
Dimas sudah tidak bisa berdiri. Fahri menjadi pemenang nya walaupun dia mengalah pendarahan di hidung dan juga bibir nya.
Kayla sangat senang sekali. Sementara Bela langsung membantu Dimas memberikan nya minum.
"Sekarang bapak sudah percaya kan kalau mbak Kayla bisa di jaga oleh ku," ucap Fahri.
"Oke baiklah saya percaya, dan saya merestui hubungan kali."
Dimas dan Bela keluar dari sana. "Wahh Fahri hebat banget yah, walaupun dia tidak mempunyai pengalaman tapi dia sangat hebat."
Dimas menatap dengan tajam. "Berani-beraninya kamu memuji nya di depan ku," ucap Dimas.
Bela tertawa kecil. "Sudah-sudah tidak perlu marah, kakak juga sangat hebat, sebaiknya kakak mandi dan makan bersama agar kita berangkat memilih pakaian untuk kakak," ucap Bela.
Kayla mendekati Fahri yang duduk menahan rasa sakit di wajah nya.
"Kamu kenapa tidak menolak saja tawaran Dimas? Kalau seperti ini kamu yang rugi," ucap Kayla.
"Tidak apa-apa," ucap Fahri.
"Kamu bilang tidak apa? Apa kamu sadar sekarang wajah kamu sudah babak belur," ucap Kayla.
"Nanti malam adalah acara ulang tahun ku, kalau kamu seperti ini apa kata orang lain?" tanya Kayla.
"Tidak apa-apa Mbak, lagian mereka tidak akan perduli."
"Malam ini aku akan mengumumkan hubungan kita," ucap Kayla. Fahri terdiam sejenak.
"Apa mbak tidak malu?"
"Kenapa harus malu?" tanya kayla lagi.
"Pokoknya luka kamu tidak boleh terlalu kelihatan, mereka semua akan mengatakan kalau kamu baru saja ribut dengan seseorang."
Fahri menghela nafas panjang, dia pun pasrah ketika Kayla mengobati luka nya yang sangat pedih sekali.
Bela dan Dimas sampai di butik langganan Dimas.
Bela memilih pakaian yang bagus untuk Dimas.
"Sudah selesai dari sana Dimas dan Bela memanfaatkan waktu yang masih tersisa untuk jalan-jalan sebentar.
Sementara Kayla sangat sibuk mengatur acaranya nanti malam yang di adakan di sebuah hotel ternama.
Sementara Serli dia duduk sendirian ruang tamu apartemen Roi.
"Huff nanti malam acara ulang tahun mbak Kayla, aku sangat malu kalau datang sendirian," ucap nya.
"Hufff aku sangat benci ketika ada acara seperti ini, aku yakin semua orang pasti memiliki pasangan."
"Ekhem-ekhem!!" Roi berdiri tidak jauh dari Serli.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Serli dengan kesal.
"Aku pikir kamu sudah pulang," ucap Roi.
"Setelah kamu sembuh seperti ini, kamu mengusir ku?" tanya Serli.
"Bukan seperti itu," ucap Roi. Serli menghela nafas panjang.
"Apa kamu memiliki masalah? aku bisa membantu mu kalau bisa aku bantu."
Serli menatap Roi. Melihat penampilan Roi.
"Boleh juga nih, Roi bisa untuk menjadi pasangan ku Malam ini walaupun sebenarnya aku sangat tidak suka," batin Serli.
"Apa kamu di undang ke acara ulang tahun mbak Kayla?" tanya Serli. Roi mengangguk.
"Kebetulan banget, kamu pasti tidak memiliki teman kan? Kita bisa pergi bersama karena aku juga tidak punya pasangan."
"Tumben banget kamu ngajak seperti ini, bukan nya kamu sangat membenci ku?" tanya Roi.
"Anggap saja kali ini kita saling membantu, aku sangat malu kalau datang sendirian."
"Katakan saja ini sebagai tanda terimakasih karena aku sudah merawat kamu, jadi kamu membalas nya dengan menemani aku malam ini."
"Tapi aku pergi dengan teman ku."
"Teman?" tanya Serli terdiam sejenak. "Dia juga di undang," ucap Roi.
Serli terdiam sejenak. "Maafin aku, bukan bermaksud untuk tidak membantu tapi aku enak kalau menolak nya."
Serli tampak kecewa dia pun langsung pergi dari sana. Roi menghela nafas panjang.
"Huff kalau bisa memilih aku ingin pergi dengan mu, tapi tidak enak menolak teman ku."
"Kenapa akan harus kesal? aku bisa mencari pria lain," ucap Serli.
Di malam hari nya...
"Selamat ulang tahun yah mbak kayla," ucap Bela memberikan kado nya, dia datang bersama Dimas.
Kayla tersenyum dia mengucapkan terimakasih.
"Kamu cantik banget pakai baju itu, kalian sangat serasi sekali," ucap Kayla.
"Mbak bisa saja."
"Pacar siapa dulu dong," ucap Dimas merangkul pinggang Bela.
Tidak beberapa lama Fahri datang. Dia melihat Dimas.
"Ya ampun wajah kamu Fahri," ucap Bela.
__ADS_1
Dimas tersenyum. "Ini semua karena kakak!" ucap Bela memukul perut Dimas.
"Tidak apa-apa Bela, ini tidak sakit kok."
"Tapi wajah kamu sangat jelek," ucap Bela.
Fahri menoleh ke arah Kayla. "Tidak apa-apa."
Mereka berbincang-bincang sebentar. Tidak beberapa lama Roi dan teman nya datang.
"Wahh setelah tidak berhasil mendapatkan sekertaris ku, kau mendapatkan wanita yang sangat seksi," ucap Dimas kepada Roi.
Bela menghela nafas panjang melihat kelakuan Dimas yang menggoda Roi di depan semua orang.
"Kenalin nama nya Fina, dia Teman ku pak."
"Mbak Kayla, selamat ulang tahun yah." ucap Fina sambil memberikan kado nya.
Tidak beberapa lama Serli juga datang. Dia datang bersama pria yang sangat tampan, tinggi dan semua orang tau pria itu adalah pemilik sorum mobil yang terbesar di kota itu.
Dia datang membawa buket uang yang besar, kado juga. Dan dia berpakaian sangat cantik sekali membuat Roi sangat pangling.
"Kau pasti pangling kan? saya sudah bilang kalau sekretaris ku itu aslinya sangat cantik ketika sudah berdandan seperti ini."
"Siapa pria itu?" batin Roi.
Roi merasa cemburu ketika pria itu merangkul pinggang Serli dan berfoto bersama.
"Kenapa dengan ku? kenapa aku harus cemburu melihat nya? Apa aku menyukai Serli?"
Roi mengambil minuman alkohol dan langsung meminum nya.
Serli duduk bersama teman-teman pasangan nya itu dan mereka semua minum.
"Sayang... Kenapa kamu tidak minum, ayo minum," ajak pasangan nya kepada Serli.
"Tidak apa-apa, aku bisa minum ini saja."
"Pasangan kamu boleh juga, apa dia menjadi salah satu perempuan simpanan mu?" tanya teman-teman nya.
"Jangan asal bicara kamu! Aku adalah sekertaris pak Dimas."
"Oohh pantesan saja tidak asing, beruntung sekali dia mendapatkan wanita seperti kamu."
Serli sudah mulai tidak nyaman mereka semua sudah mabuk, pasangan nya mulai bertingkah aneh membuat nya tidak nyaman.
Dia hampir saja mau di cium oleh pria itu, bahkan paha nya di sentuh. Serli langsung berdiri.
"Ayolah sayang, kenapa kamu harus menghindari nya? nikmati saja, tidak mungkin kamu tidak pernah melakukan nya kan?" tanya pria itu.
"Lepaskan aku," ucap Serli.
__ADS_1
Serli berlari ke arah toilet, namun Pria itu mengikuti nya.
"Jangan pergi sayang, kamu sangat cantik sekali," ucap pria itu memeluk Serli. Serli sudah sangat ketakutan Pria itu memaksa nya masuk ke dalam kamar yang tidak jauh dari sana.