Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 191


__ADS_3

"Kamu jangan bercanda dong Yana."


"Aku tidak bercanda."


"Kita adalah teman, sebaiknya jangan menghancurkan hubungan pertemanan kita hanya karena cinta."


"Kamu mencintai nya, cukup menjaga nya saja, tidak perlu memiliki nya."


Kevin terlihat sangat sedih mendengar itu. "Kamu bisa mencari wanita yang jauh lebih cantik, baik dari Bela di luar sana."


Kevin hanya diam saja, mereka masuk ke kantin memesan makanan dan kembali ke taman bergabung dengan Bela.


Namum Bela melihat Kevin hanya diam saja tidak mengatakan apapun membuat nya heran. Dia menoleh ke arah Yana, namun Yana berpura-pura tidak tau.


"Kevin... Ada apa? apa kamu kurang enak badan?" tanya Bela.


Kevin menggeleng kan kepala nya. "Apa kamu sedang patah hati? wajah mu sangat sedih seperti itu."


Kevin menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, gak apa-apa."


"Jangan berbohong, wajah mu terlihat begitu sedih sekali."


Kevin tersenyum. "Tidak apa-apa."


"Ya udah kalau begitu," ucap Bela cuek sementara Yana hanya bisa berpura-pura tidak tau, tidak ikut campur.


Di sekolah Vira, jam 12 siang dia sudah keluar dari sekolah."


Biasanya guru yang mengantar sampai ke depan rumah karena tidak terlalu jauh dari depan sekolah, namun kali ini tidak, karena sudah ada dua orang menunggu nya di depan gerbang.


"Permisi Nenek, kakek, mau mencari siapa yah?" tanya wali kelas Vira.


"Mereka Nenek dan kakek om Dimas Bu," ucap Vira.


"Oohhhh, keluarga Vira juga? Tapi apa kami boleh tau untuk apa Nenek ke sini?"


"Kami ke sini mau menjemput Vira, karena mbak nya kuliah sampai sore, sementara om nya masih bekerja."


"Tapi nek, tidak bisa orang sembarangan yang membawa anak murid."


Nenek langsung menghubungi Dimas. Dimas berbicara dengan guru dan setelah itu Vira di berikan kepada Nenek dan kakek.


"Nenek dan kakek ngapain jauh-jauh ke sin? kenapa tidak istirahat saja?" tanya Vira.


Mereka tersenyum sambil berjalan ke arah rumah Bela. Vira menuntut mereka berdua berjalan tanpa ada pengawal di samping mereka.


Dari kejauhan seseorang memantau dan mengambil foto di kirim kan kepada Dimas.


Dia tersenyum ketika Vira memegang tangan pasangan tua itu.


"Seandainya Mamah sama Papah masih hidup, mereka pasti sangat senang bertemu dengan Vira anak yang sangat ceria dan baik hati."


Nenek dan Kakek bermain di rumah Bela.

__ADS_1


"Wahh rumah kamu besar juga yah," ucap Kakek.


"Ini rumah mbak Bela," ucap Vira.


"Ayo masuk ke dalam Nek."


Vira membawa nya masuk ke dalam. Nenek sangat kagum melihat rumah itu yang sangat bersih, Wangi dan nyaman sekali.


Namun di ruang tamu kakek melihat foto Irfan sendiri, foto Bu Sisi, dan Foto Bela dan Vira terpisah.


"Kata mbak Bela kami tidak memiliki foto keluarga, itu sebabnya di jejerin seperti itu Nek," ucap Vira.


"Hayo.. apa yang kamu lihat senyum-senyum?" tanya Kevin mengagetkan Bela yang duduk sendirian di kelas.


"Kamu buat aku kaget saja!" ucap Bela.


"Kamu lihat foto siapa itu?" tanya kevin sambil menjongo melihat layar handphone Bela.


"Siapa mereka yang sedang bersama Vira?" tanya kevin.


"Mereka adalah Nenek dan Kakek kak Dimas," ucap Bela.


"Kok bisa sama Vira? Apa kamu tidak khawatir?"


Bela tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa kok," ucap Bela.


Kevin terdiam. Dia duduk di samping Bela.


"Sudah jam enam sore saja, kenapa waktu berputar sangat cepat," ucap Dimas.


Dia mengemasi semua barang-barang nya dan langsung pulang, tapi sebelum pulang ke rumah nya dia mampir ke rumah Bela terlebih dahulu.


"Om Dimas," ucap Vira mengejar Dimas yang baru saja datang.


"Mbak Bela mana? Kok kamu main sendiri?"


"Enggak kok, mbak Bela lagi ada di dapur."


Dimas menurun Vira dari gendongan nya. Di berjalan ke arah dapur melihat Bela sangat sibuk dengan alat-alat di dapur.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Dimas. Bela menoleh ke arah Dimas.


"Tumben banget jam segini kakak sudah pulang?" ucap Bela. Dimas tersenyum.


"Pekerjaan di kantor tidak terlalu banyak," ucap Dimas.


Dia mendekati Bela.


"Tunggu sebentar yah kak, aku lagi masak makan malam, mumpung kakak di sini sekalian ikut makan juga."


Dimas tersenyum dia mengelus kepala Bela sambil mengangguk.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Bela menata semua nya di atas meja.


"Nenek sama Kakek sudah pulang?" tanya Dimas.


"Mereka sudah pulang karena mbak Kayla menjemput nya kak. Ternyata mereka keluar dari rumah tidak ijin kepada mbak Kayla."


Dimas tersenyum. "Mereka memang sangat keras kepala, sudah aku bilang agar membawa pengawal, namun mereka tidak mau."


Bela tersenyum. "Oh iya tadi Nenek juga bilang mau mengadakan makan malam ramai-ramai di rumah kakak."


"Makan malam? aku belum tau."


"Kata nya banyak keluarga yang akan datang."


Dimas tersenyum. "Mungkin Nenek sengaja untuk mempertemukan kamu dengan keluarga yang di sini."


"Bisa jadi, tapi aku sangat gugup ketika membayangkan nya."


"Sudah tidak perlu terlalu di pikirkan, kamu lanjut makan saja."


"Mbak Bela sama Om Dimas kapan nikah sih? Aku tidak sabar melihat mbak Bela dandan pengantin."


Dimas tersenyum. "Kamu tidak sabar yah?" Vira mengangguk. "Sama, om juga tidak sabar."


Bela hanya bisa menghela nafas panjang.


"Apa kamu ingin segera mempunyai keponakan?" tanya Dimas. Vira mengangguk. Bela Menatap Tajam ke arah Dimas.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Dimas pun pamit pulang sebelum nenek dan kakek nya mencari.


Di tempat lain..


Serli pulang naik mobil sendiri ke rumah nya karena Rio ada urusan dengan teman nya di luar kota sehingga pulang larut malam tidak bisa menjemput nya.


Serli bersih-bersih tubuh nya, dan setelah selesai dia membaringkan tubuhnya di kasur meluruskan pinggang nya yang seharian duduk di sana."


Tiba-tiba handphone nya berdering, seketika sudut bibir nya naik ketika melihat panggilan video dari kekasih nya.


"Halo?"


"Apa kamu belum tidur?" tanya Roi.


Serli menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah mau sampai di depan rumah kamu, apa kamu mau sesuatu?"


Serli menyentuh perut nya yang belum di isi oleh nya, cacing yang di perut nya sudah berontak minta makan karena dia sangat mager jadi menunda nya.


Dia menitipkan makan kepada Roi. Setelah selesai menelpon Serli bangkit dari tempat tidur dia memoles wajah nya sedikit agar tidak terlihat pucat di depan kekasih nya.


Tidak beberapa lama akhirnya Roi sampai, Serli sudah menunggu dari tadi di depan pintu.


"Apa kamu menunggu ku dari tadi?" tanya Roi.

__ADS_1


Serli tersenyum sambil mengangguk.


__ADS_2