
"Aku tidak boleh lalai sedikit pun, aku akan berusaha mendapatkan Bela dan segera menikahi nya." ucap Dimas.
Sementara di kamar Kayla dia menjerit kesakitan. Fahri yang kebetulan lewat dari depan pintu kamar nya terkejut, dia langsung masuk Tampa mengetuk pintu.
"Ada apa?" tanya Fahri.
"Kenapa kamu masuk ke kamar ku? Apa kamu tidak memiliki sopan santun?" tanya Kayla.
"Saya kaget mendengar suara jeritan, ada apa mbak?" tanya Fahri.
"Perut saya sangat sakit," ucap Kayla.
"Apa mbak mau ke kamar mandi?" tanya Fahri.
"Bukan!"
"Apa mbak mau obat?" tanya Fahri.
"Enggak! Aku sakit perut karena menstruasi!" ucap Kayla dengan kesal.
"Menstruasi?" tanya Fahri. Kayla menjerit kesakitan. Fahri panik dia segera mencari obat untuk Kayla namun dia tidak menemukan nya.
Fahri keluar dari kamar tidak beberapa lama kembali membawa air hangat dan membawa obat untuk di minum sama Kayla.
Dia juga memberikan minyak kayu putih untuk di oleskan ke perut Kayla.
Setelah beberapa lama akhirnya Kayla bisa tenang, rasa sakit di perut nya mulai mereda.
Keesokan harinya...
"Permisi..." Dimas masuk ke kamar Kayla sambil membawa makanan untuk sarapan Kayla.
"Aku dengar Tante sakit, makanan ini bisa membantu meringankan rasa sakit nya," ucap Dimas.
"Kamu tau dari mana aku sakit? Ini hanya sakit biasa."
Dari Fahri sebelum berangkat bekerja tadi, semalaman Tante tidak bisa tidur karena rasa sakit nya."
"Tante makan saja aku akan berangkat bekerja, kalau terjadi apa-apa langsung hubungi aku," ucap Dimas.
Kayla mengangguk, setelah Dimas keluar tidak beberapa lama Fahri datang. Kayla melihat Fahri sudah rapi mau berangkat bekerja.
"Bagaimana dengan perut mbak?" tanya Fahri.
"Sudah lebih baik, kamu bisa pergi bekerja."
"Mbak tidak ingin mengucapkan terimakasih?" tanya Fahri.
"Sudah tugas kamu menjaga saya!"
"Huff benar yah ternyata kalau lagi menstruasi itu pasti sangat galak," ucap Fahri.
"Jangan membuat ku kesal, pergi sana!"
"Setelah semalaman aku menemani mbak sampai tidur di lantai, mbak bahkan tidak mengucapkan terimakasih tapi malah mengusir ku."
__ADS_1
Kayla menatap tajam, Fahri sangat takut dia langsung pergi.
"Oh iya saya sudah membuat obat dan minum di atas meja, jangan Lupa di minum," ucap Fahri dan segera pergi karena Dimas sudah menunggu.
"Maaf pak membuat bapak menunggu, saya melihat keadaan mbak Kayla terlebih dahulu."
Dimas tersenyum sambil mengangguk. Mereka masuk ke dalam mobil.
"Kita ke apartemen Bela dulu."
"Baik pak."
Sesampainya di depan apartemen Bela ternyata Vira dan Bela sudah menunggu di depan.
"Om Dimas...." Vira langsung masuk ke dalam mobil Dimas.
"Kamu berangkat sendiri? Saya bisa mengantarkan kamu," ucap Dimas.
Bela menggeleng kan kepala nya, "Tidak perlu pak, aku bisa pergi sendiri. Terimakasih dan aku minta maaf sudah merepotkan bapak."
Dimas menghela nafas panjang. "Baiklah kalau begitu, hati-hati."
Setelah itu mereka meninggalkan Bela.
"Kelihatan nya hubungan bapak dengan Bela sudah kembali membaik," ucap Fahri.
"Kamu tidak perlu mengatakan hal ini kepada Rio, dia bisa marah kepada saya," ucap Dimas.
"Apa Bapak sudah baikan dengan Bela?" tanya Fahri lagi.
"Oohhhh begitu yah pak."
Dimas menatap ke arah Fahri.
"Saya tau kalau kamu menyukai Bela, tapi kamu harus tau kalau Bela adalah milik saya!" ucap Dimas.
Fahri tertawa kecil mendengar nya. "Saya tau pak, saya juga menyadari kalau cinta Bapak sangat besar kepada Bela, kalau ada yang berani mengganggu hubungan bapak saya akan menghajar orang itu."
Dimas tersenyum. "Saya memang awal nya menyukai Bela, namun ternyata itu hanya rasa suka karena Bela baik, Bela ramah, perduli dan juga cantik."
"Tetapi sekarang saya sudah menyukai orang lain." ucap Dimas.
"Siapa? Apa kamu pergi diam-diam menemui wanita di belakang saya?" tanya Dimas.
Fahri tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak mungkin melakukan kesalahan dalam pekerjaan saya pak."
"Bagus deh kalau begitu."
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan sekolah Vira.
"Om nanti datang jemput aku kan?" tanya Vira. Dimas mengangguk.
"Om mungkin tidak bisa datang, tapi om Fahri akan datang menjemput kamu."
__ADS_1
"Apa aku boleh datang ke kantor om Dimas? Hari ini mbak Bela pulang sore."
"Tentu boleh dong, tapi nanti om Sibuk gak apa-apa kan?"
Vira sama sekali tidak keberatan, asal kan dia bersama Dimas saja.
Selesai mengantarkan Vira mereka langsung menuju ke kantor.
Di Rumah Kayla mengingat kejadian tadi malam, Fahri rela bergadang menemani Kayla yang kesakitan karena perut nya.
"Dia sangat muda sekali untuk ku, tapi dia sangat baik sekali." batin Kayla.
"Sadar Kayla, sejak kapan tipe kamu jadi brondong seperti dia?" ucap Kayla. Tidak beberapa lama Bibik datang ke kamar.
"Non ini minuman untuk non minum agar lancar,"
"Oh iya ini tadi Fahri yang suruh buat."
"Emang nya Fahri paham dengan penyakit perempuan seperti ini?" tanya Kayla.
"Fahri sangat paham kepada perempuan non, sangat banyak perempuan yang menyukai nya, di kantor ataupun di rumah, hanya saja Fahri ingin fokus bekerja."
"Oohh begitu yah Bik."
"Non Kayla mau mandi air hangat? saya akan membuat nya."
"Tidak perlu bik, aku bisa sendiri. Duduk lah di sini," ucap Kayla.
"Saya duduk di sini saja non," ucap Bibik memilih duduk di kursi dari pada di kasur.
"Bibik kan sudah menjadi orang tua, sudah memiliki banyak pengalaman. Kalau menurut Bibik apa aku akan menikah dalam jangka waktu dekat ini?" tanya Kayla.
Bibik terkejut dengan pertanyaan kayla.
"Non saya memang sudah tua, tapi saya bukan peramal."
Kayla menghela nafas panjang. "Apa non ada masalah?" tanya Bibik.
"Saya sudah menjadi perawan tua bik, saya sangat malu ketika orang lain mempertanyakan kapan nikah, sementara tidak ada orang satu pun yang mau sama saya,"
"Dan lagi saya sudah berjanji tidak akan menikah sebelum Dimas menikah."
"Sangat banyak pria yang mau sama Non Kayla yang cantik."
"Tapi menurut ku tidak ada yang sesuai dengan tipe ku Bik."
Bibik tersenyum. "Coba saja non membuka mata lebar-lebar dan lihat siapa yang tulus dan juga siapa yang Non suka Tampa memikirkan latar belakang, fisik dan juga harta."
"Tapi bik.."
"Tapi non, sebagai manusia kita sudah di takdir kan untuk berpasangan, kita sudah memiliki jodoh masing-masing."
"Bagaimana untuk mendapatkan jodoh lebih cepat bik?"
"Humm kurangin ego, jangan terlalu pemilih dan juga lihat seseorang dari hati nya, jangan dari luar."
__ADS_1
Kayla terdiam memikirkan perkataan Bibik.