Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 131


__ADS_3

Kayla tersenyum. "Oh iya malam ini kamu tidur di ruang tamu gak apa-apa kan?"


Fahri mengangguk. Setelah selesai makan mereka istirahat karena besok masih harus melakukan banyak kegiatan.


Sementara di rumah sakit Dimas sama sekali tidak bisa tidur. Sudah beberapa hari dia tidak bisa tidur karena memikirkan Bela, sekarang yang dia pikirkan adalah masa depan nya dengan Bela.


Dia tidak berhenti memikirkan perkataan Rio tadi.


Dimas menatap Bela. "Tidak mungkin dia mau menikah dengan ku, aku terkenal dengan banyak keburukan, aku juga sudah membuat dia dalam masalah yang begitu banyak sehingga seperti ini.".


"Dan dia pasti memikirkan tanggapan orang lain tentang kasus yang sudah terjadi."


Dimas menghela nafas panjang di mengacak-acak rambut nya, karena tidak bisa tidur akhirnya dia memilih untuk keluar.


Keesokan paginya..


"Ante... Ante..." panggil Vira membangun kan Kayla.


Kayla kaget karena seseorang menepuk-nepuk wajah nya dan juga memanggil nya dengan sebutan ante.


"Dimas." Tiba-tiba dia bangun berfikir yang membangun kan nya adalah Dimas namun ternyata salah.


Dia heran melihat Vira sudah sehat dia juga sudah selesai mandi dan memakai baju sekolah.


"Kamu mau kemana? kamu masih sakit," ucap Kayla.


"Hari ini adalah hari perpisahan di sekolah ku Ante. Ante mau kan nganterin aku karena mbak Bela masih di rumah sakit kata om Fahri."


"Om Fahri dimana?" tanya Kayla.


Kayla keluar ternyata Dimas sedang menyiapkan makanan di atas meja.


"Sebaiknya Mbak langsung mandi, sebentar lagi acara sekolah Vira di mulai. Bela dan pak Dimas meminta kita mewakilkan mereka."


"Hah? Bagaimana bisa?" Kayla panik.


"Sebaik nya mbak mandi," Kayla sangat panik dia langsung ke Kamar mandi, tidak pernah begitu cepat dia dandan namun kali dia makeup tipis dan juga pakaian seadanya saja.


"Sudah siap ayo berangkat," ajak Kayla.


"Mbak yakin mau berangkat dengan pakaian seperti itu ke sekolah?"


"Aku hanya memiliki baju ini, tidak ada yang lain," ucap Kayla karena dress yang dia pakai sangat pendek sekali.


Akhirnya mereka memberanikan diri untuk melihat lemari Bela. Ternyata banyak baju yang sesuai dan cantik di badan Kayla.


Vira sarapan hanya bisa duduk santai melihat kehebohan Kayla. Kepanikan nya karena takut telat.


Tidak beberapa lama selesai akhirnya mereka berangkat. "Ayo cepat Fahri, sebentar lagi acara di mulai," ucap Kayla meminta Fahri cepat-cepat membawa mobil.

__ADS_1


"Sangat macet, kita harus hati-hati."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Hufff untung saja tidak telat," ucap Kayla. Dia membawa Vira masuk ke dalam.


Setelah Vira bergabung dengan teman-teman nya yang lain mengikuti acara, Kayla duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk orang tua nya.


Kayla melihat Fahri duduk di tengah-tengah banyak nya orang tua.


Semua orang melihat ke arah Kayla. "Walaupun sudah punya anak dia tetap cantik yah, suami nya juga terlihat sangat muda," kata-kata orang yang di dengar oleh mereka berdua.


"Ternyata memiliki anak itu repot juga yah," ucap nya kepada Fahri.


Fahri tersenyum. "Sebenarnya tidak terlalu repot kalau kita melakukan nya dengan tulus, sabar."


"Tapi beberapa hari menjaga Vira, cukup melelahkan."


"Bagaimana kalau besok kita memiliki anak? Apa kamu juga akan mengeluh?"


"Aku bisa membayar baby sister."


"Kenapa harus membayar baby sister? Bukan kah ibu nya ada? Ketika saya pulang bekerja saya akan membantu menjaga nya."


Mendengar itu kayla sangat terharu, dia jadi sedikit paham.


"Aku sangat lapar sekali, aku tidak sempat makan," ucap Kayla.


"Ini bekal untuk mbak, karena dari rumah tidak sempat makan."


"Kamu nyiapin ini untuk aku?"


Fahri mengangguk. Lagi-lagi Kayla baper dia hanya bisa senyum-senyum sambil menyembunyikan wajah malu nya.


Dia makan sambil menikmati acara yang ada.


Tidak beberapa lama akhirnya acara selesai.


Dimas menunjuk kan foto Vira yang di dampingi oleh Fahri dan juga Kayla.


Bela tersenyum. "Vira sangat bahagia sekali. Aku sangat berterimakasih kepada mbak Kayla dan juga Fahri," ucap Bela.


Setelah pulang dari sana, mereka akan ke sini," ucap Dimas.


"Serius kak? bagaimana kalau Vira melihat aku sakit seperti ini? Aku sangat pucat sekali," ucap Bela.


"Jangan khawatir, dia sudah tau kok, Vira juga mengerti."


Bela kagum dengan Dimas yang selalu bisa memberikan pengertian kepada Vira. Dan Vira bisa menerima nya dengan baik.


Setelah beberapa lama akhirnya Fahri dan Kayla sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Mereka membiarkan Bela, Vira dan Dimas di dalam.


"Huff hari ini cukup melelahkan, berdiri seharian dengan high heels seperti ini," ucap Kayla sambil memijit-mijit kaki nya.


Fahri mengangkat kaki Kayla ke paha nya membuat Kayla kaget. "Apa yang kamu lakukan?"


Namun Fahri tidak menjawab nya, dia membuka sepatu Kayla, benar saja kaki mulus Kayla lecet dan merah-merah.


Fahri memiliki salep di kantong jas nya.


"Fahri benar-benar bodyguard yang siaga, sungguh calon suami idaman," ucap Kayla.


Siapa yang tidak semakin cinta kalau seperti ini," batin Kayla.


Karena sudah malam, mereka harus membawa Vira kembali ke rumah.


"Bela, kamu cepat sembuh yah," ucap Kayla kepada Bela.


"Iyah mbak, terimakasih sudah mau menjaga Vira, sekali lagi aku minta maaf karena sudah merepotkan mbak dan juga Fahri."


Kayla mengangguk. Dia keluar membawa Vira.


Setelah pulang dari rumah sakit Vira yang tadi nya sangat ceria jadi lebih banyak diam.


Kayla dan Fahri hanya bisa basa-basi sedikit, melihat mood Vira kurang baik, mereka memilih untuk diam saja.


Setelah sampai di rumah, mereka makan terlebih dahulu setelah itu Vira langsung tidur di kamar nya.


Kayla meninggalkan Vira setelah dia tidur, dia melihat Fahri masih bekerja di ruang tamu.


Fahri kaget karena Kayla datang langsung menutup laptopnya dan memeluk lengan nya sambil bersandar di pundak Fahri.


"Ada apa mbak?"


"Kamu masih bertanya? Aku sedang tidak baik-baik saja," ucap Kayla.


Fahri meletakkan laptop nya dia menatap wajah Kayla.


"Perasaan tadi Vira yang sedih, kenapa mbak jadi ikut?" tanya Fahri.


Kayla mau menjawab nya namun langsung di cium oleh Fahri.


Kayla terdiam sejenak. "Aku hanya merasa kasian kepada Vira, dia masih sangat kecil sekali namun sudah menyimpan banyak beban."


Fahri memeluk Kayla, dia tau kalau Kayla memiliki hati yang lembut sehingga mudah memikirkan hal yang seharusnya tidak perlu di pikirkan.


"Percayalah Vira itu anak yang kuat, kalau dia melihat mbak sedih karena dia, dia akan semakin sedih," ucap Fahri.


Tatapan Fahri yang begitu tulus membuat Kayla kembali tenang.

__ADS_1


__ADS_2