Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 199


__ADS_3

"Sebentar lagi," ucap Dimas.


"Kamu mau menikah atau tidak Dimas?" tanya Kayla. Dimas langsung duduk dia menatap telpon Fahri.


"Sebaiknya Urus saja calon suami Tante," ucap Dimas dengan julit.


"Kamu di bilangin ngeyel banget," ucap Kayla.


"Ayo bangun Faris, kalau Nenek dan Kakek tau kalian masih tidur, mereka akan marah besar."


"Iyahh, ini sudah bangun kok."


Setelah selesai berbicara telpon langsung mati.


Dimas menoleh ke arah Fahri. "Hari ini kita akan menjadi seorang suami, bagaimana kalau kita melakukan sesuatu sebelum kita siap-siap."


Fahri menoleh ke arah jam. "Ini masih sangat pagi, bagaimana kalau kita olahraga agar tidak terlalu gugup nanti dan kita bisa kuat sepanjang hari," ucap Fahri.


"Ide yang sangat bagus," karena mereka laki-laki tidak terlalu repot, mereka juga tidak harus memeriksa pernikahan semua nya sudah di atur dengan baik oleh keluarga dan juga anggota nya.


Tempat acara sudah mulai ramai karena keluarga sudah pada datang.


Fahri dan Dimas juga sudah ada di sana. "Calon mantu sama cucu nenek sangat tampan sekali. Calon istri kalian pasti sangat kagum melihat ketampanan kalian.


"Aku selalu Tampan nek."


"Benar banget," ucap Kakek kepada Dimas.


Saat enak berbincang-bincang pak Irfan dan juga Bu Sisi sudah datang di dampingi oleh Polisi.


Melihat semua keluarga Dimas membuat Bu Sisi dan juga pak Irfan tidak berani mengangkat kepala nya.


Dimas mendekati mereka. "Terimakasih sudah datang Pak." ucap Dimas.


"Di mana Bela? apa dia belum datang?"


"Sedang dalam perjalanan ke sini Pak."


"Pak polisi lepaskan borgol di tangan nya." Pak polisi mengikuti nya dan mereka menunggu di luar.


Tidak beberapa lama akhirnya Pengantin Perempuan datang. Namun tidak ada yang tau siapa yang datang pertama.


Dua penghulu sudah menunggu mereka. Dimas dan Fahri sudah menunggu berdiri di depan berharap pasangan masing-masing yang datang.


"Aku yakin ini pasti Bela," ucap Dimas.

__ADS_1


Namun ternyata itu adalah Kayla. Fahri tersenyum bahagia ketika melihat Kayla berjalan ke arah nya.


"Mempelai wanita memasuki ruangan," aba-aba kedua dari MC membuat jantung Dimas tidak berhenti berdetak.


Yang pertama kelihatan adalah Vira yang menyebarkan bunga.


"Wahh calon adik ipar ku sangat cantik sekali, dia sangat mirip seperti Bela," batin Dimas.


Tidak beberapa lama Bela datang di dampingi Yana dan masih banyak keluarga di belakang nya.


Dimas semakin gugup, deg-degan. Pengucapan ijab Kabul di mulai dari Kayla terlebih dahulu dan setelah itu lanjut kepada Dimas.


Tidak begitu banyak halangan, mempelai pria hanya sangat gugup sehingga gagal mengucapkan nya beberapa kali.


Setelah sah mereka di bacakan doa dan setelah itu mempelai Pria mencium kening istrinya.


Pak Irfan dan Bu Sisi ikut bahagia melihat putri nya. Walaupun dengan keadaan hati yang sangat sakit karena menyesal melakukan kesalahan sebelumnya.


Waktunya sungkeman kepada orang tua. Bela tidak bisa menahan tangisannya ketika bersujud di depan kedua orang tua nya.


Namun Dimas menguatkan nya. Dia tidak ingin istri nya menunjukkan kesedihan nya di sini.


Setelah beberapa lama akhirnya acara selesai berjalan dengan lancar.


Setelah acara selesai. Dimas berbincang-bincang terlebih dahulu dengan teman-teman dan keluarga nya di luar.


Sementara Fahri dan Kayla langsung istirahat di suruh Nenek dan kakek.


"Sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri, itu artinya kita sudah boleh satu kamar kan?" tanya Fahri dengan sangat polos.


Kayla mengangguk. "Iyah," ucap Kayla.


Mereka masuk ke kamar hotel yang sudah di desain sangat bagus sekali dan cantik di hiasi bunga.


"Humm karena tidak ada orang yang ikut ke sini, aku butuh bantuan kamu untuk melepaskan semua ini," ucap Kayla menunjukkan riasan dan juga semua yang masih lengkap di badan nya.


Hotel nya dan juga hotel keluarga nya berbeda. Kakek dan Nenek sengaja membuat pisah walaupun tidak terlalu jauh.


Sementara di tempat lain. Dimas masih asik berbincang-bincang dengan teman-teman nya sehingga tidak sadar kalau sudah jam 12 malam.


"Dimas, sebaik nya kamu pergi istirahat. Kamu pasti sangat lelah," ucap Kakek. Dimas mengangguk.


Menggunakan kecepatan berjalan dia akhirnya sampai di depan pintu kamar hotel nya.


"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu Sebelum masuk. Saat masuk dia kaget karena ternyata di kamar nya sangat ramai sekali.

__ADS_1


Mereka semua terdiam menoleh ke arah Dimas yang terdiam.


"Malam ini mereka semua akan tidur di sini kak, gak apa-apa yah?" ucap Bela.


Dimas tidak bisa menolak, dia terpaksa menyelip di samping Bela tidur di karpet semua semua keluarga dan teman-teman Bela tidur di atas kasur dan sebagian di lantai.


Di hotel Kayla. Fahri membantu Kayla mengeringkan rambut nya baru selesai mandi. Walaupun tidak bersama namun keduanya masih sama-sama terlihat segar.


"Sudah selesai, apa sebaiknya kita tidur?" tanya Kayla.


Fahri mengangguk. "Huff kenapa jadi canggung sih?"


"Padahal sebelumnya tidak seperti ini, justru waktu ini adalah waktu yang di tunggu-tunggu," batin Fahri.


Kayla juga merasa malu dan canggung. "Untuk apa aku malu? Sekarang dia sudah menjadi istri ku," ucap Fahri.


"Kayla..." ucap Fahri menahan tangan Kayla sebelum tidur.


"Kita berdua sudah resmi menjadi suami istri. Aku berterimakasih kepada kamu yang sudah mau menerima kekurangan ku."


Kayla tersenyum. "Aku juga berterimakasih sama kamu sudah mau menerima kekurangan ku, dan juga semoga hubungan kita langgeng," ucap kayla.


Fahri mencium kening Kayla. "Humm apakah sebaiknya kita tidur?" tanya Kayla.. Fahri menahan Kayla.


"Aku tau rasanya ini pasti sangat canggung, tapi aku ingin menjadi suami mu seutuhnya," Ucap Fahri.


Kayla menatap Fahri sambil tersenyum. "Sebelum nya kamu selalu menggoda ku, namun sekarang kamu berpura-pura malu."


"Aku benar-benar malu sekarang," ucap Kayla.


"Kalau begitu aku akan mematikan lampu nya."


Fahri mematikan lampu, perlahan ia menuntun badan Kayla berbaring di tempat tidur.


Bibir nya mulai mencium bibir Kayla. Tampa ada rasa takut, canggung dan juga malu-malu. Kayla cukup kaget dengan aksi Fahri yang ternyata lumayan ahli dengan hal seperti itu.


"Fahri...." Sesekali Kayla menyebut nama Fahri. Membuat yang punya nama semakin bergairah.


"Kayla, apa aku boleh melakukan nya?" tanya Fahri. Kayla mengangguk, Fahri langsung membuka pakaian istri nya.


Fahri menyentuh seluruh lekuk-lekuk tubuh istri nya sehingga membuat Kayla kegelian.


Fahri sangat senang ketika melihat ekspresi kayla di kegelapan itu.


"Aku pikir di balik sifat agresif mu, kamu tidak pemalu, namun ternyata kamu memiliki dua kepribadian," bisik Fahri.

__ADS_1


__ADS_2