Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 158


__ADS_3

"Oohh pantesan saja tidak asing, beruntung sekali dia mendapatkan wanita seperti kamu."


Serli sudah mulai tidak nyaman mereka semua sudah mabuk, pasangan nya mulai bertingkah aneh membuat nya tidak nyaman.


Dia hampir saja mau di cium oleh pria itu, bahkan paha nya di sentuh. Serli langsung berdiri.


"Ayolah sayang, kenapa kamu harus menghindari nya? nikmati saja, tidak mungkin kamu tidak pernah melakukan nya kan?" tanya pria itu.


"Lepaskan aku," ucap Serli.


Serli berlari ke arah toilet, namun Pria itu mengikuti nya.


"Jangan pergi sayang, kamu sangat cantik sekali," ucap pria itu memeluk Serli. Serli sudah sangat ketakutan Pria itu memaksa nya masuk ke dalam kamar yang tidak jauh dari sana.


Serli berteriak sekuat mungkin namun percuma saja, karena suara musik jauh lebih besar dari suara nya.


"Aku mohon lepas kan aku," ucap Serli.


"Aku sudah lama mengejar mu, namun kamu jual mahal, sekarang waktu nya aku balas dendam atas kesombongan mu itu."


"Aku minta maaf, aku minta maaf," serli sudah sangat ketakutan sekali.


pria itu mendorong Serli ke tempat tidur. "Kamu tau, pakaian ini sangat cocok sekali dengan mu, sangat mudah di buka," Dia langsung membuka baju Serli sekali tarik.


Serli sangat menyesal mau ikut dengan pria itu..Dia berfikir kalau dia akan baik-baik saja hanya karena Roi membawa pasangan jadi dia tidak mau datang sendiri.


Namun tiba-tiba pintu terbuka. Serli melihat Roi.


"Siapa kamu? Kenapa kamu datang ke sini?" tanya pria itu.


"Lepaskan dia!"


"Jangan ikut campur!"


Roi menarik baju pria itu dan mendorong nya ke dinding menghabisi nya sampai pria itu minta ampun dan pergi dari sana.


Serli mengambil pakaian nya dan menutupi tubuhnya. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Roi, namun Serli langsung memeluk Roi sambil menangis badan nya bergemetar.


Roi membawa Serli keluar dari sana. Tidak lupa membalut tubuh Serli dengan jas nya.


Dia mengantar kan Serli pulang ke rumah nya. "Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Roi setelah sampai di apartemen.


Serli mengangguk. "Aku baik-baik saja," ucap Serli.


"Baiklah kalau begitu, kamu istirahat saja, aku pergi dulu."


Namum tiba-tiba Serli menahan tangan Roi. "Aku sangat takut," ucap Serli.

__ADS_1


Roi duduk di samping Serli. "Kamu sudah di apartemen kamu, dia tidak akan datang ke sini."


"Bagaimana kalau dia marah dan datang ke sini?" tanya Serli.


"Kalau begitu aku akan menginap di sini satu malam," ucap Roi.


Serli mengangguk. Serli tidak mau lepas dari pelukan Roi. Sampai kedua nya tidur di sofa.


Sementara Bela kesusahan membopong badan besar milik Dimas masuk ke rumah nya.


"Huhh kalau tau seperti ini aku tidak mau ikut," ucap Bela. Karena Dimas mabuk berat bersama teman-teman nya.


Bela melihat Vira seperti nya masih bermain dengan pelayan akhirnya dia membawa Dimas ke kamar agar Vira tidak melihat nya.


"Bela... Kamu mau kemana sayang?" tanya Dimas menahan Bela setelah dia berbaring di kasur.


"Lepaskan aku!" ucap Bela dengan kesal.


Dimas tersenyum dia duduk. "Kenapa kamu cemberut seperti itu? seharusnya kamu harus bahagia di hari ulang tahun Tante ku."


"Sebaik nya kakak tidur saja," ucap Bela.


Dimas memegang tangan Bela. "Apa kita perlu melanjutkan minum lagi? Kamu sama sekali tidak mencicipi minyak itu."


"Jangan ngaco deh kak, sebaik nya kakak tidur karena kakak lagi mabuk."


"Sial apa yang harus aku lakukan?" Bela sudah sangat kelelahan akhirnya dia membiarkan Dimas di lantai begitu saja.


"Aaaaa!!! Hari ini sangat menyenangkan sekali," ucap Kayla.


Fahri menghela nafas panjang dia sudah mabuk di tambah lagi harus membawa Kayla ke kamar hotel yang sudah di siap kan untuk nya.


"Fahri, kenapa kamu diam saja? Kamu tidak menyukai acara hari ini? sekarang semua orang sudah tau kalau kita pacaran."


"Iyah mbak, aku senang, sekarang kita harus ke kamar dan istirahat."


Kayla Menatap Fahri. "Semua orang memberikan aku hadiah, semua orang juga mengucapkan selamat ulang tahun, kenapa kamu tidak mengatakan nya sama sekali?" tanya Kayla.


"Aku sudah mengatakan nya sebelumnya, apa semua harus di lakukan?"


Kayla menghela nafas panjang. "Kamu harus mengatakan nya dan memberikan aku Hadiah."


Sampai di kamar. Fahri membaringkan tubuh Kayla di kasur. "Mbak yakin ingin mendapatkan hadiah dari ku?" tanya Fahri.


Kayla mengangguk. "Semua nya sudah mbak punya, mereka semua sudah memberikan hadiah, kali ini aku akan memberikan hadiah yang sangat berbeda," ucap Fahri.


Kayla membuka matanya, dia menatap Fahri yang berada di atas nya.

__ADS_1


Kayla menyentuh bibir Fahri. "Apakah aku boleh request?" Fahri mengangguk.


Kayla langsung mencium bibir Fahri. "Awhh!!! Kenapa kamu menggigit bibir ku?" tanya Kayla kaget.


Fahri antara sadar dan tidak sadar, dia sudah kehilangan nafas namun Kayla sangat bernafsu.


Kayla membuka kemeja Fahri.


"Mbak jangan seperti ini." ucap Fahri ketika kayla mau membuka kancing celana nya.


Kayla menatap Fahri. Dia membuka tas nya dan memberikan satu kemasan kecil kepada Fahri.


"Mbak..." ucap Fahri kaget.


"Aku ingin mencoba nya, sudah lama aku ingin mencoba nya," ucap Kayla.


"Tapi mbak, kita belum menikah."


"Banyak orang di luar sana yang sudah melakukan nya sebelum menikah, toh juga nanti kita menikah."


Fahri menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau mbak, jangan gila mbak," ucap Fahri.


"Ini adalah hadiah yang aku katakan padamu saat menang dari Dimas."


"Mbak jangan seperti ini, bagaimana kalau pak Dimas tau."


"Kalau kamu tidak mau melakukan nya itu artinya kamu tidak sungguh-sungguh mau menikah dengan ku."


"Kita sama-sama mabuk mbak, sebaiknya kita istirahat, aku akan tidur di sofa."


Fahri langsung pindah ke sofa. Sebelum pindah ke sofa dia minum air putih yang ada di meja.


Setelah itu dia berbaring di sofa. Namun baru dua jam tidur dia terbangun karena badan nya terasa sangat panas sekali.


"Kenapa terasa sangat panas? AC nya sudah paling dingin," ucap nya.


Fahri melihat Kayla tidur. "Enggak-enggak, kau harus sadar Fahri,"


Semakin tidak bisa menahan diri, dia naik ke kasur dan mendekati Kayla.


"Mbak Kayla, ini semua semua perbuatan mbak kan?" tanya Fahri. Kayla terbangun dia berbalik dan merasakan nafas Fahri dan wajah Fahri sudah sangat merah.


"Badan ku sangat panas," ucap Fahri. Kayla tersenyum.


"Aku sangat kesal kepada mu, aku tau kamu asli nya mau kan?" tanya Kayla.


Fahri menggeleng kan kepala nya. "Mbak..." Fahri benar-benar tidak bisa menahan nya.

__ADS_1


Kayla mau mencium Fahri, namun Fahri langsung ke kamar mandi.


__ADS_2