Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 104


__ADS_3

"Kevin, aku pulang duluan yah, aku sudah di tunggu supir," ucap Bela langsung berlari ke dalam mobil Dimas.


Kevin kebingungan sejak kapan Bela memiliki mobil mewah itu.


"Kenapa kakak di sini?" tanya Bela.


"Saya datang menjemput kamu," ucap Dimas.


"Tapi kakak tidak bilang dulu? Walaupun kita sudah pacaran tapi tetap saja kakak harus ijin," ucap Bela.


Namun dia baru sadar ada Vira duduk di belakang.


"Maksud ku, kakak tetap harus bilang karena aku tidak mau orang lain salah paham," ucap Bela langsung duduk dengan benar.


"Saya datang menjemput kamu bersama Vira setelah pulang dari sekolah."


"Bukan nya hari ini aku sudah bilang jangan menjemput Vira, aku bisaa menjemput nya sendiri, Lagian ada supir," ucap Bela.


"Sudah sebaik nya kita pulang." ucap Dimas. Bela pun memilih untuk diam. Vira hanya diam di belakang tidak secerewet biasa nya membuat Bela bertanya-tanya.


Tapi bisa jadi saja Vira ngantuk. Setelah sampai di apartemen mereka berdua turun.


Dimas tidak bisa mampir karena dia harus kembali ke kantor nya.


"Fahri apa kamu melihat Dimas?" tanya Kayla.


Fahri menggeleng kan kepala nya.


"Huff aku yakin dia pasti menemui Bela." ucap Kayla dengan kesal.


"Kalau mbak butuh bantuan, saya bisa bantu," ucap Fahri.


"Tidak perlu," ucap Kayla. Fahri menghela nafas panjang melihat Kayla langsung pergi meninggalkan dia.


"Sudah tidak perlu di ambil hati, Bu Kayla memang memiliki sikap seperti itu," ucap Serli.


Mereka berdua duduk bersama di lobby menunggu Dimas datang karena sebentar lagi ada pekerjaan di luar kantor.


Dimas baru saja datang dia melihat Fahri.


"Fahri hari ini kamu tidak perlu ikut saya, Tante saya membutuhkan bantuan kamu."


"Bantuan apa yah pak?"


"Kamu lihat saja keruangan nya, saya dengan Serli berangkat dulu," ucap Dimas.


Fahri langsung keruangan Kayla.


"Permisi Mbak, ada yang bisa saya bantu? pak Dimas meminta saya datang ke sini."


Kayla langsung memberikan tumpukan kertas kepada Fahri.


"Tolong foto kopi ini semua dan kirimkan kepada Dimas. Oh iya setelah itu kamu harus mengumpulkan laporan dari minggu kemarin."


Fahri terkejut dengan perintah bos nya itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam saja? ayo cepat lakukan!" ucap Kayla.


"Baik mbak, saya akan melaksanakan nya," ucap Fahri langsung keluar dari ruangan Kayla.


Fahri menghela nafas panjang.


"Aku pikir bekerja dengan mbak Kayla jauh lebih baik dari pada dengan pak Dimas, ternyata aku salah. Selain memiliki banyak pekerjaan dia juga selalu memasang wajah judes, berbicara dengan kasar," ucap Fahri.


"Ekhem-ekhem!!! Kamu terlihat sangat kesal sekali, ada apa?" tanya teman perempuan nya menghampiri Fahri.


Fahri menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada, aku hanya berbicara sendiri."


"Kamu sudah makan siang? ini sudah waktunya istirahat, apa kamu tidak ingin bergabung dengan yang lain nya?"


"Duluan saja, aku akan menyelesaikan ini dulu."


Satu jam kemudian akhirnya selesai juga, dia sudah mengirim nya kepada Dimas.


Karena sudah sangat lapar dia mencari makan siang terlebih dahulu.


Namum tiba-tiba dia keingat Kayla.


"Apa sudah ada yang mengantar kan makanan ke ruangan mbak kayla?" tanya Fahri.


mereka semua menggeleng kan kepala nya karena tidak ada satu pun yang berani bertanya kecuali di suruh.


Fahri langsung memesan makanan dan membawa nya keruangan Kayla.


"Belum, aku hanya mengantar kan makan siang."


Kayla melihat ke arah jam.


Karena bekerja dia hampir lupa untuk makan siang.


"Terimakasih, kamu bisa keluar," ucap Kayla.


Fahri sangat heran dengan sifat Kayla yang sangat dingin kepada nya padahal biasanya tidak.


Namum tidak bisa berkata-kata dia harus segera keluar dari sana sebelum Kayla marah.


Di malam hari nya Bela sedang belajar di ruang tamu. Begitu juga dengan Bela yang sedang belajar mewarnai di karpet.


Suara pintu di Ketu membuat kefokusan mereka terganggu.


"Siapa yang datang?" ucap Bela. Vira menggeleng kan kepala nya.


Dia membuka pintu dan ternyata Dimas.


"Kak Dimas," ucap Bela. Dimas tersenyum dia mendekati Bela namun Bela menahan nya.


"Apa yang mau Kaka lakukan?" tanya Bela.


"Saya hanya ingin memeluk kamu," ucap Dimas. Bela menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Ada Vira," Dimas melihat ke dalam ternyata Vira melihat ke arah mereka berdua.


Dia menghela nafas panjang.


"Om Dimas kenapa datang ke sini malam-malam?" tanya Vira.


"Kedatangan om ke sini mau membicarakan tentang hal yang penting," ucap Dimas.


"Ada apa?" tanya Bela duduk di sofa bersama Dimas dan Vira.


"Saya berencana mau memindahkan Vira ke sekolah yang baik dan bagus," ucap Dimas.


"Loh kenapa? Di sekolah biasa dia juga sangat nyaman. Apa lagi sebentar lagi dia sudah selesai dan lanjut ke sekolah SD," ucap Bela.


"Tapi saya ingin dia sekolah dekat dengan perusahaan saya agar saya bisa lebih sering melihat dia."


Bela terdiam sejenak. "Kenapa sangat mendadak?" tanya Bela.


"Saya sudah lama memikirkan nya, saya juga sudah melihat sekolah itu sangat baik, dia langsung sekolah Dasar di sana," ucap Dimas.


Namun Bela menolak untuk memindahkan Vira karena sangat tanggung sekali.


Dimas masih berusaha untuk membujuk Bela, namun Percuma karena Bela tidak membiarkan Vira pindah.


Dimas menyerah akhirnya dia pasrah.


Begitu juga dengan Vira yang hanya bisa diam.


Keesokan harinya Dimas mengantarkan Vira ke sekolah dan bertemu dengan orang tua anak yang sudah membuly Vira.


Dan ternyata orang tua nya adalah karyawan di perusahaan nya sendiri. Mereka minta maaf kepada Vira dan juga anak-anak itu berjanji untuk tidak membuly lagi.


Dimas bisa tenang untuk sementara waktu, namun tetap saja dia harus mengawasi Vira lebih sering agar kejadian seperti ini tidak terulang Lagi.


Dimas pun pergi dari sekolah itu.


"Vira... Om itu siapa kamu?" tanya guru.


"Dia adalah om ku Bu," jawab Vira.


"Kenapa ibu baru tau? lalu mbak kamu kemana? Kenapa tidak datang ke sini juga?" tanya Bu guru.


"Mbak bela sibuk kuliah Bu." ucap Vira.


"Oohh ya sudah kalau begitu ayo ke dalam kelas, nanti kalau ada yang nakal bilang sama ibu lagi yah," ucap Bu guru.


Vira mengangguk. "Oh iya bilang sama om kamu kalau ibu titip Salam yah," ucap Bu guru nya.


Vira dengan polosnya mengangguk.


Di siang hari nya Bela dan Kevin datang menjemput Vira ke sekolah.


"Bagaimana sekolah hari ini seru?" tanya kevin.


Vira mengangguk saja, dia masih kurang bersemangat.

__ADS_1


"Oh iya sebelum kita pulang, om mau ngajakin kamu nonton film," ucap Kevin. Vira tidak bisa menolak kalau sudah di rayu seperti itu.


__ADS_2