Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 197


__ADS_3

"Kamu yakin mau ikut?" tanya Serli. Roi mengangguk. Serli memberikan baju olahraga Kepada Serli entah milik siapa yang dia berikan namun sangat cocok kepada kekasihnya itu.


Tidak menggunakan kendaraan melainkan hanya lari kecil sudah sampai di lapangan yang di mana di sana hanya ada perempuan saja yang lagi senam.


"Kamu Seriusan bawa aku ke sini?" tanya Roi kaget.


"Bukan nya kamu sendiri yang mau ikut?" ucap Serli.


"Wahh kamu sengaja banget yah mau ngerjain aku?" tanya Roi.


"Enggak kok, aku sudah bilang mau olahraga," ucap Serli.


"Ya udah ayo buruan, sudah mau mulai tuh."


Semua mata ibu-ibu melihat ke arah Roi membuat nya risih. Belum lagi mereka mencoba untuk menggoda-goda Roi.


Serli hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat itu. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Roi menarik tangan Serli pergi dari sana.


"Pelan-pelan ih, aku masih capek," ucap Serli.


"Kenapa kamu biarkan ibu-ibu itu melakukan hal seperti itu kepada ku?"


"Bukan nya enak di sukai banyak perempuan?"


"Jangan bercanda yah kamu, aku marah," ucap Roi namun Serli tiba-tiba langsung lari.


Sampai di rumah mereka kelelahan. Roi duduk di samping Serli.


"Maka nya apa-apa itu jangan mau ikut-ikut aja seperti anak kecil, aku mau ke sini mau ikut ke situ ikut, mau bergadang ikut," ucap Serli.


Roi seperti anak kecil yang kena marah mencoba mengambil perhatian ibu nya, dia tidur di paha Serli.


"Aku tidak bisa jauh-jauh dari kamu."


"Lebai deh," ucap Serli.


Serli melihat wajah Roi merah karena di cubit-cubit oleh ibu-ibu tadi.


"Sekarang sudah waktunya aku mandi, aku harus berangkat ke kantor."


Roi baru saja mau berbicara namun di tahan oleh Serli.


"Kamu jangan coba-coba mau ikut lagi karena aku pergi ke kantor tidak kemana-mana."


"Lagian kamu masih punya pekerjaan dari Dimas kan? Sebaiknya selesaikan semua itu!"


Serli siap-siap, tidak beberapa lama mau berangkat namun ternyata Roi membeli makanan dia makan terlebih dahulu.


"Kamu pulang jam berapa?" tanya Roi mengikuti sampai pintu.


"Mungkin jam lima sore atau jam enam."


"Aku mau ngajakin kamu nongkrong sama teman-teman motor aku," ucap Roi.

__ADS_1


"Nanti malam yah, kalau sekarang aku harus kerja," ucap Serli.


Roi mengangguk, Serli berjalan ke arah parkiran mobil nya, dia melihat Roi mengikuti nya.


"Apa lagi?" tanya Serli.


"Aku..."


"Mau apa? aku sudah telat."


"Tidak apa-apa, kamu berangkat saja, semangat yah kerja nya."


Roi tersenyum sambil melambaikan tangan nya namun tidak memasang wajah bahagia.


Serli langsung masuk ke dalam mobil. Roi melihat mobil Serli sampai hilang dari pandangan nya.


"Apa hanya sekedar memeluk ku dan mengucapkan kata manis tidak bisa? bukan kah orang yang memiliki hubungan seperti itu pada umumnya?" ucap Roi.


Dia duduk di pembatas taman sambil menggerutu kesal.


"Ternyata pacaran itu sulit yah, harus mengatur hati, mengatur pikiran dan juga ketika seperti ini aku sangat sedih ketika dia menghabis kan waktu banyak untuk pekerjaan nya."


"Roi!" ucap Dimas membuat Roi kaget.


Roi kaget kenapa bos nya ada di depan rumah Serli.


"Oohh seperti ini permainan kamu, tidak ada di markas ternyata kamu setia menunggu di depan rumah Serli seperti anak hilang?" ucap Dimas.


"Ada apa pak?" tanya Roi. "Kebetulan sekali kita bertemu di sini, saya butuh bantuan mu lagi."


"Ada apa pak?"


Dimas memberikan surat tanah.


"Apa ini Pak?"


"Kau harus mengurus tanah itu, dan juga cari tau pemilik asli dan jangan kembali sebelum tanah itu benar-benar menjadi milik kita."


Roi tidak bisa menolak, dia menginyakan saja dan setelah itu pergi.


Tidak beberapa lama akhirnya Dimas pergi.


"Apa ini artinya aku harus ke alamat ini? seperti nya ini bukan lah di sini," batin Roi.


Nenek dan kakek sudah sangat sibuk membicarakan pernikahan dengan keluarga, Fahri bekerja dengan Dimas sementara Kayla hanya mendengar kan pembicaraan keluarga nya.


Dia ikut saja apa yang terbaik untuk nya dan calon nya.


Bela duduk bersama Kevin di taman sendirian. "Bela.. lihat lah apa yang aku bawa untuk mu?" ucap Yana yang datang tiba-tiba.


"Sudah bahagia saja kamu, kemarin sudah seperti orang yang akan meninggal," ucap Kevin.


"Wehh sembarangan saja kamu," ucap Yana kepada Kevin.

__ADS_1


"Emang ini apaan?" tanya Bela. "Buka saja," ucap Yana.


"Sepatu?" tanya Bela. Yana mengangguk.


"Tadi malam pacar ku ngajak aku belanja, aku membeli ini sengaja untuk kamu. Sebagai ucapan terimakasih."


"Aku tau ini tidak sebanding tapi ini sangat cocok untuk kamu, di pakai ngampus dan juga main."


"Tapi harganya ini pasti sangat mahal, aku akan membayar uang kamu."


"Ini gratis untuk kamu, anggap saja ini tanda terimakasih dan juga kenangan untuk kita karena aku memiliki yang sama."


Dia menunjukkan sepatu nya..Bela tertawa kecil.


"Gak adil banget sih, masa aku gak ada," ucap Kevin.


Yana menghela nafas panjang. "Kamu punya uang banyak, kalau mau beli sendiri lah," ucap Yana.


Kevin memasang wajah kesal. Bela hanya bisa tertawa melihat nya.


"Bagaimana hubungan kamu?"


"Aku dengan nya sudah baikan, justru sekarang aku semakin mencintai dia."


"Mulai dari sekarang kamu jangan egois lagi, kamu juga gak boleh selingkuh lagi."


"Siap sahabat ku, aku sangat berterimakasih sama kamu."


Di kantor Dimas bekerja seperti biasa nya, namun tiba-tiba Kakek nya menelponnya meminta nya untuk pulang sebentar.


Dimas tidak bisa karena sangat sibuk, dia akan setuju dengan keputusan yang mereka buat.


Tampa Dimas sadari ternyata yang mau di bicarakan adalah pernikahan nya dengan Bela yang mau di samakan dengan Kayla.


Tidak beberapa lama dia mendapatkan pesan kalau bulan depan dia sudah harus menikah dengan Bela bersamaan dengan Kayla dan sekarang dia tidak bisa mengelak dan membantah.


"Oh tuhan, seharusnya aku tidak mengatakan itu, bagaimana ini? aku setuju saja dengan ini, bagaimana dengan Bela?" batin Dimas.


Di Jam makan siang Dimas menyempatkan diri untuk mengajak Bela untuk makan siang bersama.


"Kak Dimas kenapa ke sini?" tanya Bela setelah sudah di dalam mobil.


"Aku ingin makan siang bersama kamu."


Mereka mencari tempat untuk makan siang.


"Sayang, aku mau membicarakan sesuatu," ucap Dimas. Bela mengangguk sambil menyiapkan diri.


Namun Dimas terlihat sangat ragu. "Aku tidak tau mau membicarakan nya, tapi kamu sebaiknya baca sendiri saja deh," ucap Dimas sambil memberikan handphone nya.


Bela kebingungan, namun dia langsung membaca chat dari grup keluarga Dimas.


Setelah membaca semua nya dia benar-benar syok dan kaget melihat tanggal pernikahan dan tunangan mereka sudah di tetapkan.

__ADS_1


__ADS_2