Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 172


__ADS_3

"Oh iya, boleh tidak aku mengubah panggilan ku yang dari mbak menjadi nama?" tanya Fahri.


"Aku tau ini tidak sopan, hanya saja sekarang aku bukan pengawal Mbak lagi."


Kayla mengangguk. Fahri tersenyum.


"Kamu memang lebih tua dari ku, hanya saja kamu seperti anak kecil dan sangat manja membuat ku semakin suka," ucap Fahri Mencium bibir Kayla.


"Tetap saja kamu harus sopan kepada ku, Mencium ku Tampa ijin aku akan melaporkan kamu."


"Tidak apa-apa, kamu bisa melaporkan nya kepada siapapun," ucap Fahri. Kayla tersenyum dia masih di pelukan Fahri.


Dia harus melepaskan rindu nya setelah beberapa hari tidak berbicara.


"Kamu pasti sangat lapar kan, kita makan di luar yah?" tanya Fahri.


"Aku tidak ingin makan di luar, kita di sini saja."


"Tapi, di sini hanya ada mie instan dan juga makanan yang tidak bisa membuat kenyang."


"Aku bisa makan mie instan," ucap Kayla.


Fahri mengangguk, dia berjalan ke dapur memanaskan air.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Fahri melihat Kayla yang mengikuti nya ternyata dari belakang.


Kayla menatap Fahri. Tiba-tiba memeluk nya.


"Ada apa?" tanya Fahri. "Aku ingin memeluk kamu, aku tidak ingin kamu pergi," ucap Kayla. Fahri tersenyum.


"Sudah-sudah, kalau begitu tunggu saja di meja, aku akan menyiapkan ini terlebih dahulu.


"Aku bantuin saja," ucap Kayla. "Tidak perlu Kayla, kamu tunggu saja di sana."


Kayla mengangguk. Dia duduk di meja menunggu Fahri.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai mereka makan sampai habis Tampa sisa.


"Apa kamu tidak pulang? Aku akan mengantar kan kamu pulang," ucap Fahri. Kayla menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau pulang, aku mau di sini saja."


"Tapi bagaimana kalau orang di rumah menanyakan keberadaan kamu?"


"Biarkan saja, aku tidak perduli," ucap Kayla.


"Aku ingin tidur di sini, emang nya aku tidak boleh tidur di sini?" tanya Kayla.


"Boleh, tapi di sini hanya ada satu kamar yang bisa di pakai, kamu bisa tidur di kamar dan aku akan tidur di sofa."


"Kenapa tidak di kamar saja berdua?" tanya Kayla. Fahri menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Terserah kamu saja," ucap Fahri.


"Fahri, apa aku boleh minta baju kamu? aku sangat gerah mau mandi," ucap Kayla.


"Boleh, kamu tunggu sebentar."


Fahri memberikan baju nya kepada Kayla.


Sementara di tempat lain Serli masih bersama teman-teman nya di luar.


"Tumben-tumbenan banget sih kamu mau nongkrong bareng kita? Tidak biasanya kamu mau ikut seperti ini?" tanya teman-teman nya.


"Aku sangat bosan, aku sedang patah hati, perasaan ku sangat sedih sekarang."


"Loh kenapa?"


"Sekarang Roi Sudah menemukan wanita yang lain, dia tidak bisa aku kejar lagi."


"Kenapa berbicara seperti itu? Bukan nya sebelum nya kamu tidak suka dekat dengan nya?" tanya temen nya.


"Itu dulu, sekarang aku sangat cemburu melihat nya bersama perempuan yang jauh lebih baik dari ku."


"Siapa sih yang bisa mengalah kan kamu. Jangan minder seperti itu lah, banyak laki-laki yang mau sama kamu."


"Aku sudah sangat trauma mengikuti saran kalian, pemilik pabrik itu hampir saja memperkosa ku."


"Maafin kami, kami sama sekali tidak tau semua nya akan seperti itu."


"Jadi kamu masih gamonin Roi?" Serli mengangguk.


"Kamu sangat aneh sekali, setelah Roi mengejar kamu, kamu nya malah gak mau, setelah dia mendapatkan perempuan lain, kamu malah sakit hati." ucap mereka.


Serli memasang wajah sedih. "Kalian seharusnya sebagai teman ku, harus menghibur ku, bukan membuat aku semakin sedih seperti ini."


"Bagaimana kalau kamu kejar Roi lagi?"


"Tidak mungkin, Roi itu tidak bisa menyukai wanita, dia tidak tau caranya menyukai perempuan."


"Pantesan saja kamu suka sama dia, ternyata kalian sama-sama aneh," ucap teman nya.


Serli semakin sedih, dia melihat jam .


"Ini sudah malam, besok aku harus bekerja karena bos ku tidak ada di kantor."


"Loh kemana?"


"Oh iya Serli, tanggapan kamu kepada hubungan bos kamu bagaimana?" tanya mereka lagi."


"Aku tidak bisa ikut campur karena itu bukan urusan ku, menurut ku hubungan mereka baik-baik saja."

__ADS_1


"Bela kan anak pembunuh orang tua pak Dimas," ucap teman nya.


"Dia tidak tau apa-apa, kalian juga tau kan kalau Bela selama itu tinggal di rumah pak Dimas. Bela tidak salah apa-apa."


"Menurut kalian bagaimana?"


"Kami sih tidak terlalu perduli, hanya saja sekarang di mana-mana pembicaraan tentang mereka karena mereka berfikir Bela mendekati pak Dimas hanya mau balas dendam."


"Tidak mungkin, Bela adalah perempuan yang baik, aku sudah mengenal nya cukup lama. Justru pak Dimas yang lebih jahat kepada nya."


"Kalau begitu aku setuju dia bersama pak Dimas."


"Aku juga setuju. Lagian kita bisa melihat dari wajah Bela dia adalah orang yang baik, dia juga cantik, pintar dan sekarang dia sudah kaya raya."


"Ya sudah kalau begitu aku akan pulang," ucap Serli.


Serli keluar dari sana, dia masuk ke dalam mobil nya namun tidak sengaja dia melihat di seberang kalau Roi sedang duduk sendirian.


Serli penasaran, dia mendekati Roi yang sedang merokok.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Roi sadar kalau Serli ada di dekat nya.


"Aku sedang nongkrong bersama teman-teman ku, kamu sendiri ngapain di sini?"


"Seperti nya kamu sedang makan," udah Serli.


"Aku sudah membayar nya, ayo pergi ini sudah malam," tiba-tiba saja perempuan datang dari dalam restoran.


"Ya sudah kalau begitu, kamu duluan saja ke dalam mobil."


"Perempuan ini siapa? Kok seperti nya tidak asing?" tanya Perempuan itu.


"Ini adalah Serli, dia adalah sekertaris di perusahan pak Dimas."


"Oohhhh, akhirnya kita bisa bertemu lagi, senang bisa bertemu dengan mu lagi," ucap perempuan itu. Serli hanya mengangguk.


Setelah perempuan itu pergi Roi bertanya kepada Serli naik Apa pulang nya.


Namun Serli tidak menjawab nya, dia langsung pergi meninggalkan Roi.


Roi hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap Serli yang sudah dia tau dari dulu.


"Nyebelin! Nyebelin! kalau dia akan membuat ku seperti ini, aku tidak akan menyukai nya, aku benci kamu Roi!"


Serli melampiaskan emosi nya di dalam mobil sambil berteriak sekeras mungkin.


Di apartemen Fahri. Fahri sedang merapikan tempat tidur, tidak beberapa lama Kayla keluar dari kamar mandi.


Fahri melihat pakaian nya lumayan besar kepada Kayla. "Kenapa kamu tertawa?" tanya Kayla.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud menertawakan kamu, hanya saja kamu sangat lucu memakai itu."


__ADS_2