Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
141


__ADS_3

Devano bernyanyi untuk Keysa. Setelah itu duduk bersama menikmati malam di tepi danau, hingga tanpa sadar Keysa mengatakan bahwa dirinya hanya  ingin mengadakan pernikahan dengan Devano saja. 


"Bagaimana setelah selesai semester ini kita tunangan. Kemudian, menikah setelah kita lulus S1?" Mendengar Keysa yang ingin menikah dengannya, Devano pun langsung antusias kemudian merencanakan acara tunangan mereka bahkan sampai ke pernikahan. 


Di tepi danau itu, keduanya merencanakan mimpi-mimpi indah mereka untuk kehidupan ke depannya untuk hidup bersama dalam sebuah ikatan yang lebih jelas. 


***


Keesokan harinya .... 


Keysa masuk ke kelas dengan senyum merekah, mengingat rencana-rencana indah yang semalam Keysa dan Devano bahas. Namun, senyum itu seketika hilang tak bersisa begitu mendengar sambutan selamat pagi dari Devano yang langsung menghancurkan impian-impian itu. Semua berbanding terbalik dengan ucapan Devano semalam dan wajah Keysa pun seketika memucat. 


"Aku ingin kita putus!" Ucapan selamat pagi dari Devano, benar-benar menghancurkan hari Keysa yang cerah. 


Keysa mencoba mengendalikan perasaannya. Dengan wajah yang memucat, ia masih mencoba menampilkan senyum. "Kamu bercanda 'kan, Dev?" tanya Keysa. 


"Tidak. Aku tidak bercanda. Aku ingin putus denganmu, detik ini juga." Devano kembali berujar. 


"Kamu benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita? Setelah kau mengajak aku melambung tinggi dengan mimpi-mimpi indahmu itu?"  tanya Keysa lagi. "Oh, ya, ampun!" Keysa tersenyum miring sambil menggeleng mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut lelaki itu. 


Keysa  kesal, marah, tetapi tiba-tiba ingin tertawa mendengar semua itu. Lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri, yang berhasil dibawa melayang tinggi dan kemudian diempaskan dari ketinggian tersebut tanpa aba-aba. 


Sementara itu, melihat wajah Keysa yang sudah terlihat sangat marah, Devano memberi isyarat lewat mata dan tangannya kepada Keysa untuk mengecek ponsel. Namun, Keysa yang terkadung kesal tidak melihat isyarat tersebut. 


"Apa alasanmu? Kenapa tiba-tiba ingin putus?" tanya Keysa dengan suara yang begitu sendu. 

__ADS_1


'Key, buka dulu ponselmu!' Devano mengumpat dalam hati, karena Keysa tidak mengerti dengan isyarat yang diberikannya. 


"Berikan aku alasan kenapa kita harus putus?" tanya Keysa lagi, saat Devano tidak bisa menjawab. 


Ezra yang melihat situasi itu, langsung menghampiri Devano. "Dev, jangan seperti itu! Jika ada masalah, bukankah bisa dibicarakan baik-baik dulu," ucap Ezra sambil menepuk bahu Devano. Menasehati. 


"Kau tidak perlu ikut campur, Ez! Ini urusanku dengan Keysa," tandas Devano, seraya menepis kasar tangan Ezra yang masih berada di bahunya. 


Alea tersenyum melihat pemandangan yang menurutnya sangat indah. Ia lantas beranjak dari tempat duduknya, lalu membuat sebuah pengumuman yang mencengangkan semua orang. 


"Kamu ingin tahu kenapa Dev minta putus padamu?" tanya Alea kepada Keysa. "Itu karena ... aku dan Dev sudah resmi pacaran," lanjutnya, tanpa menunggu jawaban Keysa. 


"Untuk semua yang ada di sini. Aku umumkan mulai hari ini Devano itu sudah resmi menjadi pacarku. Kami resmi jadian pada pukul tujuh pagi tadi." Alea  memberikan pengumuman. 


Ezra pun memberikan minumannya. Bukan hanya Ezra, beberapa orang yang ada di sana juga memberikan minuman mereka kepada Keysa. Mereka merasa kasihan dengan keadaan Keysa, sehingga memberikan minuman mereka. 


"Terima kasih," ucap Keysa. 


Ada lima orang yang memberikan minuman kepada Keysa. Ia lantas menaruh lima botol minuman itu di meja, kemudian membuka semua tutup botol minuman tersebut. Tanpa diduga, Keysa tidak meminum air tersebut, melainkan menuangkan semua air itu ke kepala Devano hingga tak bersisa. 


"Keysa apa yang kau lakukan?" Mendapati perlakuan tersebut, Devano menatap tajam ke arah Keysa dengan penuh amarah. 


"Ish ... pacarmu itu brutal sekali. Memutuskan dia adalah pilihan terbaik yang telah kamu ambil, Dev." Alea semakin mengompori Devano. 


Sementara itu, Keysa tidak menjawab pertanyaan Devano. Ia langsung melempar bekas botol tersebut ke hadapan Devano, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. 

__ADS_1


"Dev, kamu keterlaluan. Tidak perlu kau membentak Keysa, di sini kau lah yang salah," tandas Ezra, merasa sahabatnya itu saat ini sudah keterlaluan. 


Sementara itu, orang-orang yang ada di kelas mulai kasak-kusuk. Melihat kedekatan Devano dan Alea belakangan ini, mereka mengira kalau Devano sudah berselingkuh. 


Devano tidak menjawab tuduhan Ezra. Ia sangat kesal, tetapi entah kepada siapa ia harus melampiaskan. Kepada Keysa yang tidak mengerti dengan isyaratnya hingga  ia berakhir dengan basah kuyup, atau kepada Alea yang menjadi biang kerok dan alasan kenapa Devano meminta putus terhadap Keysa. 


Semua itu berawal saat Devano dan Alea sedang sarapan. Gadis itu berjanji akan memberitahu Devano dan Damar tentang kabar ibu Devano, tetapi dengan syarat Devano harus putus dengan Keysa dan jadian dengannya. Tidak memiliki pilihan lain, Devano pun terpaksa menyanggupi permintaan Alea. Hubungannya dengan Keysa dibarterkan demi mendapatkan informasi sang ibu. 


Keysa meninggalkan kelas. Namun, saat di ambang pintu, ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang lelaki. 


"Ma - maaf," ucap Keysa, seraya mendongak ke arah lelaki yang sedang berdiri di hadapannya. Hingga Keysa dibuat tercengang begitu melihat paras lelaki itu. Seorang lelaki tampan dan terlihat imut dengan lesung pipi yang terlihat saat tersenyum kepada Keysa. 


"Tidak apa," jawabnya dengan seutas senyum.  "Kamu yang bernama Keysa, 'kan?" tanya lelaki itu. 


Keysa hanya mengangguk. Lelaki itu pun langsung mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri. "Aku Fero, anaknya  Miss Susi," ucap lelaki itu, yang ternyata merupakan anak dari Susi. Ia sengaja datang ke kelas Keysa karena ibunya sakit dan ingin bertemu Keysa.


"Keysa," jawab Keysa seraya menjabat uluran tangan tersebut. 


Fero menggenggam erat tangan yang menjabatnya saat Keysa hendak melepaskan jabatan mereka. Ia lantas menarik Keysa, masuk kembali  dan menghampiri Devano. 


"Perlakuan sungguh buruk. Tapi, mulai detik ini kau tidak perlu susah-susah membagi cintamu lagi. Keysa aku ambil alih. Jauhi dia, karena aku dan Keysa sudah dijodohkan sejak masih dalam kandungan," tandas Fero, lalu pergi sambil menggandeng tangan Keysa. 


Keysa yang kebingungan pun hanya bisa mengikuti langkah lelaki itu, sedangkan wajah Devano seketika berubah murung. Ia ingin mempertahankan Keysa di  sisinya, tetapi tak bisa. Devano terlanjur berjanji kepada Damar. 


Happy reading, Kak! Pemain baru datang lagi, Semoga masih ada yang menikmati biar pun belibet 🤭🤭. Kalian yang baca pusing, aku yang dapat kerangka pun jauh lebih pusing. 🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2