Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
101


__ADS_3

101


Dua jam mata kuliah hampir berakhir, tetapi Keysa tidak pernah muncul ke kelas dan itu membuat Devano sangat khawatir. Setelah mata kuliah selesai, Devano langsung menghampiri Disti dan menanyakan keberadaan Keysa. 


"Keysa di mana?" tanya Devano to the point. 


"Tadinya aku juga mau menanyakan hal itu padamu. Bukankah tadi dia sempat bertemu denganmu?" tandas Disti. Ia sempat melihat Keysa yang ditarik Devano ke dalam gudang.  


"Ya. Tapi, setelahnya dia pergi dan aku tidak melihatnya lagi," jawab Devano. Kekhawatirannya semakin menyeruak, ditambah Disti yang juga tidak tahu keberadaan Keysa. 


"Dia tidak akan bolos kalau tidak ada hal penting. Tapi, dia juga tidak berbicara apa-apa," ucap Disti yang tidak kalah khawatirnya dengan Devano. "Apa mungkin dia sakit?" 


Devano mengingat tingkah Keysa yang terbilang aneh hari ini, membuat ia juga berpikir mungkin saja Keysa sakit hingga bersikap seperti tadi.


Mereka pun memutuskan untuk pergi ke asrama untuk memastikan keadaan Keysa. Namun, keduanya dibuat terkejut saat sampai di asrama. Semua barang berharga milik Keysa sudah tidak ada di sana. 


"Keysa ke mana? Barang-barangnya juga tidak ada?" gumam Disti. 


Mendengar ucapan Disti, Devano lantas berlari  ke pos satpam. 


"Apakah ada  yang melihat seorang gadis keluar dari area kampus?" tanya Devano kepada dua satpam yang berjaga di sana. 


"Tadi ada seorang gadis yang keluar dan naik mobil hitam," jawab salah satu dari mereka. 


"Apakah gadis itu adalah gadis ini?" Devano menunjukkan foto Keysa dari ponsel dan langsung dijawab anggukkan si satpam.


Di saat yang bersamaan,  datang seorang lelaki menghampiri Devano dan menanyakan keberadaan  Keysa. 


"Permisi! Apa di antara kalian ada yang mengenal Keysa Indira Fidelya?" tanyanya kepada Devano dan dua satpam itu. 

__ADS_1


"Aku teman sekelasnya. Anda siapa? Dan ada perlu apa mencari Keysa?" tanya balik Devano. 


"Saya saudara jauh Keysa. Saya datang untuk mewakili Keysa untuk mengurus pengunduran dirinya dari kampus dan sekaligus menjemputnya pulang." Orang itu menjelaskan. "Apa kamu bisa mengantar saya untuk bertemu Keysa?" lanjutnya, meminta bantuan Devano. 


Devano terdiam, mencoba mencerna ucapan lelaki itu  kemudian mengaitkan dengan Keysa yang menaiki mobil hitam. Ia pun menyadari besar kemungkinan Keysa sedang ada dalam bahaya. 


"Apa kamu bisa mengantar saya bertemu Keysa?" tanya orang itu lagi, melihat Devano yang malah  terdiam. 


"Keysa tidak ada di kampus," jawab Devano, lantas menghubungi orang-orang untuk membantu mencari Keysa dan mengabaikan orang yang mengaku saudara Keysa. 


Tidak lama kemudian, Devano mendapat informasi bahwa mobil hitam yang membawa Keysa, dua jam yang lalu telah pergi menuju luar kota.  Devano pun langsung pergi untuk menyusul Keysa sambil menelpon Ezra. 


"Ez, Keysa dalam bahaya! Aku akan segera menyusulnya," ucap Devano kepada Ezra, begitu panggilannya terhubung. 


***


Ezra sedang di mobil bersama  Liza saat Devano menelpon dan memberitahu kalau Keysa dalam bahaya.


Dari seberang sana  Devano menjelaskan semua yang terjadi dan informasi yang didapat dari orang kepercayaannya. 


Ezra sendiri mendengarkan dengan seksama ucapan lelaki yang terdengar sangat khawatir itu dan mencoba menenangkan. Sementara itu, Liza yang duduk di samping Ezra mendengarkan setiap pembicaraan mereka terlihat tidak suka. Liza tidak menyangka, Devano bisa secepat itu mengetahui kalau Keysa sedang berada dalam  bahaya. 


"Apa kamu akan menyusul, Dev?" tanya Liza setelah Ezra mengakhiri panggilannya dengan Devano. 


"Ya. Setelah mengantarmu. Aku  akan menyusul Dev," jawab Ezra. 


"Kalau gitu turunkan aku di sini saja. Kasian Keysa.  Dev juga pasti sangat  membutuhkanmu. Aku bisa pulang naik taksi," ujar Liza memberi saran, seolah-olah peduli Keysa. 


"Apa tidak apa-apa?" Ezra menoleh ke arah Liza. 

__ADS_1


Dengan senyum yang mengembang, Liza mengangguk pasti. Akhirnya, Ezra pun menurunkan gadis itu di tengah jalan. 


"Hati-hati," ucap Liza sebelum Ezra melajukan mobil kembali dn dijawab anggukkan Ezra. 


"Segera selesaikan hidup gadis itu!" Selepas kepergian Ezra, Liza menelpon seseorang dan memintanya untuk menghabisi Keysa. "Selamat tinggal Keysa. Dan selamat berkabung untukmu, Dev. Secepat apa pun kau mengejarnya, kau tidak akan sempat melihat pujaan hatimu bahkan untuk terakhir kalinya sekalipun." Liza berseringai jahat, mengingat rencana untuk melenyapkan Keysa akan segera terwujud. 


***


Sementara itu, Cheryl yang sedang berada di rumah tampak sedikit aneh. Exel yang melihat gelagat aneh sang adik langsung menanyakan kondisi Cheryl. 


"Kamu kenapa, Cher?" tanya Exel. 


Cheryl terlihat cemas dan ketakutan. Bahkan gadis itu sampai terkesiap saat Exel menghampirinya. 


 "Tidak! Aku tidak terlibat. Jangan apa-apakan aku! Aku tidak ikut-ikutan," ucap Cheryl sambil angkat tangan dengan wajah yang menunduk ketakutan. "Semuanya ide Liza. Aku tidak terlibat. Sumpah!"


"Terlibat apa?" Exel menyipitkan mata. 


Cheryl terdiam, begitu menyadari sesuatu. Ia mendongak ke arah suara. Ia yang ketakutan berhalusinasi kalau yang menghampirinya adalah Devano. "Kakak ...." ucapnya, melihat sang kakak ada di hadapannya. 


"Terlibat apa?" Exel mengulangi pertanyaannya. 


"Ti-tidak ada. Aku salah bicara." Cheryl mencoba mengelak. Ia tidak mungkin membocorkan rahasia tentang Liza. 


Namun, Exel tidak percaya begitu saja. Ia tahu adiknya sedang menyembunyikan sesuatu. Hingga akhirnya, Cheryl pun menyerah dan terpaksa membocorkan rahasia Liza setelah mendapatkan ancaman sang kakak. 


Cheryl memberitahu keberadaan Keysa. Ia juga memberitahu kalau Devano sedang mengejar orang-orang yang membawa Keysa. Mendengar cerita Cheryl, Exel menarik kedua sudut bibirnya. Exel tidak ingin melepaskan kesempatan untuk menolong Keysa. Ia pun pergi untuk menyusul Keysa. 


Sementara itu, di dalam mobil Keysa sengaja mengulur waktu dengan meminta si lelaki seram mengizinkannya menelpon keluarga. 

__ADS_1


"Tolong kabulkanlah permintaan terakhir orang yang sebentar lagi akan kalian habisi ini. Aku hanya ingin menelpon keluargaku supaya mereka tidak khawatir. Kalau tidak percaya, aku bisa menelponnya dengan di-loudspeaker," tutur Keysa. 


Akhirnya, lelaki itu pun  mengabulkan permintaan Keysa dan Keysa langsung menelpon Kakek Surya. 


__ADS_2