
Dimas dan Vira duduk di ruang tamu, santai seperti biasa. Karena lebih banyak bersama Dimas, sifat Dimas yang dingin, cuek dan kalem jatuh kepada Vira.
Sekarang Vira sangat terlihat dewasa, dia tidak seperti anak kecil pada umumnya, dia akan mengikuti apa saja yang di lakukan oleh Dimas.
melihat Vira Dimas sangat gemas, dia tidak sabar ingin memiliki anak.
Bela berjalan ke arah dapur dia melihat dapur tempat nya dulu menangis, di marahin dan juga bahagia.
Dia melihat bekal makanan Dimas yang di beli pada saat itu, ternyata di simpan sangat baik dan tidak di pakai sama sekali.
Dimas juga tidak pernah mau di bawakan Bekal kalau bukan bela yang masak.
"Huff ini semua membuat aku mengingat masa lalu saja," ucap Bela.
Bela sampai malam ada di rumah Dimas. Karena besok dia memiliki kuliah pagi, dia memutuskan untuk kembali ke rumah nya.
Dimas di larang untuk mengantar kan nya, Bela memilih di antar oleh supir Dimas.
Keesokan harinya Kayla dan Fahri sudah bisa kembali ke Jakarta lagi.
Fahri memegang tangan Kayla sepanjang perjalanan. Bahkan di dalam pesawat.
"Apa mbak tau? aku sangat merindukan mbak walaupun setiap hari bertemu."
"Aku harus menghabiskan waktu bersama orang tua Mbak, sementara mbak sendiri sibuk dengan urusan mbak sendiri."
"Jadi sekarang kamu marah kepada saya?" tanya Kayla.
"Aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal saja karena Mbak tidak berinisiatif untuk mendekati ku, aku sangat malu untuk menghampiri atau mengajak mbak berbicara."
Kayla tersenyum. "Setelah ini kamu bisa melepaskan rindu mu," ucap Kayla.
Fahri mau mencium bibir Kayla.
"Jangan Fahri, bagi kalau ada yang melihat, kita masih di dalam pesawat."
Fahri lagi-lagi menghela nafas panjang dia bersandar di pundak Kayla.
Terkadang Fahri bersikap dingin membuat Kayla kesal, namun terkadang juga sifat nya berubah menjadi sangat manja seperti sekarang ini.
Kayla di tuntut harus mengerti mood Fahri karena dia lebih dewasa dan juga dia lah yang memilih Fahri.
Setelah beberapa lama akhirnya sampai di Jakarta, namun Kayla dan Fahri tidak langsung kembali ke rumah..
Kayla dan Fahri memesan hotel untuk melepaskan rindu mereka.
Sampai di sana Fahri tidak bisa menahan lagi dia mencium bibir Kayla sambil berjalan ke arah kasur.
__ADS_1
"Fahri apa yang kamu lakukan?" tanya Kayla.
"Maafin aku Mbak," ucap Fahri menghentikan ciuman nya.
Kayla tersenyum. "Aku tau kita berdua sama-sama memiliki nafsu, tapi kita harus tau batasan nya sampai di mana."
Fahri menatap Kayla, dia minta maaf karena terlalu berlebihan.
Kayla sama sekali tidak keberatan dia juga lah yang membuat Fahri terlalu bergairah kepada nya.
di tambah lagi Kayla yang selalu memakai baju yang mencetak tubuh nya.
Kayla meminta Fahri berbaring, Kayla juga ikut berbaring di dada bidang Fahri.
Fahri mengelus kepala Kayla.
"Apa kamu bersedia menikah dengan ku ketika Dimas sudah menikah?" tanya kayla.
"Sekarang aku siap mbak, hanya saja aku tidak yakin keluarga mbak setuju dan juga aku belum menghasilkan uang yang banyak untuk Mbak."
"Saya memiliki banyak uang untuk kamu, kenapa kamu takut kalau kamu tidak bisa memberikan uang kepada ku?"
"Kamu juga bisa melanjutkan bisnis orang tua ku."
"Mereka sudah tua, tapi tidak ada yang ingin melanjutkan bisnis nya."
Fahri tetap merasa insecure karena Kayla begitu sempurna bagi nya yang hanya menjadi anak yatim piatu.
Satu malam mereka tidur di sana, setelah itu mereka kembali ke rumah.
"Bukan kah kalian datang dari kemarin? Kenapa baru sampai di rumah?" tanya Dimas.
"Tumben banget kamu perduli sama Tante, biasa nya tidak. Kamu malah berharap agar aku tidak datang," ucap Kayla.
Dimas menghela nafas panjang. "Bagaimana kabar Kakek dengan nenek?" tanya Dimas.
"Baik-baik saja, mereka tetap mengkhawatirkan kamu."
"Kenapa Tante tidak bilang kalau aku di sini baik-baik saja?"
"Aku sudah mengatakan nya, namun tetap saja mereka mengkhawatirkan kamu."
Dimas menghela nafas panjang. "Oh iya apakah besok jadi pergi jiarah?" tanya Kayla.
Dimas mengangguk. Dia sudah menunggu waktu yang lama untuk jiarah.
Dimas melihat Kayla yang masuk ke kamar nya mau istirahat. "Fahri saya ingin berbicara dengan kamu," ucap Dimas.
__ADS_1
"Ya Allah apa yang mau di bicarakan oleh pak Dimas? Kenapa terlihat sangat serius sekali," ucap nya.
Fahri duduk di depan Dimas, Dimas menatap nya dengan tatapan dingin.
"Ada yah Pak?"
"Bagaimana cerita tentang perjalanan kalian?" tanya Dimas. "Semua nya baik-baik saja Pak."
"Apa kamu tidak tertekan oleh Tante saya kan? Kalau kamu tidak betah langsung katakan saja."
Fahri mengangguk. "Baik pak, untuk sekarang semua nya masih baik-baik saja, mbak Kayla sangat baik kepada saya."
"Bagus deh kalau begitu," ucap Dimas.
Setelah selesai berbicara Fahri langsung berpamitan untuk istirahat ke kamar nya, dia tidak ingin lama-lama di sana takut bos nya bertanya yang aneh-aneh.
Di malam hari nya mereka Dimas dan Kayla makan malam di luar bersama.
"Tumben banget gak pergi sama Bela dan Vira?" tanya Kayla.
"Untuk sekarang aku harus hati-hati menemui dia, dan aku juga tidak boleh lebih sering bertemu dengan dia."
"Emang nya kenapa? Apa orang tua nya marah?"
"Bukan Tante, tapi ada orang yang mengikuti aku dan juga Bela sehingga mereka mau mencelakai Bela dan Vira."
"Bagaimana bisa? Siapa mereka?"
"Untuk sekarang masih di curigai kalau itu adalah suruhan musuh pak Irfan."
"Kenapa tidak minta tolong kepada Rio? dia cukup mahir mencari informasi seperti ini."
"Tidak mungkin Tante, dia akan menolak kalau tau ini tentang Bela."
"bukan hanya tentang Bela, kalau dia mengikuti kamu, itu arti nya dia juga mengincar nyawa kamu."
"Tapi tetap saja Rio Tidak boleh tau kalau aku berhubungan dengan Bela."
"Huff terserah kamu saja, Tapi aku sangat yakin kalau sekarang masih banyak orang yang ingin membunuh Bela, karena mereka pasti mau mengambil semua harta kekayaan Bela dan. Vira Yang di tinggal kan oleh orang tua nya.
Mereka lanjut makan makan malam, banyak yang mereka bicarakan di sana.
Sementara di rumah Bela, dia sedang melihat aplikasi belanja online, dia sudah lama tidak membeli barang-barang baru, dia ingin memperbaiki penampilan nya.
Dia membeli beberapa pakaian mahal dan juga barang-barang lainnya.
Awal nya Bela kaget dengan total belanjaan nya namun tetap saja dia sangat senang barang-barang itu semua nya dia suka.
__ADS_1
Membeli barang-barang itu tidak akan terlihat habis karena uang nya sangat banyak.