
"Ngapain kita di sini?" tanya Serli sangat kesal karena di sana hanya ada penjual minuman biasa, hanya jajanan biasa dan bukan tempat yang bagus.
"Duduk-duduk saja menikmati angin yang sejuk di sini, apa kamu tidak suka melihat sungai yang bersih, pemandangan yang indah dan di sini sangat nyaman."
Serli menghela nafas panjang. Dia menatap Roi. "Katakan, apa yang sebenarnya terjadi sehingga kamu membawa ku sini?" tanya Serli.
"Tidak ada, kenapa kamu berfikir demikian?"
"Jangan berbohong! Aku tau kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Serli.
"Tidak ada, aku tidak menyembunyikan apapun dari kamu."
Serli menghela nafas panjang. "Cepat katakan apa yang kamu sembunyikan. Jangan-jangan kamu ribut dengan teman-teman kamu."
"Enggak lah, mana mungkin aku ribut sama teman-teman ku, kami baik-baik saja."
Serli menghela nafas panjang. "Lalu kenapa tidak jadi bertemu dengan mereka?" tanya Serli.
"Sebenarnya tidak ada perkumpulan hari ini, mereka semua sibuk."
Serli menghela nafas panjang, percuma saja dia banyak tanya. "Ya sudah deh kalau begitu, aku juga tidak perduli." Tidak beberapa lama minuman yang mereka pesan datang.
Es kelapa yang sangat segar sekali.
__ADS_1
Tidak betah lama-lama di sana, akhirnya Serli memaksa Roi pulang. Dia membawa Roi pulang namun Roi bilang tunggu sebentar.
Serli sabar terus menerus, namun sudah hampir tiga jam mereka di sana, dia mulai bosan dan mengancam akan pulang sendiri.
Akhirnya mereka langsung pulang, Roi tidak bisa menahan Serli di tempat itu terus.
Sesampainya di rumah Serli, dia sangat kaget melihat ada Hana di sana.
"Loh, kenapa perempuan itu ada di sini?" ucap Serli kaget.
Dia menatap Roi. "Jangan bilang dari tadi kamu mau menghindari dia?" tanya Serli.
"Aku sudah bilang agar kita jangan pulang dulu, aku tidak mau bertemu dengan nya, itu hanya membuat kita berdua ribut saja."
"Aku juga tidak tau, tapi dia sangat pintar mencari tau alamat seseorang."
"Huff," "Kamu mau kemana?" tanya Roi menahan tangan Serli.
"Aku tidak akan diam dan menghindari dia, sebaiknya aku mengusir nya."
"Jangan, bagaimana kalau dia ngadu sama Mamah dan papah, urusan nya semakin susah."
"Terus kita harus apa?" tanya Serli. "Sebaiknya kita jangan pulang dulu. Kita cari penginapan untuk istirahat."
__ADS_1
"Lalu bagaimana aku bekerja besok?" tanya Serli. "Kita beli baju baru."
"Semua laptop dan data-data di rumah."
"Kamu bisa pakai laptop kantor, aku akan membantu kamu caranya bagaimana."
"Yang penting sekarang aku tidak boleh ketemu sama dia," ucap Roi.
"Kalau hanya sekedar bertemu saja tidak masalah, kenapa kamu terlihat sangat menghindari dia?"
"Bukan seperti itu, hanya saja dia bilang datang ke sini mau menemui aku, dia pasti akan memaksa aku menemani nya di sini."
"Huff tu perempuan benar-benar gatel banget, bisa-bisa nya godain pacar orang," ucap Serli.
"Apa yang harus kita lakukan selain menghindari nya, karena kalau aku tidak mengikuti kemauan nya, dia bisa marah dan mengadukan yang tidak-tidak membuat Mamah marah."
"Ya udah deh kalau begitu, aku juga tidak mau membuat orang tua Kamu membenci kita berdua."
"Aku juga sudah menonaktifkan nomor ku, kamu juga tidak perlu menjawab telpon dari mereka."
"Baiklah kalau begitu," akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mencari penginapan yang dekat dari kantor.
"Hanya karena perempuan itu, aku harus tidur di penginapan, aku mandi bagaimana?" ucap Serli sangat kesal.
__ADS_1