
Dimas menatap wajah Bela. "Aku sudah merasakan apa yang kamu rasakan beberapa bulan lalu saat tidur di kamar ku."
Bela tersenyum. "Kenapa harus membahas itu sih, ayo tidur," ajak Bela.
Bela tersenyum, Dimas membawa Bela ke dalam pelukan nya.
Tidak beberapa lama kedua nya tidur.
Sementara di rumah Dimas.
Kayla menghampiri Fahri yang duduk di ruang tamu.
"Apa kamu tidak lelah? Apa kamu tidak mau tidur?" tanya kayla.
Fahri mengangguk. "Ini aku mau tidur," ucap Fahri.
"Kamu kenapa jadi diam gini sih? apa aku melakukan kesalahan?" tanya kayla.
"Aku melihat mbak berpelukan dengan pak Dimas."
"Kamu cemburu?"
Fahri terdiam sejenak.
"Aku cemburu, karena mau bagaimana pun pak Dimas terlihat sangat cocok dengan mbak," ucap Fahri.
"Ternyata pria datar seperti kamu memiliki rasa cemburu juga," ucap Kayla sambil tertawa.
"Aku serius," jawab Fahri.
Kayla tersenyum dia menatap Fahri. "Lalu aku harus apa? Aku tidak tau mau melakukan apa karena kamu cemburu tidak jelas," ucap Kayla.
Fahri mendekati Kayla, dia menyenderkan kepalanya di bahu Kayla.
"Mbak tau kan kalau, mbak adalah perempuan yang aku pacarin untuk pertama kalinya seumur hidup ku, jadi aku tidak akan membiarkan pria mana pun untuk mendekati Mbak."
"Kalau begitu kamu harus menjaga aku dengan baik," ucap Kayla.
Fahri mengangguk, "Aku akan melakukan itu," ucap Fahri.
Fahri menatap wajah Kayla, namun masih meletakkan kepala nya di punggung Kayla.
Mereka bertatapan. Fahri mau mencium Kayla namun tiba-tiba ada pelayan yang datang, Fahri langsung duduk berjarak dengan Kayla. Begitu juga dengan Kayla langsung pindah ke pinggir.
"Eh, Non Kayla belum tidur?" tanya pelayan itu.
Kayla menggeleng kan kepala nya.
"Apa Non mau sesuatu? Saya akan membuat nya."
"Tidak perlu, kamu istirahat saja," ucap Kayla.
__ADS_1
"Baik non, tapi saya mau ke dapur sebentar," ucap pelayan.
Setelah pelayan pergi Fahri menatap Kayla. Kayla tersenyum. "Ya sudah kalau begitu aku tidur dulu. Besok aku harus melihat keadaan Bela," ucap Kayla.
"Humm, aku juga besok harus ikut pak Dimas," ucap Fahri.
Keesokan harinya..
Bela di bawa oleh Dimas ke meja makan karena Dimas dan Vira baru selesai masak.
"Mbak Bela, ini adalah masakan aku dengan Om Dimas, pasti mbak suka," ucap Vira.
"Wahh, mbak mencium wanginya saja sudah sangat lapar."
"Ya sudah kalau begitu ayo makan," ucap Dimas.
Setelah beberapa menit makan, tidak beberapa lama Fahri dan Kayla datang.
Mereka ikut nimbrung makan karena kebetulan belum makan juga.
Setelah selesai Dimas berpamitan bekerja. "Kamu jangan banyak bergerak terlebih dahulu, kamu harus istirahat, aku akan cepat pulang," ucap Dimas.
"Iyah kak," ucap Bela.
"Tante, aku titip Bela yah," ucap Dimas kepada Kayla.
Kayla mengangguk. "Hore... Ante cantik di sini," ucap Vira sangat senang.
"Vira anak yang baik," ucap Kayla.
"Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu," ucap Dimas.
Fahri melambaikan tangan nya kepada Bela dan Kayla.
Setelah mereka pergi Kayla membawa Bela masuk ke dalam.
Kayla melihat rumah yang berantakan karena mainan Vira, barang-barang Bela dan juga alat olahraga Dimas, serta masih banyak kertas di atas meja.
"Apa aku harus membersihkan ini semua? kalau akan membiarkan nya aku pasti tidak nyaman, Vira juga pasti semakin membuat kekacauan, Bela juga pasti semakin pusing melihat nya."
Mau tidak mau Kayla membersihkan semua nya. Bela istirahat di dalam kamar di temani oleh Vira.
Tidak beberapa lama Bibik datang setelah semua nya hampir selesai.
"Ya ampun non Kayla membersihkan ini semua?" tanya Bibik kaget.
Kayla yang sudah keringat mengangguk.
Bibik terlihat sangat bersalah, dia tidak tau mau ngomong apa.
"Kenapa non tidak menunggu saya? Saya bisa membersihkan ini semua Non. Kalau seperti ini tangan non pasti kasar, Non sudah sangat berkeringat, baju mahal non pasti berdebu dan juga basah."
__ADS_1
Kayla tertawa kecil. "Ya ampun bik, tidak perlu berlebihan seperti itu, aku melakukan ini semua karena Bela adalah pacar Dimas. Aku ingin seperti Dimas bagi Bela."
Bibik masih merasa sangat bersalah. "Ya sudah kalau begitu non istirahat, saya akan membuat makanan dan minuman."
"Seharusnya Bibik yang istirahat, aku tau Bibik pasti capek, beberapa hari Bibik harus mondar-mandir mengurus rumah utama, pak Irfan dan juga Bu Sisi, setelah itu ke sini dan mengurus Bela ke rumah sakit."
"Itu sudah menjadi tugas saya non, ayo duduk non. Jangan membuat saya semakin merasa bersalah," ucap Bibik.
Kayla tersenyum. "Gak apa-apa Bik, itung-itung aku belajar juga menjadi wanita yang mandiri."
Bibik bingung harus mengatakan apa, namun Kayla melanjutkan membersihkan lantai.
"Eh Bibik udah datang," ucap Bela melihat Bibik datang.
Bibik mengangguk dia meletakkan buah di atas meja, dia melihat Vira ketiduran di samping Bela.
"Ada apa Bik? kenapa Bibik terlihat memikirkan sesuatu seperti itu? apa ada masalah?" tanya Bela.
"Saya seperti ini karena merasa bersalah kepada non Kayla," ucap Bibik.
"Ada apa Bik? Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Bela lagi.
"Non Kayla seumur hidup tidak pernah menyentuh sapu, atau alat bersih-bersih yang lain nya, tapi hari ini non Kayla membersihkan semua ruang tamu, dapur dan juga teras luar," ucap Bibik.
Bela yang mendengar nya terdiam sejenak.
"Saya minta maaf non karena saya telat datang ke sini," ucap Bibik.
"Tidak perlu minta maaf seperti itu bik, Bibik tidak salah," ucap Bela.
"Bagaimana kalau orang lain tau non Kayla melakukan itu di sini, mereka pasti akan memandang aneh ke non Bela."
"Ya ampun bik, aku sudah bilang aku tidak apa-apa," ucap Kayla yang mendengar itu.
Bibik melihat Kayla masuk sambil membawa minuman tiga gelas.
"Ini yang buat aku sendiri, kamu harus cobain, Bibik juga harus cobain," ucap Kayla.
Mereka berdua keheranan melihat Kayla yang berubah drastis tidak seperti sebelumnya.
Namun Bela tidak menolak, dan dia meminum jus buatan Kayla.
Namun ternyata kurang enak. "Bagaimana? Apa rasanya pas?" tanya kayla.
Bela mau jujur namun Bibik langsung menahan nya. "Enak kok Non, justru jus seperti ini sangat banyak manfaatnya."
Kayla di puji sangat senang sekali, dia sudah sangat haus dan langsung mencoba nya. Namun Kayla merasa ada yang aneh.
Tapi mungkin karena dia sudah sangat haus dia menghiraukan rasa yang kurang pas.
Seharian Kayla menemani Bela sampai dia tertidur, Kayla juga ikut tidur, dia juga bermain dengan Vira.
__ADS_1
Bibik melihat Kayla masih merasa bersalah, namun melihat Kayla nyaman-nyaman saja Bibik semakin heran.