
"Apa iya? aku pikir tidak hanya mengidolakan, seperti nya juga menyukai." ucap Bela.
Dimas tersenyum tipis dia melihat ke arah Bela.
"Apa kamu sedang cemburu? saya baru melihat kamu cemburu seperti ini."
"Siapa yang cemburu? Aku tidak berhak untuk cemburu." ucap Bela.
Dimas melihat wajah Bela yang cemberut.
"Kamu membaca buku nya terbalik." ucap Dimas sambil membenarkan buku yang di tangan Bela.
"Aku bisa membaca buku terbalik." ucap Bela membuat Dimas terdiam.
Dimas menatap wajah Bela yang sangat cemberut dan sangat murung sekali.
"Apa kamu cemburu?" tanya Dimas.
"Enggak! Ngapain aku cemburu."
Dimas menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu kita pulang."
Sepanjang perjalanan Bela hanya diam saja, dia mengingat Dimas yang tertawa begitu puas dengan wanita cantik yang ada di sana tadi.
Mereka sampai di rumah tapi Bela tetap mengabaikan Dimas, dia langsung masuk ke dalam rumah.
Semua orang melihat Bela murung mereka bingung.
"Sini saya bantu Tuan." ucap pelayan membawa barang-barang Dimas masuk ke dalam rumah.
Dimas mengikuti Bela ke kamar.
"Saya mau mandi."
Bela memberikan handuk dan tidak lupa memberikan pakaian ganti juga.
Selama satu hari Dimas di abaikan oleh Bela. Dimas melihat Bela yang sibuk dengan urusan nya sendiri.
"Arghh!!! Aku berhasil membuat dia cemburu, hanya saja sekarang dia tidak mau berbicara dengan ku," ucap Dimas pusing sendiri.
Di malam hari nya Dimas memberanikan diri untuk mendekati Bela yang duduk di luar.
"Bela sudah seharian kamu mengabaikan saya, apa kamu masih marah tentang tadi?" tanya Dimas dengan nada bicara yang sangat lembut sekali.
Bela tidak menjawab nya.
"Bela saya tidak bisa seperti ini, saya minta maaf kalau membuat kamu marah."
Bela menatap Dimas.
"Aku tidak marah."
"Kalau kamu tidak marah, kamu pasti tidak akan mengabaikan saya seperti ini."
"Aku cemburu melihat bapak dekat dengan wanita lain, Bapak bilang kalau Bapak suka sama aku, namun setiap ada perempuan bapak selalu merespon nya."
Dimas menatap Bela.
"Saya memang merespon nya, namun hanya sekedar berbicara, saya hanya mencintai kamu."
Dimas mau memegang tangan Bela namun Bela langsung menghindari nya.
"Jangan coba-coba untuk menyentuh ku!"
Dimas menghela nafas panjang panjang.
"Saya akan melakukan apapun agar kamu mau memaafkan saya."
__ADS_1
Bela menatap Dimas.
"Aku ingin menggunakan dua permintaan ku yang belum Bapak penuhi."
Dimas mengangguk.
"Katakan saja."
"Aku ingin malam ini tidur di kamar yang lain."
Dimas menghela nafas panjang dia mengusap wajah nya sambil menatap Bela.
"Hampir setiap hari kamu meminta hal ini Bela, bukan kah saya sudah membeli sofa baru untuk kamu? Kalau kamu tidak nyaman kamu bisa tidur di tempat tidur saya akan tidur di sofa, saya tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu."
"Pokoknya malam ini aku ingin tidur di tempat yang lain."
Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak mau!"
"Kalau begitu aku akan terus marah kepada bapak."
Dimas menghela nafas panjang.
"Permintaan lain saja." ucap Dimas.
"Kalau begitu aku ingin minta ijin kalau besok aku mau keluar bersama mbak Serli."
"Kemana?" tanya Dimas.
Bela menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak tau, mbak Serli yang ngajakin."
Dimas menghela nafas panjang dia menatap Bela.
Bela tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Aku ngantuk aku mau tidur."
"Kamu sudah memaafkan saya kan?" tanya Dimas.
"Aku tidak tau."
Dimas mengejar Bela masuk ke dalam kamar.
Bibik melihat Dimas yang sangat manja kepada Bela.
"Humm pantesan saja akhir-akhir ini rumah ini sangat nyaman, sangat hangat ternyata ada yang sedang jatuh cinta.," ucap Bibik.
Keesokan paginya Bela bergeliat karena mendengar suara alarm. Dia mau bangun namun kaget kenapa tempat tidur nya terasa aneh dan juga ada yang memeluk pinggang nya sehingga dia sulit bergerak.
Bela melihat ke belakang nya ternyata dia tidur di kasur di peluk oleh Dimas.
"Kenapa aku bisa tidur di sini?" tanya Bela Heran.
"Sangat aneh sekali." Bela mencoba mengingat-ingat kenapa dia bisa di kasur.
"Kamu sudah bangun?" tanya Dimas kepada Bela.
Bela langsung turun dari tempat tidur.
"Kenapa aku bisa tidur di sini? Apa yang bapak lakukan?" tanya Bela.
Dimas duduk dia tersenyum kepada Bela.
"Kenapa kamu kaget seperti itu? saya hanya menggendong kamu ke sini dan tidak melakukan apapun. Saya hanya mencium pipi kamu dan memeluk kamu."
"Bapak! Kenapa bapak sangat lancang sekali?"
__ADS_1
Dimas tersenyum.
"Kalau saya ijin, kamu pasti tidak mau."
Bela mau marah namun Dimas langsung masuk ke kamar mandi.
"Sudah lah tidak perlu ribut seperti itu, kamu juga sangat nyaman tidur di pelukan saya."
"Nyebelin banget sih!" ucap Bela.. Dimas tertawa dia langsung masuk ke kamar mandi.
Bela keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur namun semua mata menatap nya dengan tatapan aneh.
"Pagi semua nya?" tanya Bela.
"Kenapa Kalian semua menatap ku seperti itu? apa ada yang salah?" tanya Bela.
"Enggak,, gak ada kok." ucap mereka semua secara bersamaan membuat Bela semakin bingung.
Bela lanjut masak sebelum Dimas selesai siap-siap..
Dimas Keluar dari kamar Bela sudah menyiapkan makanan.
"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Dimas menahan tangan Bela.
Bela melihat ke sekeliling nya.
"Pak lepas kan, bagaimana kalau ada yang melihat."
Dimas melepaskan nya.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Dimas.
"Aku akan makan setelah bapak selesai makan."
"Makan lah dengan saya di sini."
"Tidak Pak."
"Kenapa? kamu harus belajar menjadi istri saya nanti."
"Jangan aneh-aneh yah pak, hubungan saja tidak ada, boro-boro jadi istri."
Dimas tersenyum melihat wajah Bela yang sangat kesal kalau Dimas membahas itu.
Dimas lanjut makan.
"Memang masakan Bela tidak ada dua nya, bagaimana saya tidak jatuh cinta, semua tentang nya sungguh berkesan dan sangat saya sukai."
Bela mengantarkan Dimas ke depan mau berangkat ke kantor.
"Apa kamu jadi hari ini kamu jadi pergi bersama Serli?" tanya Dimas.
"Seperti nya tidak jadi pak, karena ini hari Senin mbak Serli pasti sibuk di kantor."
"Serli saya berikan libur hari ini, jadi dia bisa pergi sama kamu."
"Bapak sungguh baik, terimakasih."
"Ck,,, setelah seperti ini kamu baru berbicara sangat manis kepada saya."
Bela menghela nafas panjang.
"Kalau begitu Bapak berangkat lah ke kantor dengan hati-hati." ucap Bela.
"Ambil lah kartu ini, beli apapun yang kamu mau seperti baju, makeup atau keperluan lain nya."
"Tapi pak."
"Kalau kamu tidak membeli nya saya akan memberikan kamu hukuman!"
__ADS_1