
"Nanti yah, Kalau aku sudah punya waktu untuk liburan."
Kayla mengangguk sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu ayo lanjut makan," ucap Fahri.
Mereka lanjut makan sebelum masuk bekerja.
Bela dan Dimas baru saja keluar dari rumah sakit. Namun Dimas tidak langsung kembali ke rumah melainkan harus ke kantor terlebih dahulu.
Namun istri nya mau ikut karena di rumah membuat nya bosan.
Dimas dengan senang hati membawa istri nya ke kantor.
Sementara Vira baru saja pulang sekolah, dia pamit kepada gurunya.
Dia melihat Yuda, namun dia tidak menyapa nya lagi dia lewat begitu saja.
Namun saat di luar gerbang Papah nya Yuda menghentikan Vira.
"Kamu satu kelas dengan Yuda kan? Di mana Yuda nya?" tanya pria itu.
"Ada di dalam Om," jawab Vira.
"Oohhhh, apa kamu boleh panggil kan dia ke sini?" tanya papah nya.
Vira memikirkan nya terlebih dahulu, dia tidak mau langsung pergi begitu saja menjemput Yuda.
Untung nya Yuda langsung datang. "Akhirnya kamu datang, hari ini Papah gak bisa nganterin kamu pulang nak, Papah harus berangkat ke luar provinsi," ucap papah nya.
Yuda mengangguk. Dia menyalim tangan Papah nya dan setelah itu papah Yuda pergi.
Vira melihat Yuda terlihat sangat sedih. Dia mau menghibur Yuda namun dia Masih kesal.
"Kenapa kamu lihat-lihat aku?" tanya Yuda.
"Emangnya aku gak boleh melihat? suka-suka aku dong."
"Apakah yang tadi itu Papah kamu? Mamah kamu kemana? terus kamu tinggal sama siapa?" tanya Vira.
"Kepo deh, itu bukan urusan kamu," ucap Yuda. "Ngeselin banget sih, pantesan saja kamu di tinggal oleh Papah kamu terus!"
Yuda mendengar itu langsung terdiam. Vira melihat wajah Yuda dia langsung merasa bersalah.
"Hufff aku ngomong apa sih tadi? Yahh Yuda jadi sedih deh," ucap Vira.
"Seharusnya aku tidak perlu ngomong seperti itu," ucap Vira.
"Yuda, aku minta maaf, aku tidak bermaksud berbicara yang menyakiti kamu."
"Gak apa-apa, lagian aku lebih sering ngomong kata-kata yang kasar sama kamu," ucap Yuda.
"Kamu gak marah kan? Aku minta maaf," ucap Vira.
"Gak apa-apa, sebaiknya kamu pulang saja."
"Apa kamu mau ikut ke rumah ku?" tanya Vira.
Yuda menggeleng kan kepala nya. "Ayo, kamu pasti belum di jemput," ucap Vira memaksa Yuda.
__ADS_1
Yuda tidak mau cepat-cepat pulang, dia akhirnya mengikuti Vira ke rumah nya.
"Rumah kamu sangat bagus," ucap Yuda.
"Ini sudah mbakku, aku belum punya rumah," ucap Vira.
"Emangnya kamu sudah punya rumah?"
"Papah sama Mamah membeli ku rumah dan membiarkan aku tinggal sendirian di sana."
"Maksud kamu?"
"Papah sama Mamah sangat jarang pulang, mungkin bisa di hitung berapa kali mereka datang namun tidak pernah bersamaan."
"Jadi kamu tinggal sendirian?"
"Sebenarnya dengan paman ku, hanya saja sekarang dia memiliki pekerjaan di luar, jadi sudah beberapa hari tidak pulang."
"Aku minta maaf selalu membuly kamu, aku hanya cemburu melihat kamu sangat di sayangi oleh keluarga mu."
"Gak apa-apa, aku juga minta maaf karena tidak tau tentang itu," ucap Vira.
"Kamu bisa kok main ke sini, aku sangat senang karena tidak memiliki teman di sini."
Yuda masuk ke rumah. Vira mengajak Yuda makan cemilan yang ada di dalam dapur.
Tidak terasa hari semakin sore..
"Vira... Mbak pulang," ucap Bela.
Namun Vira tidak datang seperti biasa nya.
"Seperti nyah," ucap Bela.
Mereka masuk namun sangat kaget melihat Vira dan Yuda tidur di karpet ruang tamu.
"Loh kenapa anak ini bisa di sini?" tanya Dimas menunjuk Yuda.
"Ssttt!!! biarkan saja Kak, ayo mandi," ucap Bela.
Dimas mengikuti istri nya ke kamar.
Tidak beberapa lama akhirnya Vira dan Yuda terbangun. "Kita ketiduran di sini, ini sudah jam berapa?" tanya Yuda.
"Ini sudah jam enam sore, apa kamu tidak di cariin sama orang tua mu?" tanya Dimas.
"Om Dimas sudah pulang?" tanya Vira sangat senang dan langsung memeluk Dimas.
"Tadi kami pulang kalian berdua masih tidur dengan nyenyak."
"Iyah om, kami sambil mengerjakan tugas."
"Vira, kamu itu seorang perempuan, kenapa kamu membawa laki-laki kerumah kita?" tanya Bela.
"Ih mbak Bela ngomong apa sih? Aku hanya berteman dengan Yuda."
"Dia sangat tampan sekali, pantesan saja kamu mendekati nya."
"Sudah-sudah jangan meledek nya."
__ADS_1
"Kenalin saya om nya Vira, ini mbak nya. Kamu bisa panggil mbak sama Om juga. Sekarang kamu mau pulang?"
Yuda menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau pulang Om."
"Bagaimana kalau Keluarga mu mengkhawatirkan mu? Apa sebelumnya kamu sudah ijin?"
Dimas membujuk Yuda untuk pulang, dan akhirnya Yuda mau Dimas dan Vira mengantarkan nya.
Ternyata lumayan jauh dari sekolah. Setelah sampai di depan rumah Yuda Vira sangat kagum.
"Wahh rumah kamu jauh lebih cantik dari rumah kami," ucap Vira.
"Apakah orang tua mu lagi di rumah?" tanya Dimas.
"Orang tua Yuda berangkat keluar provinsi Om, Yuda tinggal sendirian di sini mungkin bersama pembantu juga."
"Iyah Om." jawab Yuda.
"Ya sudah kalau begitu kamu masuk sana, sampai jumpa Besok."
"Terimakasih banyak om," ucap Yuda dan pergi masuk.
Dimas tau kenapa dia jadi anak yang pendiam, "Teman kamu pasti kurang kasih sayang itu sebabnya dia seperti itu."
"Kamu tidak boleh jahat yah sama dia."
"Tapi terkadang dia ngeselin banget Om," ucap Vira.
"Namanya juga anak laki-laki, dia pasti sangat nakal dan juga iseng."
"Humm baiklah om," ucap Vira.
Tidak beberapa lama sampai di rumah. "Ayo makan dulu," ajak Bela.
"Wah Wangi banget sayang, apa kamu masak ini sendirian? kenapa kamu tidak tunggu aku?" tanya Dimas.
"Aku sudah sangat lapar kak," ucap Bela.
Dimas mengelus perut istri nya dan setelah itu duduk di salah satu kursi meja makan.
"Besok mbak masak yang banyak, Yuda sangat suka masakan mbak Bela. Kata nya sangat enak."
"Ah bisa saja, dia seperti anak orang kaya mana mungkin makanan sederhana seperti ini enak baginya."
"Iyah mbak, dia sangat suka."
"Ya sudah kalau begitu, besok mbak masak khusus untuk kalian berdua."
"Dengan ku bagaimana?" tanya Dimas.
Bela tersenyum karena suami nya benar-benar tidak.au terabaikan.
Serli di rumah yang sudah bersantai karena hari ini dia cepat pulang ke rumah.
Seperti biasa dia akan menggunakan waktu luang nya untuk perawatan di rumah.
"Aku tidak mau kalah dari wanita itu, aku bisa lebih cantik darinya," ucap Serli.
Tiba-tiba handphone nya berdering. "Halo?"
__ADS_1
"Buka pintu nya sayang, aku di luar," ucap Roi.