Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 122


__ADS_3

"Huff kamu benar juga, papah mu cukup menyusahkan banyak orang itu sebab nya tidak ada yang mau mendampingi nya."


Orang tua Kayla masih sangat sehat, hanya saja Papah nya sangat galak itu sebab nya tidak ada yang berani walaupun di bayar tinggi.


Sementara Fahri sudah lama kenal dengan orang tua Kayla, dari kecil dia juga juga sudah dekat dengan Papah Kayla.


Walaupun terkadang Papah Kayla marah hanya masalah sepele, Fahri yang sangat lembut dan ramah hanya bisa menanggapi nya dengan senyuman.


Sehingga akhirnya Papah Kayla sangat senang dan betah bersama Fahri.


"Papah dari mana saja?" tanya Kayla.


"Papah ada acara dengan teman-teman papah, kebetulan banget ada Fahri jadi Papah mengajak dia."


"Oh iya kamu harus tau, banyak orang berfikir kalau Fahri adalah calon suami kamu, mereka tidak menyangka kalau Fahri yang sangat kecil dulu sudah sangat besar sekarang," ucap papah nya.


Kayla terdiam mendengar nya, sementara Mamah nya tertawa. "Kamu memang sudah sangat dewasa sekarang, apa kamu sudah memiliki pacar?" tanya Mamah nya.


Fahri menoleh ke arah Kayla, Kayla memberikan isyarat agar mengatakan tidak.


"Tidak Bu, saya belum memiliki pacar."


"Bagus sekali, apa kamu tidak tertarik kepada bos kamu sendiri?" tanya Mamah nya Kayla.


"Maksud nya?"


"Bukan kah tidak ada tujuan lain yang harus kamu kejar? kamu sudah selesai kuliah jadi tidak ada salah nya menikah cepat."


Fahri bingung sekali sementara Kayla senyum-senyum sendiri melihat Fahri kebingungan menjawab orang nya bagaimana.


"Huff aku sangat bingung harus menjawab apa," batin Kayla.


"Lagian anak kami sudah tua, mana mungkin pria tampan dan muda seperti mu mau kepada dia," Ucap Papah nya.


Kayla menghela nafas panjang. "Walaupun aku sudah tua tapi tidak dengan wajah ku," ucap Kayla.


"Sudah-sudah, ayo masuk kita ke dalam, ini sudah sore," ucap Kayla.


Mereka masuk ke dalam. Di tempat lain Dimas sedang menunggu Bela datang bersama Vira.


"Tumben banget sih ngajak ketemuan di tempat seperti ini?" tanya Bela kepada Dimas.


"Maaf yah sudah repot-repot meminta kamu ke sini, tapi untuk beberapa hari mungkin saya tidak bisa datang ke rumah baru kamu."


"Loh kenapa? apa kakak mau ke luar kota?" tanya Bela.

__ADS_1


Dimas menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, hanya saja seperti nya ada yang sedang mencari keberadaan kamu dan mengikuti kamu."


"Maksud nya apa? aku tidak mengerti," ucap Bela. Dimas menjelaskan semua nya sampai Bela paham.


Bela baru ingat kalau dia mendapatkan paket batu Saat di apartemen lama.


Dimas meminta Bela untuk mencari apa itu hanya batu biasa atau ada yang lain.


Besok nya Bela langsung mencari batu itu di apartemen nya, namun ternyata benar itu bukan batu biasa, ada Cctv kecil di dalam, Untung saja dia langsung membuang ke tempat sampah pada waktu itu.


Setelah tau tentang itu dari Dimas, Bela jadi merasa kurang aman, dia membayar security dua orang untuk menjaga rumah nya.


Dan dia juga meminta Bibik mencari pelayan yang bisa di percaya untuk mendampingi Vira.


Bela tidak bisa melupakan kejadian di mana Vira mau di serempet motor.


Dan Dimas juga mendapat kan laporan kalau Vira hampir saja diserempet motor yang ciri-ciri nya sama persis seperti yang mereka lihat.


Dimas mau minta Rio mencari tau tapi dia yakin kalau Rio akan menolak nya karena mengenai Bela.


Akhirnya Dimas membayar orang lain mencari tau itu motor siapa, dan plat yang di pakai ternyata palsu seperti nya motor itu sengaja dan sudah waspada identitas nya.


Bela sangat takut karena dia Sibuk kuliah, adik nya sekolah, dia tidak tau bagaimana mengatasi rasa takut nya.


Sudah satu Minggu Dimas tidak bertemu dengan Bela, namun dia terus mengawasi nya dari kejauhan.


"Di luar banyak penjahat, kita harus hati-hati yah, untuk sementara waktu kamu main di rumah dulu gak apa-apa kan?" bujuk Bela.


"Sebenarnya aku sangat bosan, tapi kalau ada Om Dimas gak apa-apa mbak."


"Om Dimas sangat sibuk, kamu juga harus mengerti yah, nanti kalau tidak Sibuk pasti om Dimas datang ke sini."


"Iyah mbak, aku pasti sabar nungguin on Dimas."


Vira pergi main sendiri. Dimas sengaja membeli Kan dia mainan yang banyak agar Vira tidak bosan.


Tapi nyatanya hanya Dimas yang dia rindukan. Tidak beberapa lama akhirnya Vira ketiduran.


Handphone Bela berdering telepon dari Dimas.


"Halo kak?"


"Kamu sedang apa?"


"Ini baru saja mau tidur bersama Vira."

__ADS_1


"Oohhhh Bagus deh, apa Vira masih ada di sana?"


"Vira sudah ketiduran, dia tidak berhenti bertanya kapan kakak datang ke sini."


"Katakan pada nya untuk sabar, setelah pekerjaan selesai dan saya menemukan orang itu saya akan datang ke sana."


Bela mengangguk. "Baiklah, sekarang kakak lagi dimana?"


"Saya lagi di kamar, baru saja mau tidur."


Mereka berbincang-bincang sampai ngantuk.


Sementara di tempat lain Fahri dan juga Papah Kayla masih asik di luar bermain gitar. Mereka semakin hari semakin akrab sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya Kayla datang meminta papah nya untuk istirahat.


"Pah, ini sudah malam, sebaiknya papah pergi istirahat."


"Papah masih ingin di sini." ucap papah nya.


"Papah sudah tua, mereka berdua masih muda dan masih kuat untuk bergadang, tidak Akan sakit kalau bergadang,"


"Jadi kamu ngejekin papah?"


"Bukan gitu pah, tapi aku mengkhawatirkan kesehatan papah."


Akhirnya papah nya masuk ke dalam, di luar juga sangat dingin.


"Alam sebaiknya kamu juga tidur lah," ucap Kayla.


"Baik Tan."


"Humm aku masuk dulu yah Om, kita lanjut besok."


"Baiklah," ucap Fahri dan setelah itu Alam keponakan Kayla masuk ke dalam.


"Kami sangat mudah akrab dengan Papah dan juga Keponakanku, biasanya mereka sangat sulit bergaul, jangan kan dengan orang lain, dengan Dimas saja mereka kurang dekat," ucap Kayla.


Fahri tersenyum. "Keponakan mbak sangat ganteng, dia juga penurut."


"Iyah dia tidak sama seperti Dimas yang memiliki sifat keras kepala," ucap Kayla.


Fahri tersenyum dia menatap Kayla. "Huff selama beberapa hari ini aku tidak bisa mencium mbak, apa aku bisa mencium mbak sekarang?" tanya Fahri.


Kayla tersenyum malu. "Sebaiknya jangan di sini, bagaimana kalau ada yang melihat?" tanya Kayla.

__ADS_1


Fahri tersenyum sambil mengangguk. "Oke baiklah kalau begitu," ucap Fahri.


Ayo teman-teman silahkan mampir ke karya baru ku yang berjudul Pembalasan Istri Yang di khianati. Author butuh banget bantuan kalian. Terimakasih banyak 🙏🥰🤗


__ADS_2