Serli tersenyum menang. Dia melihat handphone Roi yang ada di samping nya.
Karena tidak pernah memeriksa handphone Roi, dia memutuskan untuk memeriksa handphone Roi.
Namun dia kaget karena tiba-tiba Roi bangun dan memeluk nya begitu erat.
"Apa yang kamu lakukan Dengan handphone ku?"
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat apa kamu diam-diam berhubungan dengan wanita itu." ucap Serli.
"Kamu sangat Posesif sekali, kamu mencurigai aku tanpa henti," ucap Roi.
"Karena kamu adalah milik ku, tidak ada siapapun yang bisa merebut kamu dari ku."
"Tidak ada orang lain yang mencoba mendekati ku kecuali Tami, sementara kamu, hampir semua pria-pria yang kamu temui dan juga rekan pak Dimas bukan hanya itu klien pak Dimas juga mencoba mendekati mu."
"Tunggu, kamu tau dari mana?" tanya Serli heran.
"Kamu tidak menghargai privasi ku," ucap Serli.
Roi mengangguk, "aku minta maaf, aku juga sangat menyesal membuka nya."
Wajah Roi terlihat sangat lesu sekali. "Kamu terlalu friendly kepada semua orang," ucap Roi.
"Aku melakukan itu karena mereka klien, mana mungkin aku cuek kepada mereka."
"Humm jadi kamu harus menerima ajakan makan siang, minum bareng, kerja bareng?" tanya Roi.
"Itu kan dulu, sekarang aku tidak pernah melakukan hal itu lagi."
Roi menghela nafas panjang. "Kamu yakin sekarang tidak pernah melakukan hal itu?" tanya Roi.
"Menambah teman tidak menjadi masalah, lagian ini juga sangat bagus untuk perusahaan."
Roi bangun, "aku tidak suka dengan cara kamu seperti itu, aku cemburu."
Serli tersenyum, melihat wajah Roi yang cemberut seperti itu membuat nya gemas.
"Jadi kamu mau nya seperti apa? Aku berhenti melakukan itu? apa kamu mau perusahaan kacau karena itu?" tanya Serli.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi jangan membuat mereka beranggapan kalau kamu tidak memiliki pasangan."
Serli tersenyum dia mendekati Roi. "Oke baiklah," ucap Serli.
__ADS_1
Roi menatap Serli. "Apa kamu sengaja membalas tentang Tami?" tanya Roi.
Serli menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak melakukan nya dengan sengaja."
Roi menarik tangan Serli dan meletakkan nya di dadanya.
"Perasaan ku sangat sakit," ucap Roi. Roi langsung memeluk Serli sangat erat.
"Aku sangat mencintai kamu, aku gak mau kamu ninggalin aku," ucap Roi.
Ketika Roi bersifat manja seperti itu membuat nya senang.
Serli mau melepaskan pelukannya namun di tahan oleh Roi.
"Hari ini adalah hari Minggu, tidak ada pekerjaan, aku mau menghabiskan waktu bersama kamu."
"Loh bukannya hari ini kamu ada latihan motor?"
Roi melihat jam. "Ini masih pagi, latihan nya nanti sore."
"Apa ku boleh ikut?"
"Kamu mau ikut melihat teman-teman aku kan?" tanya Roi.
"Humm ya bukan gitu, aku mau nemanin pacar aku."
"Bohong! Bilang aja kamu mau menggoda teman-teman ku kan?"
"Kalau kamu tidak mengijinkan aku ikut, kalau begitu aku akan pergi bersama teman-teman ku."
"baiklah kamu bisa ikut," ucap Roi.
Serli tersenyum bahagia. Roi Menatap wajah Serli dia mencium pipi Serli.
Serli tersenyum. "Apa aku boleh mencium bibir kamu?" tanya Roi.
"Serli langsung menutup bibir nya. "Tidak boleh, aku belum gosok gigi."
"Kita sudah pacaran, kenapa sampai sekarang kamu masih malu-malu?" tanya Roi.
Roi mau mencium bibir Serli namun tiba-tiba handphone Serli bunyi tanda pesan masuk.
Serli menahan Roi yang mau mencium nya, dia memeriksa handphone nya.
"Dasar wanita murahan! Kamu pasti memikat Roi dengan tubuh mu kan? Pasti kalian sudah melakukan hal yang terlarang."
Tami mengoceh melalui pesan suara. Serli tertawa mendengar nya.
"Sudah jangan di lanjutkan lagi, kamu gak takut dia mengatakan hal yang aneh-aneh?" tanya Roi.
"Tidak, karena kalau sudah seperti itu dia akan mundur dan pergi dari keluarga mu."
"Humm terserah kamu saja deh, aku mau mandi dulu," ucap Roi.
Serli melanjutkan membalas pesan dari Tami. "Aku tidak menaklukkan nya dengan tubuh ku, dia yang tergila-gila kepada ku," balas nya.
__ADS_1
"Mana mungkin Roi mau melakukan nya dengan wanita seperti mu, Roi adalah laki-laki yang baik dan hanya mau kepada wanita seperti ku," balas Tami lagi.