Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
99


__ADS_3

99


Para penonton juga membahas siapa yang akan menjadi pemenangnya dan tentunya dengan menjagokan idola mereka masing-masing.


Di ruang diskusi tampak para juri masih berdiskusi tentang pemenangnya. Ayah Erika memilih Liza setelah Erika mengirim pesan kepadanya dan meminta ia untuk  memilih Liza. Begitu pun dengan Selena, satu-satunya juri wanita di sana juga memilih Liza. Sementara itu, Exel tidak perlu ditanya. Exel sudah jelas memilih Keysa.


"Mas, kamu pilih siapa?" tanya Selena kepada ayah Arsen. 


Ayah Arsen masih tampak kebingungan. Ia bingung harus memilih siapa, dua peserta terakhir menurutnya memiliki keunggulan masing-masing. Di saat  sedang capcipcup, tiba-tiba ponselnya berdering. 


"Sebentar, aku angkat telepon dulu," ucapnya sambil menerima panggilan yang ternyata dari Arsen. 


Arsen menelpon untuk meminta ayahnya itu agar memilih Keysa dan memberitahu sebuah kebenaran yang membuat ayahnya semakin yakin untuk memilih Keysa. 


"Aku pilih Keysa," jawab ayah Arsen, memberi keputusan, sehingga skor menjadi 2-2. 


Di tempat lain, di belakang panggung, Keysa juga menerima pesan dari Arsen yang memberitahukan bahwa ayah Arsen telah memilih Keysa. "Terima kasih, Kak. Aku tahu kamu itu memang orang baik," gumam Keysa. Ia merasa terharu dengan yang telah dilakukan lelaki itu. 


Skor Keysa dan Liza menjadi 2-2, sekarang keputusan terakhir ada di tangan ayah Devano. Devano yang tidak ingin Keysa kalah pun lantas menelpon Damar. Ia tahu, ayahnya terkesan oleh penampilan Keysa, tetapi kebenciannya terhadap Keysa bisa saja membuat ayahnya berpindah haluan dan memilih yang lain. 

__ADS_1


"Aku tidak akan meminta daddy untuk memilih salah satu dari mereka. Tapi aku minta, Daddy lebih adil  dan bersikap objektif," ucap Devano dari seberang telepon. 


Lima menit kemudian, hasil lomba pun diumumkan. Keysa da Liza mendapatkan hasil seri. Hanya tinggal Damar yang belum memberikan suaranya. Damar tampak memerhatikan dua kandidat yang memiliki nilai tertinggi itu dan menatap mereka secara intens. Ia tidak mau langsung memilih  sebelum  memberikan pertanyaan terlebih dahulu dan mendapatkan jawaban yang Damar mau sebagai referensi-nya dalam mengambil keputusan. 


"Sebelum aku memilih salahsatu dari kalian. Aku ingin mengajukan pertanyaan terlebih dahulu," tandas Damar kepada Keysa dan Liza sebagai kandidat dua besar. "Apa alasan kalian mengikuti kontes putri kampus ini?" lanjut Damar.


Pembawa acara pun memilih Liza untuk menjawab terlebih dahulu. 


"Alasan aku mengikuti putri kampus karena  aku ingin menjadi mahasiswi yang aktif  dan bermanfaat bagi universitas." Liza menjawab dengan sangat formal. 


"Lalu, apa alasan Keysa mengikuti kontes putri kampus?" tanya si pembawa acara kepada Keysa setelah Liza selesai menjawab. 


Keysa mengangguk ke arah pembawa acara lantas membungkuk kepada Damar memberi hormat. "Jujur alasan saya mengikuti putri kampus hanya karena bertaruh dengan seseorang." Keysa menjawab sambil melirik sekilas ke arah Liza. "Aku tidak ingin meninggalkan kampus. Oleh karena itu, aku bertekad akan menang di ajang ini. Karena taruhannya, jika kalah aku harus meninggalkan kampus ini," lanjut Keysa. 


"Karena di kampus ini, ada orang yang tidak ingin aku pergi," jawab Keysa dengan serius. 


Damar melirik sekilas ke arah Devano, tampak lelaki itu sedang tersenyum ke arah gadis bergaun merah yang ada di panggung. Jelas sekali bahwa orang yang disebut Keysa adalah anaknya sendiri. Melihat Devano yang terlihat sangat bahagia membuat Damar luluh. 


"Aku memberikan vote-ku kepada Keysa." Damar pun memilih Keysa, lalu pergi. 

__ADS_1


Setelah Damar memberikan suaranya, Arsen sebagai pembawa acara pun mengumumkan hasil akhir dari kontes yang telah berlangsung selama beberapa hari itu. 


"Dengan Keysa yang dipilih oleh Pak Damar, jadi secara otomatis pemenang kontes putri kampus dimenangkan oleh saudari Keysa Indira Fidelya."  


Seketika penonton pun menjadi gaduh saat Arsen mengumumkan pemenangnya. Ada yang setuju, tetapi sebagian lagi ada yang kecewa karena jagoan mereka kalah. 


Sementara itu, Liza yang lagi-lagi kalah dari Keysa, wajahnya langsung memucat dan dalam hati ia terus mengutuk Keysa. Kebenciannya kepada gadis itu semakin menggunung. 'Aku tidak terima penghinaan ini. Aku pastikan kau akan membayarnya,' ucapnya dalam hati dengan begitu geram. 


Sebagai Pemenang Keysa pun maju dan menerima piala sebagai penghargaan telah menjadi putri kampus, kemudian berpelukan dengan Arsen. 


"Selamat, ya, Key. Akhirnya keinginanmu tercapai,  meskipun dengan penampilan pas pasan. Padahal, jika kamu mau kamu bisa menampilkan kecantikanmu kepada semua orang." ujar Arsen. 


"Makasih, Kak,"  jawab Keysa. "Tapi, tunggu dulu maksud ucapan terakhir Kak Arsen apa?" 


"Sepertinya aku tak perlu menjawab, karena kamu tahu betul apa yang aku maksud,  Nona Atmaja," bisik Arsen, lalu melepaskan pelukannya dan pergi dengan seutas senyum. 


Keysa terkesiap dengan ucapan yang keluar dari mulut Arsen. Ia tidak menyangka kalau Arsen sudah mengetahui identitas aslinya. "Bagaimana bisa dia mengetahuinya?" gumamnya dalam hati. 


"Owh, ya, ampun!" Sejurus kemudian Keysa menepuk jidatnya sendiri. Ia baru ingat kalau dirinya sudah berjanji selesai lomba akan memberi jawaban kepada Devano.

__ADS_1


Happy reading semuanya. Terima kasih atas ucapan dan doa dari kakak readers semua. Maaf, belum sempat balas komentar kalian semua satu persatu. 🙏


 


__ADS_2