Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 161


__ADS_3

"Aku akan tinggal beberapa hari di rumah utama kak, kakak sebaiknya menyiapkan masalah nya sampai selesai."


Pesan dari Bela membuat Dimas kesal. "Kenapa Bela tidak bisa berubah? Apa keputusan kabur-kaburan seperti ini menjadi jalan keluar? kenapa tidak di bicarakan?" batin Dimas.


Di tempat lain Serli sudah sangat kelelahan dia belum menyelesaikan pekerjaan nya. Tidak sengaja dia melihat Roi yang baru saja keluar dari ruangan Dimas.


"Kenapa dia belum pulang jam segini?" batin Serli.


Roi bekerja seharian di ruangan Dimas. Setelah pekerjaan nya selesai dia memutuskan untuk kembali ke apartemen nya.


"Roi!" panggil Serli. Dia berhenti sebelum keluar dari perusahaan.


"Apa kamu mau pulang?" tanya Serli.


Roi mengangguk. "Kamu kenapa belum pulang? Ini sudah jam sembilan malam."


"Aku belum bisa pulang karena pekerjaan ku masih sangat banyak," ucap Serli.


Roi melihat jam. "Kalau begitu kamu bisa lanjut pekerjaan kamu, aku masih ada urusan."


Serli menghela nafas panjang melihat Roi pergi begitu saja.


"Menyebalkan sekali! Di saat aku tidak suka dia malah menghabiskan waktu untuk mengganggu ku, di saat aku butuh dia sekarang dia malah sibuk."


Serli kembali ke ruangan nya.


"Huff ini semua kapan selesainya?"


"Aku ingin pulang, aku rindu kasur ku," ucap Serli sambil merengek.


"Tok!! Tok!! Tok!! ketukan pintu membuat nya kaget.


"Siapa yang mengetuk pintu? Perasaan semua orang sudah tidak di kantor lagi," batin Serli.


Tidak beberapa lama pintu terbuka. "Haaaa...." dia melempar kan buku yang di atas meja ke arah pintu.


"Roi, kenapa kamu di sini? Kamu membuat aku kaget saja!" ucap nya.


Roi menghela nafas panjang, dia meletakkan buku kembali di atas meja.


"Kamu jelas tau kalau kamu penakut dan tidak ada orang di perusahaan ini lagi, kenapa masih memaksa kan diri bekerja?" tanya Roi.


"Aku harus menyelesaikan ini untuk laporan besok."


Serli menghela nafas. "Nih untuk kamu," Roi memberikan KFC dan juga kopi.


"Wahh ini seriusan untuk ku? aku benar-benar sangat lapar sekali sekarang."


Roi mengangguk. Serli Langsung makan. Sementara Roi duduk di samping nya memeriksa pekerjaan Serli.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Serli. Roi mengangguk.

__ADS_1


Namun Serli berniat menyuapi nya ayam. "Apa yang kamu lakukan? aku sudah makan."


"Ya sudah kalau tidak mau," Tiba-tiba Roi menahan dan memakan nya.


Serli tersenyum. Setelah selesai makan Serli lanjut bekerja.


Roi tidak paham, dia hanya bisa menemani Serli saja.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. "Akhirnya selesai juga," ucap Serli.


"Ayo pulang," ucap Serli kepada Roi. Namun ternyata Roi sudah tidur di Sofa.


Serli mendekati Roi dan jongkok di dekat nya.


Tiba-tiba Roi bangun dia menatap Serli.


"Aaaa!!!" Serli kaget karena dia sangat fokus memerhatikan wajah Roi yang sedang enak tidur.


Roi membantu nya berdiri. "Kalau sudah selesai, ayo pulang," ucap Roi.


Mereka keluar dari perusahaan. "Aku tidak bawa mobil karena aku dengan pak Dimas ke sini," ucap Serli.


"Aku juga tidak bawa mobil," ucap Roi.


"Lalu kalau tidak naik mobil, kamu naik Apa?" tanya Serli. Roi menunjuk ke arah motor besar yang terparkir di depan.


Serli melihat rok mini nya.


"Aku sudah terbiasa berpakaian seperti ini," ucap Serli.


"Kalau begitu aku akan menelpon taksi untuk mu."


"Tidak perlu, aku bisa naik motor itu."


"Tidak mungkin, kamu bisa masuk angin kalau terkena angin malam."


"Aku tidak apa-apa," ucap Serli. Roi menghela nafas panjang.


Dia membuka jaket nya dan mengikat kan kepinggang Serli.


"Kamu bisa pakai helm, aku akan pakai topi," ucap Roi.


Mereka meninggalkan perusahaan. "Aku minta maaf yah atas semua sifat ku sama kamu," ucap Serli.


"Aku sudah melupakan nya, seharusnya aku tidak melakukan hal bodoh seperti itu," ucap Roi.


"Apa sekarang kamu membenci ku? Sifat kamu yang biasa nya perduli sekarang sudah sangat cuek kepada ku," ucap Serli.


"Bukan nya kamu yang minta, agar aku tidak menggangu kamu lagi?" ucap Roi.


"Aku minta maaf," ucap Serli.

__ADS_1


"Soal tadi malam, aku mau berterima kasih sama kamu, mungkin kalau bukan karena bantuan kamu, pasti dia sudah berhasil memerkosa ku."


Roi hanya diam saja, fokus membawa motor agar cepat sampai.


Serli memberanikan diri untuk memegang pinggang Roi.. Namun Roi menarik tangan nya agar memeluk nya dengan erat.


"Kenapa saat dekat dengan Roi rasanya nyaman banget sih, huff sekarang aku kembali menyukai nya lagi, aku rasa dia pasti belum tau caranya menyukai ku."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Serli. "Besok pagi aku akan menemui pak Dimas di kantor, aku akan menjemput kamu besok."


"Kamu seriusan?" tanya Serli. Roi mengangguk.


"Pakai motor ini saja gak apa-apa kok," ucap Serli. Tidak di jawab Roi langsung pergi.


Di rumah Dimas...


"Untuk apa mbak memikirkan nya berlebihan sehingga tidak bisa tidur seperti ini?" tanya Fahri kepada Kayla yang bergadang.


"Aku yakin sekarang Bela pasti sangat sedih, ini semua karena aku."


"Berhenti menyalah kan diri sendiri," ucap Fahri.


Kayla bersandar di dada Fahri, "Aku sudah bilang jangan terlalu di pikirkan mbak," ucap Fahri.


Kayla mengangguk. Dia beristirahat di pelukan Fahri.


"Oh iya mbak, tentang tadi malam.."


"Lupakan saja, jangan membahas itu sekarang, itu terjadi karena aku mabuk."


Fahri menghela nafas panjang. "Aku hanya mau bilang, apa mbak sengaja meletakkan obat perangsang di air putih itu?" tanya Fahri.


"Aku melakukan nya tidak berfikir dengan baik, aku minta maaf." Fahri terdiam.


Dimas sampai di Depan rumah utama, namun penjaga menahan nya. Dia tidak di ijinkan masuk ke dalam.


"Non Bela... Non Bela," pelayan mengetuk pintu kamar Bela.


Bela belum bisa tidur dia membuka pintu. "Ada apa Bik?"


"Di luar gerbang ada tuan Dimas," ucap pelayan.


"Ngapain dia ke sini?" batin Bela. "Biarkan dia masuk," ucap Bela.


"Yakin non? bagaimana kalau tuan Dimas mau melakukan sesuatu yang buruk."


"Tidak apa-apa bik, biarkan saja masuk."


Akhirnya Dimas di ijinkan masuk ke dalam. Bela menghampiri Dimas. "Apa yang kakak lakukan di sini? Kakak mau menimbulkan masalah baru lagi?" tanya Bela.


Dimas melihat ke sekeliling sudah tidak ada orang. "Bela, justru aku yang harus bertanya kenapa kamu ke sini setelah terjadi masalah seperti ini? apa kita tidak bisa membicarakan nya dan mengatasi nya bersama-sama?" tanya Dimas.

__ADS_1


"Aku harus melakukan apa? aku tidak bisa melakukan apapun," ucap Bela.


__ADS_2