Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 97


__ADS_3

"Mungkin mereka pacaran, karena om Kevin sangat baik kepada mbak bela."


Dimas seperti terbakar oleh api, dia melonggarkan dasinya.


"Jadi kamu lebih memilih siapa? Om Dimas atas Pria itu!"


"Nama nya om Kevin, bukan Pria itu!" ucap Vira.


"Terserah siapa saja namanya, sekarang katakan siapa yang kamu suka," ucap Dimas.


"Aku tetap suka sama om Dimas," ucap Vira memeluk Dimas cukup menenangkan hati Dimas.


Di dalam mobil perjalanan ke acara tersebut.


"Bagaimana bisa pak Dimas di apartemen kamu?" tanya Kevin.


"Loh kamu kenal sama pak Dimas?" tanya Bela. Kevin mengangguk.


"Aku tidak terlalu kenal, tapi tau dia karena kasus kemarin," ucap Kevin.


"Oohh," ucap Bela.


"Dia di sana karena Vira, kalau bukan karena pak Dimas mungkin sampai sekarang aku tidak bisa membujuk Vira kembali sekolah."


"Huff melihat Vira akrab seperti tadi saja aku tau bagaimana hubungan mereka."


Bela tersenyum sambil mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.


"Bela.. Kevin... akhirnya Kalian datang." Yana langsung menyambut mereka dengan kekasih nya.


Kekasih Yana bukan anak kuliah lagi melainkan pebisnis muda. Yana cukup cantik dan dia berasal dari keluarga kaya.


"Wahh kalian terlihat sangat cocok sekali," lanjut mbak Yana.


"Kami bukan../Sudah tidak perlu dijelaskan, Yana sudah banyak menceritakan tentang kalian kok, kalian juga sangat serasi."


Bela menoleh ke arah Yana yang tersenyum lebar.


"Seperti nya Yana sudah bercerita yang aneh-aneh kepada mbak nya," batin Bela.


Tidak terasa hari semakin malam, Bela terus melihat ke arah jam yang sudah di angka delapan.


"Kapan acara nya selesai? kenapa sudah malam seperti ini belum juga kelar."


"Sabar, paling bentar lagi selesai,," ucap Kevin.


Bela sangat mengkhawatirkan adik nya di rumah sehingga pikiran nya tidak bisa tenang.


"Bagaimana ini? Apa pak Dimas membawa Vira? Kenapa Dia tidak menjawab telpon ku?" tanya Bela dia juga mengirimkan pesan namun sama sekali tidak di baca.


Sudah jam sembilan malam, akhirnya mereka memutuskan pulang terlebih dahulu sebelum acara selesai.


"Terimakasih banyak yah sudah mengantarkan aku pulang," ucap Bela setelah sampai di depan apartemen.


"Iyah sama-sama, sampai jumpa Besok," ucap Kevin.

__ADS_1


Bela berlari masuk ke dalam. Dia masuk dan tidak melihat siapapun di sana, dia memanggil Vira namun tidak di jawab.


Bela sudah sangat panik, namun dia heran kenapa tas, Handphone dan juga sepatu Dimas masih di sana.


Bela langsung memeriksa ke dalam kamar dia sangat lega ternyata Dimas sudah tidur bersama Vira, dan mereka sedang berpelukan terlihat tidur begitu nyenyak sekali.


Bela menghela nafas panjang. "Ya Allah untung saja mereka di rumah, aku sudah deg-degan sekali," ucap Bela.


Dimas mendengar Bela dia bangun. "Kamu sudah pulang?" tanya Dimas.


Bela mengangguk. "Aku minta maaf karena pulang terlalu larut malam, aku minta maaf," ucap Bela.


Dimas melihat ke arah jam. "Karena kamu sudah pulang, saya juga harus pulang."


"Tapi ini sudah malam Pak."


Dimas menatap Bela.


"Saya tidak bisa tidur di sini karena Besok pagi saya ada pekerjaan di luar kota lagi."


"Bagaimana dengan Vira?" tanya Bela.


"Maksudnya?"


"Bagaimana kalau besok, Vira bertanya tentang Bapak?"


"Tidak perlu khawatir, saya sudah berbicara kepada dia."


Bela terdiam sejenak dia akhirnya mengijinkan Dimas untuk keluar dari kamar.


"Apa Bapak masih marah kepada saya?" tanya Bela.


"Kenapa saya harus marah kepada kamu?" tanya Dimas.


"Tentang masalah yang sudah terjadi, di tambah lagi sikap saya kepada bapak."


Dimas menghela nafas panjang.


"Saya tidak bisa marah kepada orang yang saya cintai, apapun itu kesalahan nya saya tidak bisa membenci kamu."


Bela mendekati Dimas. "Apakah Bapak masih mencintai perempuan seperti aku?" tanya Bela.


"Apa yang salah dengan kamu? Kenapa saya berhenti mencintai kamu?" tanya Dimas.


"Aku adalah anak..."


"Ssttt!!! Itu bukan kesalahan kamu, lagian semua nya sudah berjalan seperti apa yang seharusnya."


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian, jangan pernah membawa-bawa masalah itu dalam hubungan kita."


Bela terdiam. "Aku. sudah banyak melakukan kesalahan, aku juga mengatakan hal yang menyakiti hati bapak dan juga menghianati bapak."


Dimas langsung memeluk Bela yang berusaha dari tadi menahan Air mata nya.


"Saya tidak pernah membahas ini kepada kamu, saya tidak ingin mengingat nya," ucap Dimas.

__ADS_1


Bela melepaskan pelukan Dimas, namun Dimas menahan nya.


"Lepaskan aku, bukan kah Bapak marah sehingga mengabaikan aku beberapa hari dan membiarkan aku tiga hari menunggu bapak seperti pengemis?" ucap Bela.


Dimas menghela nafas panjang.


"Saya melakukan itu karena terpaksa, saya melakukan itu demi kamu."


"Demi aku? aku rasa bukan karena aku, tapi Bapak sudah tidak ingin bertemu dengan ku."


"Bukan kah kamu sendiri yang mengatakan agar saya berhenti mendatangi kamu dan juga Vira?"


"Jadi Bapak akan melakukan apapun semua yang aku minta?" tanya Bela.


"Saya akan melakukan apapun itu demi kamu bahagia."


"Kalau begitu aku ingin kita baikan," ucap Bela.


"Bukan kah sekarang kita sudah berbaikan?" ucap Dimas.


Bela tersenyum. "Apa kamu juga akan melakukan apa yang saya mau?" tanya Dimas.


"Hanya satu permintaan saja."


"Saya ingin kita balikan," ucap Dimas. Bela terdiam sejenak.


"Kenapa kamu diam?"


"Saya masih mencintai kamu, saya akan berusaha terus agar kita kembali seperti dulu."


Bela sedikit bingung bagaimana menjawab nya.


"Kamu tidak perlu menjawab nya, perlahan-lahan kita akan berbaikan karena keadaan, tapi saya mohon jangan larang saya untuk berada di dekat kamu dan juga Vira."


Bela mengangguk sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya pulang dulu," ucap Dimas. Bela mengangguk tidak mengatakan apapun dia mengantarkan Dimas keluar.


Setelah Dimas pergi dia langsung duduk di sofa sambil senyum-senyum sendiri karena dia sangat bahagia karena hubungan nya sudah membaik dengan Dimas.


Begitu juga dengan Dimas Setelah sampai di rumah dia tidak bisa tidur karena sangat bahagia sekali.


"Aku tidak boleh lalai sedikit pun, aku akan berusaha mendapatkan Bela dan segera menikahi nya." ucap Dimas.


Sementara di kamar Kayla dia menjerit kesakitan. Fahri yang kebetulan lewat dari depan pintu kamar nya terkejut, dia langsung masuk Tampa mengetuk pintu.


"Ada apa?" tanya Fahri.


"Kenapa kamu masuk ke kamar ku? Apa kamu tidak memiliki sopan santun?" tanya Kayla.


"Saya kaget mendengar suara jeritan, ada apa mbak?" tanya Fahri.


"Perut saya sangat sakit," ucap Kayla.


"Apa mbak mau ke kamar mandi?" tanya Fahri.


"Bukan!"

__ADS_1


"Apa mbak mau obat?" tanya Fahri.


"Enggak! Aku sakit perut karena menstruasi!" ucap Kayla dengan kesal.


__ADS_2