Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 188


__ADS_3

"Ya sudah kalau begitu."


Dimas mengantarkan mereka ke kamar.


"Apa kamu kembali ke apartemen Malam ini?" tanya Kayla. Fahri menggeleng kan kepala nya.


"Di mana kamu, aku akan di situ," ucap Fahri. Kayla tersenyum malu.


"Tapi untuk malam ini kita tidak bisa tidur bersama," ucap Fahri.


Mereka pun masuk ke kamar masing-masing.


Di dalam tahanan pak Irfan tiba-tiba meminta polisi mengabari Bibik untuk datang.


Bibik panik kenapa dia di suruh ke sana, setelah sampai di tahanan ternyata pak Irfan tidak apa-apa, dia hanya kelaparan.


Pak Irfan tidak mau Makan nasi tahanan.. Melihat itu Bibik sangat Sedih dan merasa iba.


"Bik, apa boleh Besok Bela yang masak untuk saya? saya sangat merindukan masakan nya."


"Boleh Tuan, tapi kalau non Bela tidak kuliah yah. Saya tidak bisa janji."


"Saya sangat merasa bersalah kepada anak saya bik, kenapa dia yang menderita atas perbuatan saya?"


"Tuan jangan berfikir seperti itu, sekarang Tuan harus memikirkan kesehatan Tuan."


"Untuk apa saya sehat kalau saya hanya menghabiskan masa tua saya di sani?" tanya pak Irfan.


Bibik tidak bisa mengatakan apapun selain hanya diam dan mencoba menguat kan pak Irfan. Setelah pak Irfan makan, Bibik memilih untuk pulang.


Keesokan harinya...


Bibik datang pagi-pagi ke rumah Bela.


"Tumben banget Bibik sudah di sini?" tanya Bela.


"Tadi malam tuan Irfan bilang kalau tuan sangat merindukan masakan non Bela, apakah non bisa memasak makan siang untuk tuan?" tanya Bibik.


"Tentu bisa bisa bik, aku akan masak."


"Terimakasih non."


"Oh iya, aku juga mau bilang, Nenek dan Kakek kak Dimas Akan datang menemui ayah, aku juga tidak tau mereka mau ngapain."


"Bagaimana bisa? Apa mereka sudah di sini?" tanya Bibik.


"Iyah Bik, mereka sampai kemarin di sini."

__ADS_1


"Bibik tidak perlu khawatir, mereka tidak Akan Melakukan apa pun." ucap Bela.


Bibik mengangguk. "Baiklah non kalau begitu, saya percaya sama non Bela."


"Seperti nya aku juga Akan masak lebih banyak hari ini bik, aku ingin mengirim nya ke rumah kak Dimas."


"Iyah non gak apa-apa."


"Apa non juga akan pergi menemui Tuan Irfan?"


"Iyah Bik, aku harus pergi memastikan tidak ada terjadi apa-apa di sana."


Setelah selesai makan, Vira tinggal sendirian di rumah karena Bela tidak bisa membawa nya ke sana.


Bela dan Bibik sampai di tahanan dan bertemu dengan pak Irfan.


"Ayah minta aku masak kan? Aku sudah memasak makanan yang Ayah suka kata Bibik."


"Terimakasih banyak nak, Ayah minta maaf sebelumnya sudah membuang dan tidak mau Makan masakan kamu, Ayah sangat bersalah nak."


"Gak apa-apa ayah."


tidak beberapa lama selesai makan nenek dan kakek datang.


Pak Irfan melihat mereka datang membuat nya kaget. "Tidak mungkin mereka di sini, tidak mungkin," ucap pak Irfan.


Irfan langsung berdiri, dia tidak mau bertemu dengan nenek dan kakek.


"Kami datang ke sini tidak bermaksud apa-apa."


"Pergi dari sini! jangan datang ke sini, aku tidak mau melihat kalian."


"Irfan! Kami adalah orang tua orang yang kau bunuh. Kenapa kau melakukan itu kepada putri kesayangan kami?"


Pak Irfan tidak menjawab nya. "Aku tidak membunuh nya, aku tidak membunuh wanita itu, aku hanya ingin membunuh pria itu yang sudah merebut istri ku."


"Kamu juga seorang Ayah memiliki anak perempuan, apa kamu tidak berfikir sebelum melakukan itu?"


"Kami sebagai orang tua harus belajar ikhlas, di tambah lagi sekarang anak mu dan cucu kami memiliki hubungan yang spesial."


"Tidak bisa di pungkiri atau tidak bisa di larang itu adalah cinta, kami ingin kau merestui hubungan mereka."


Bela sangat kaget mendengar itu, ternyata Nenek dan Kakek datang meminta restu orang tua nya.


"Bagaimana kalau Dimas melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh ayahnya sebelumnya? dia akan menghianati putri ku."


"Itu tidak mungkin, Dimas cucu kami anak yang baik, tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu."

__ADS_1


"Kamu Restuilah, kami melihat Bela adalah anak yang baik, dia bisa menjadi istri Dimas itu sebabnya kamu merestui nya."


Bela sangat bahagia mendengar itu.


"Kamu sangat beruntung memiliki putri yang sangat baik seperti Bela dan juga Vira, kelak mereka yang akan membuat mu bahagia."


"Apakah ibu dan bapak mau menerima putri saya?" tanya pak Irfan.


"Kami sangat menyukai perjuangan, kesabaran dan juga kekuatan hati Bela. Sangat jarang ada perempuan sekuat Bela."


Pak Irfan langsung bersujud di kaki Nenek dan juga Kakek meminta maaf.


Dulu nya pak Irfan terkenal sebagai pria yang di takuti, pria yang benar-benar terkenal dengan kekuasaan nya, sekarang dia sudah memohon ampun kepada orang tua yang dia bunuh tidak sengaja.


Bela membantu pak Irfan berdiri. "Maaf kan saya Bu, Pak, saya minta maaf, saya menyesali nya, saya seharusnya tidak mengarah kan pistol ke anak ibu."


Nenek dan kakek menangis. Mereka membantu pak Irfan berdiri.


"Berdiri lah, kami sudah memaafkan kamu, sekarang kamu harus berusaha kuat dan segera keluar dari sini agar bisa berkumpul dengan anak-anak mu."


Setelah keluar dari kantor polisi Bela langsung ke perusahaan Dimas. Sangat bahagia dia menyusul Dimas ke ruangan nya.


Ternyata Dimas sedang bersama Staf, bela sangat malu terpaksa dia menunggu sebentar.


"Ada apa kamu terlihat sangat terburu-buru ke sini? Apa terjadi sesuatu di kantor polisi?"


Bela mengangguk. "Terjadi sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran ku."


"Bagaimana bisa? bagaimana keadaan Nenek Kakek? Apa pak Irfan marah, apa yang sebenarnya terjadi? apa nenek dan kakek marah-marah?" tanya Dimas.


Bela menggeleng kan kepala nya. "Bukan seperti itu kak, tapi sekarang Nenek dan kakek merestui hubungan kita. Nenek dan kakek ke sana meminta restu Ayah untuk hubungan kita," ucap Bela.


"Kamu tidak bohong kan?" tanya Dimas.. Bela menggeleng kan kepala nya.


"mana mungkin aku bohong kak, sekarang hubungan kita sudah di Restui.


Dimas sangat senang dia langsung memeluk Bela dan mengangkat tubuh Bela.


"Apa itu artinya kita sudah di ijinkan untuk menikah?" tanya Dimas lagi. Bela mengangguk.


"Kamu akan menjadi istri ku, dan Vira akan menjadi adek kita berdua?"


Bela mengangguk. Mereka sangat bahagia sekali.


"Ekhem-ekhem!!! Kelihatan nya bahagia banget, kalau pacaran jangan lagi jam kerja dong pak," ucap Serli masuk ke ruangan Dimas.


Dimas dan Bela langsung melepaskan pelukan mereka. "Kamu harus tau, sekarang Nenek dan Kakek merestui hubungan kami."

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya," ucap Serli ikut bahagia juga.


__ADS_2