Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
35


__ADS_3

Keysa berjalan memasuki area kampus, tampak para mahasiswa lain pun mulai berdatangan dengan mengendarai mobil serta motor mewah mereka. Keysa terus melangkah menuju kelas, hingga tanpa sengaja ia berpapasan dengan lelaki yang mencari Gabby semalam. Lelaki tersebut memiliki perawakan yang tinggi dan tampan, tetapi dari wajahnya Keysa bisa melihat jelas kepenatan sedang menimpa orang itu. Saat pandangan mereka saling bertemu, lelaki itu menganggukkan pelan kepalanya memberi salam dan dibalas anggukkan juga oleh Keysa, lalu pergi. 


"Sepertinya dia bukan orang jahat. Tapi, kenapa Gabby terus menghindarinya? Apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Gabby?" gumam Keysa. Kedua matanya  masih memperhatikan lelaki yang sedang berjalan semakin menjauh dan hanya terlihat bagian belakangnya saja.


Tidak ingin terlalu membingungkan masalah orang lain, Keysa pun kembali berjalan menuju kelas. Namun, saat melewati kelas Gabby yang berada di samping kelasnya langkah Keysa terhenti. Ia mendengar dan melihat sekumpulan orang yang sedang mengerubungi dan memaki Gabby.


"Dasar wanita penggoda. Ibunya pelakor, anaknya pun ikut-ikutan jadi pelakor," hardik seseorang yang mengerubungi Gabby sambil terus menoyor kepala Gabby dengan keras. 


"Aku bukan pelakor," elak Gabby. 


"Dasar anak pelakor! Lihatlah, bahkan dia berani sekali menggoda kakak kandungnya sendiri. Istilah penggoda dan pelakor memang sangat cocok untukmu," ucap gadis lain yang juga ikut membully Gabby. 


Gabby terus berkata, 'tidak.' Namun, mereka terus memakinya, hingga tiba-tiba salah satu dari mereka menampar Gabby berkali-kali.


"Berhenti!" Keysa yang berada di ambang pintu dan menyaksikan itu langsung marah dan menyuruh mereka menghentikan perbuatan mereka. 


"Kau tidak perlu ikut campur," jawab sekumpulan orang itu secara bersamaan. 


"Aku bilang berhenti!" Keysa menghampiri Gabby yang masih dikerumuni gadis-gadis tidak berprikemanusiaan. "Dengarkan aku! Lepaskan dia!" teriak Keysa, sambil merentangkan kedua tangan menghalangi Gabby, menjadi tameng gadis itu dari mereka yang hendak memukul lagi.


Seseorang dari mereka menatap tajam Keysa dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada. "Kenapa kami harus mendengarkanmu?" tanyanya dengan begitu angkuh.


Kenapa mereka harus mendengarkan Keysa? Keysa sendiri bingung apa alasannya. Mengingat dirinya hanyalah mahasiswa baru, tanpa ketenaran dan kemewahan yang mampu menjadi nilai plus di sana.


"Karena aku teman dekatnya Devano. Aku bisa laporkan perbuatan kalian kepada Dev. Dan, aku bisa pastikan kalian akan menyesal dengan perbuatan mereka." Jawaban itu pun keluar dari mulut Keysa. Ia berpikir dengan membawa nama Devano yang terkenal sebagai orang yang paling populer sekaligus preman kampus akan membuat mereka takut. 

__ADS_1


Namun, yang terjadi kebalikannya. Saat mendengar nama Devano, bukannya takut, mereka malah menertawakan Keysa. "Dan asal kamu tahu, bos kami adalah pacar terbaru Devano," ucap salah seorang dari mereka. 


"Hah?!" Mulut Keysa menganga sempurna. Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Secepat kilat Devano bisa mendapatkan pacar baru. 'Seluar biasa itukah pesona seorang Devano?' gumamnya dalam hati.


Seorang gadis menghampiri Keysa. Ia adalah bos dari mereka yang membully Gabby sekaligus yang mengaku sebagai pacar baru Devano. "Apa hubunganmu dengan Devano?" Gadis itu menginterogasi Keysa dengan tatapan membunuh. Terlihat jelas kalau ia cemburu dengan pengakuan Keysa. 


'Kenapa masalahnya jadi berbalik kepadaku?'  Keysa mengumpat dalam hati. 'Apa aku kabur saja?' Bukan hal sulit untuk Keysa kabur dari ruangan itu, tetapi ia juga tidak bisa meninggalkan Gabby begitu saja dalam keadaan tertindas. 


"Dev! Devano keluarlah!" Akhirnya, Keysa lebih memilih memanggil Devano yang sedang berada di kelas sebelah, membuat sekumpulan gadis itu kaget dengan teriakan Keysa. 


"Apa dia benar benar-benar mengenal Dev?" Mereka saling berbisik karena banyak dari mahasiswa di sana yang hanya suka mengaku-ngaku mengenal lelaki populer itu.


Di luar dugaan, Devano benar-benar keluar dari kelas dan menghampiri Keysa. Namun, mood-nya saat ini sedang tidak baik karena ketika Keysa memanggil, Devano sedang bermimpi indah di dalam kelas. Hingga mimpinya amburadul oleh oleh teriakan Keysa yang mengejutkan dan membuat Devano langsung terbangun. 


"Ada masalah apa lagi?" tanya Devano dengan kesal. 


"Pacar baru?" Devano memicingkan sebelah matanya. Ia dibuat bingung oleh pernyataan Keysa dan berpikir sejak kapan punya pacar lagi. 


"Iya, pacar barumu. Jangan berlaga amnesia!" omel Keysa. "Dia pacar barumu, kan?" Keysa menunjuk ke arah gadis yang mengaku-ngaku pacar Devano.


Mata Devano tertuju pada gadis yang ditunjuk Keysa. Ia memperhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. "Kamu siapa? Apa kita saling kenal?" tanya Devano, karena merasa tak mengenal gadis itu. 


Gadis itu pun dengan percaya diri dan senyum yang merekah maju mendekati Devano, lalu memperkenalkan diri. "Aku Bella. Masa kamu lupa? Kita kan pernah main tebak-tebakan saat di klub." 


Devano sama sekali tidak mengingat gadis itu, bahkan kejadian yang disebut Bella pun ia tak mengingatnya. Satu hal yang Devano mulai ketahui saat ini, ia mulai mengerti kenapa bisa ada rumor dirinya yang memiliki pacar ratusan. Itu pasti gara-gara gadis-gadis yang bermain dengannya sekali dan langsung mengaku-ngaku menjadi pacarnya. Mengingat semua itu membuat Devano menjadi kesal dan marah.

__ADS_1


"Aku tidak mengenalmu. Dan jangan ngaku-ngaku jadi pacarku. Jika lain kali berani ngaku-ngaku lagi, aku tidak akan pernah melepasmu!" ancam Devano, menatap tajam Bella. 


Bella tersentak dengan tatapan tajam dan ancaman Devano. Akan tetapi, ia segera mengkondisikan perasaan dan berdalih kalau  Keysa duluan yang mengaku-ngaku menjadi pacar Devano, sehingga ia juga ikut-ikutan. 


Keysa sendiri dibuat kebingungan dengan ucapan Bella, karena dirinya tidak mengatakan hal demikian. Ia terus menggelang, mengelak fitnah yang tertuju padanya.


Devano mengalihkan pandangannya kepada Keysa lantas bertanya dengan penuh selidik. "Jadi kau bilang pada mereka kalau aku adalah pacarmu?" 


Spontan, Keysa langsung mengangkat kedua tangannya sambil menggeleng. "Tidak. Aku tidak berkata demikian," sangkal Keysa. 


Namun, sekumpulan gadis itu terus berkata kalau Keysa telah mengaku-ngaku sebagai pacar Devano. 


"Sejak kapan kau menyukaiku?" Bukannya marah, Devano malah menjahili dan menggoda Keysa. "Jadi selama ini kau diam-diam suka padaku? Sejak kapan?" Devano mengulangi ucapannya dengan alis yang naik turun serta lengkungan senyum yang tertampil di wajah tampannya. 


'Ya, Tuhan. Kenapa malah jadi kayak gini, sih? Besar kepala kan jadinya.'


Melihat tingkah Devano, membuat Keysa semakin kesal.


"Sejak kapan kamu menyukaiku?" tanya Devano lagi.


"Gabby terluka. Apa kau bisa membantuku dan Gabby?" Keysa yang sedang malas meladeni kejahilan Devano pun mengalihkan pembicaraan mereka. 


"Bantu apa?" 


"Aku hendak membawa Gabby ke UKS." 

__ADS_1


Devano melirik teman Keysa yang terluka dan terlihat sangat kusut. "Tenang saja ada aku. Kau tidak perlu khawatir," ucapnya, membanggakan diri. 


Dibantu Devano, Keysa pun lantas memapah Gabby ke UKS, lalu menidurkan temannya itu di ranjang UKS. Sejurus kemudian, Keysa melihat lelaki yang kemarin ke asrama masuk ke UKS dan berlari ke arah Gabby.


__ADS_2