Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 78


__ADS_3

Sekarang dia membuat Dimas semakin kesulitan. "Ibu mohon kamu harus merahasiakan ini, ibu bisa seperti ini karena kamu juga nak, kamu yang tidak sengaja menjatuhkan obat ibu sehingga tidak ada stok lagi."


Bela mengingat beberapa hari lalu dia datang ke rumah sakit namun melihat Suster menyuntik kan obat, namun tidak jelas itu obat untuk apa, Bela sudah curiga karena obat itu sama sekali tidak ada nama.


Bela langsung memeluk ibunya.


"Maafin ibu nak, maafin ibu, ibu selama ini sudah membuang kamu, maafin ibu."


Bela dan Bu Sisi menangis sambil berpelukan melepaskan kerinduan yang sangat mendalam.


"Ibu sangat merindukan kamu nak, terimakasih tidak membencinya Ibu. Maafin Ibu."


"Aku tidak akan marah kepada ibu, aku juga sangat merindukan ibu," ucap Bela.


Di dalam mobil Dimas.


"Kita harus sampai di sana sebelum matahari terbenam. Cepat Fahri," ucap Dimas.


"Ini sudah sangat laju pak, jalanan juga sangat penuh."


Dimas melihat jam sudah jam empat sore sementara alamat yang mereka datangi masih lumayan jauh.


"Bagaimana ini? Apa sampai kita bisa sampai di sana?" tanya Dimas.


akhirnya Dimas mengambil alih stir mobil dan langsung menyalip semua kendaraan yang ada di jalanan, Rio dan Fahri sudah sangat pasrah melihat Dimas mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Saya belum ingin mati pak, saya mohon." ucap Fahri.


Di rumah Dimas, Kayla demam karena memikirkan keponakan nya.


"Non Kayla jangan terlalu banyak memikirkan tentang tuan Dimas, Tuan Dimas, pak Rio dan juga Fahri pasti pulang dengan selamat," ucap Bibik.


"Bik sudah satu Minggu Dimas tidak pulang, dan sekarang Fahri dan Rio hilang kabarnya."


"Mereka pasti akan pulang dengan keadaan selamat."


"Bagaimana aku harus menjelaskan nya kepada keluarga ku? Mereka pasti akan menyalah kan aku," ucap Kayla.


Dimas sampai di tempat tepat waktu. Dimas langsung masuk ke dalam rumah lama yang sudah tidak berpenghuni itu lagi.


"Bapak yakin ini adalah rumah nya?" tanya Rio.


Dimas mengangguk dia memasuki halaman rumah itu.


Ia mengingat sekilas masa kecil nya sering datang ke sini dan bermain bersama Bu Sisi dan juga pak Irfan. Orang tua nya sering membawa nya datang ke sana.


"Permisi, kalau boleh tau kalian mau ngapain ke sini?" tanya kakek-kakek.

__ADS_1


"Kakek Yono!"


"Siapa yah? Saya sudah tua tidak mengenal kamu."


"Saya Dimas anak dari Pak.." tiba-tiba kakek itu menghentikan Dimas berbicara.


"Kamu sudah dewasa sekarang? Kamu sangat tampan sekali."


Dimas tersenyum. Kakek Yono adalah pekerja di rumah Bu Sisi dan sampai sekarang dia yang menjaga rumah itu.


"Saya tidak bisa lama-lama di sini, sebaiknya kalian pulang saja, sudah tidak ada orang di sini." ucap kakek itu seperti ketakutan sekali.


"Kenapa kakek takut? Aku ke sini atas perintah Bu Sisi."


"Bu Sisi sudah sembuh?"


"Belum sembuh total, saya ke sini ini mencari bukti pembunuhan orang tua saya."


Kakek itu langsung terdiam. "Saya tau Kakek tau tentang ini, saya mohon bantu saya kek."


Lama Dimas membujuk Kakek itu dan menyakinkan kalau dia tidak akan melakukan hal yang tidak di ijinkan, dia hanya ingin pak Irfan mengakui kesalahannya dan menebus semua nya di balik jeruji besi."


Kakek Yono melihat Dimas sangat teguh untuk mendapatkan bukti itu akhirnya kakek mau dan membawa Dimas masuk ke dalam.


Mereka masuk ke dalam, Kakek itu memberikan kotak kepada Dimas.


"isi ini adalah barang-barang orang tua kamu, dan ini adalah rekaman Cctv yang asli dan asal mula masalah sudah ada di dalam sana."


Mendengar itu Dimas semakin membenci pak Irfan.


"Jangan terlalu lama di sini, kalian segera lah kembali dan berhati-hati lah karena sepanjang perjalanan ini pasti ada orang-orang pak Irfan."


Dimas dan Rio sudah melakukan penyamaran yang baik sehingga mereka yakin bisa keluar.


Namun sayang nya di tengah perjalanan mobil mereka di cegat.


Dimas tidak akan membiarkan mereka menghajar nya, akhirnya Dimas menabrak mereka dan melajukan mobil nya.


Namun ternyata tidak lah semudah itu kamu dari ribuan pengawal itu.


Mobil mereka bocor. "Apa yang kalian inginkan?" tanya Dimas.


"Berani-beraninya kau datang ke sini," ucap Pengawal Pak Irfan.


"Saya datang ke sini karena ada keperluan pribadi."


Mereka semua tertawa.

__ADS_1


"Mencari bukti tentang pembunuhan itu? Kami sudah membuang nya dan mustahil ada, percuma saja kalian datang ke sini jauh-jauh."


"Kalau begitu lepas kan kami, kita tidak ada urusan."


"Kami di tugas untuk membunuh anda."


Mereka langsung menyerang Dimas, namun Dimas tidak lah bodoh dia sudah menyiapkan pengawal yang jauh lebih banyak dan membantu nya lepas.


"Bapak dengan Rio harus pergi, aku akan mengurus ini." ucap Fahri.


Dimas sedikit ragu namun dia tetap harus pergi dan percaya kepada ketua pengawal nya itu.


Dimas dan Rio berhasil kabur.


Namun ketika Dimas hendak ingin memeriksa isi rekaman ternyata Pak Irfan sudah ada di sana.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, saya dengar anda mendatangi rumah lama saya."


Dimas dan Rio terdiam. Mereka sudah tidak bisa melarikan diri karena sudah di kepung.


Dan pada akhirnya terjadi lah penyerangan. Pengawal pak Irfan hanya empat orang, Rio dan Dimas tidak terlalu kewalahan.


Sedang menonton peperangan yang ada di depan mata pak Irfan tiba-tiba handphone Pak Irfan berbunyi.


"Bela! Ada apa dia menelpon ku?"


"Halo sayang, ada apa?" tanya pak Irfan.


"Ayah di mana? Aku butuh bantuan Ayah."


"Ada apa? apa terjadi masalah?"


"Tiba-tiba perut ku sakit Ayah, tidak ada orang di rumah, hanya aku dan Vira."


"Bibik?"


"Ayah, cepat ayah."


Pak Irfan tidak bisa menolak, akhirnya di langsung pergi.


Tidak ada satu pun mereka tau kalau Dimas membawa bukti itu. Mereka hanya ingin membunuh Dimas saja untuk saat ini agar hidup pak Irfan tenang."


Namun setelah babak belur, Rio dan juga Dimas berhasil membuat empat pengawal itu jatuh dan mereka segera pergi dari sana.


Mereka sampai di markas Rio dan langsung memutar rekaman Cctv itu.


Setelah di putar ternyata rekaman di mana Mamah nya sedang bersama pak Irfan yang membuat Dimas sangat heran.

__ADS_1


Namun ternyata mereka ribut bukan hanya karena tentang pekerjaan namun ternyata mamah nya berselingkuh dengan Pak Irfan yang membuat Papah nya membenci pak Irfan sehingga melakukan sesuatu yang membuat pak Irfan bangkrut.


Pak Irfan tidak terima karena mamah nya juga kembali ke Papah nya, sementara pak Irfan sudah sangat mencintai Mamah Dimas.


__ADS_2