
"Ini urusanku dengan gadis itu, jadi kamu tidak usah ikut campur!"
"Tapi apa salahnya kamu memaafkannya. Dia sudah meminta maaf! Kamu tidak perlu membesar-besarkan masalah kalau masih bisa diselesaikan dengan baik-baik." Devano mencoba membujuk Keysa, berharap gadis di hadapannya tidak memperpanjang masalah semalam.
"Enak sekali kamu ngomong. Seandainya kamu diposisiku, apa kamu juga akan dengan mudahnya memaafkannya? Apalagi setelah harga dirimu diinjak-injak?" tanya Keysa sambil menyipitkan sebelah matanya. "Tidak. Aku tidak mau memaafkannya."
"Key!" Devano membentak Keysa dengan mata yang menatap tajam gadis itu. Ia kesal karena Keysa tidak mau mendengar ucapannya. Ia tahu kalau gadis jelek di hadapannya sangat keras kepala, tetapi tak menyangka akan sesulit itu membuat Keysa mengerti. Padahal niat Devano meminta Keysa memaafkan Cheryl hanya untuk melindungi Keysa sendiri, supaya masalah dengan Cheryl cepat selesai dan Keysa tidak dicari-cari oleh keluarga Cheryl yang terkenal sangat kejam.
"Apa?" Keysa balas menatap Devano. "Oh, tentu saja kamu akan memintaku memaafkannya dan melupakan semua penghinaan itu, secara gadis manja itu 'kan sepertinya sangat berarti dalam hidupmu. Tidak peduli, dia salah atau benar. Tidak peduli apa yang aku rasakan, yang terpenting bagimu dia mendapatkan apa yang dia mau. Tapi, tidak semudah itu bila bersangkutan denganku, Ferguso!"
'Ferguso? Kau mengataiku Ferguso?' rutuk Devano dalam hati. Tangannya sudah mengepal sempurna, ingin rasanya Devano menuangkan cat warna ke wajah Keysa lagi. Akan tetapi, dengan cepat ia menetralkan kembali perasaannya yang semakin tersulut emosi itu. Ia lantas menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.
"Cobalah mengerti, selesaikan masalah semalam cukup sampai di sini. Jangan terus memperpanjangnya! Kalian harus saling memaafkan!" Devano menarik tangan Cheryl dan Keysa untuk saling bersalaman.
Namun, Keysa dengan sigap menarik tangannya yang hampir menyentuh tangan Cheryl. Ia masih pada pendiriannya, tidak mau memaafkan Cheryl. Membuat Devano semakin kesal dibuatnya.
Di waktu bersamaan, Disti berjalan masuk ke kelas dengan tangan membawa roti dan susu untuk sarapannya bersama Keysa.
"Key, kamu belum sempat sarapan. Ini aku bawakan sarapan untukmu!" Disti yang tidak tahu menahu akan ketegangan yang sedang terjadi menghampiri sang sahabat. "Eh, kamu kenapa?" tanya Disti begitu melihat wajah Keysa yang masih acak-acakan oleh cat warna.
Keysa tidak menjawab. "Apa itu sarapan untukku?" Keysa malah menanyakan perihal susu dan roti yang dibawa Disti.
Disti mengangguk.
__ADS_1
'Sepertinya ada drama yang telah aku lewatkan,' gumam Disti dalam hati.
"Kebetulan aku sangat lapar sampai rasanya aku ingin makan orang. Sini, berikan padaku!" Keysa melirik sekilas ke arah Cheryl, lalu meminta makanan yang dibawa Disti.
Disti menyodorkan roti dan susu yang dibawanya. Namun, Keysa hanya mengambil dua botol susu, sedangkan rotinya ia berikan lagi kepada Disti.
"Terima kasih, Sayang!" ujar Keysa dengan senyum smirk yang tertampil di ujung bibirnya, membuat Disti merinding dan berpikir kalau Keysa pasti akan melakukan sesuatu dengan dua botol susu itu.
Disti kembali mengangguk. 'Sepertinya akan terjadi sesuatu lagi di sini.' Ia melirik sekilas ke arah tiga orang di dekatnya secara bergantian dan membuat bulu halusnya semakin meremang.
Perlahan, Keysa membuka tutup botol susu tersebut, lalu dengan santai ia bersiap untuk meneguknya. Disti pun mengelus dada, bernapas lega—apa yang dipikirkan Disti, tidak seperti kenyataannya.
Namun, kelegaan itu tidak berlangsung lama, tiba-tiba botol susu berubah posisi. Bukannya meneguk susu yang sudah menempel di bibir, tangan Keysa malah menjauhkan botol susu itu dan mencurahkan isinya ke wajah Cheryl, lalu membuang bekasnya asal.
Orang-orang saling pandang tanpa berani buka suara, sedangkan Disti hanya bisa tepuk jidat melihat kelakuan sang sahabat. Apalagi dengan tanpa berdosanya Keysa malah pergi meninggalkan kelas.
"Aaaa ...." teriak Cheryl mendapati dirinya sudah basah kuyup oleh susu.
"Keysa!" geram Devano, bersamaan dengan teriakan Cheryl.
Devano semakin kesal. Niat baik membantu Keysa untuk segera menyelesaikan masalah, malah disalah artikan oleh Keysa dan membuat masalah semakin besar.
"Dev, aku tidak terima dengan penghinaan ini. Gadis jelek itu telah mempermalukanku di depan seluruh mahasiswa di kelasmu. Aku tidak terima! Akan kupastikan dia mendapatkan balasannya," ancam Cheryl sambil mengusap kasar wajahnya yang basah. "Jangan salahkan aku kalau aku membuat perhitungan yang lebih kejam, bahkan tidak pernah ia bayangkan sedikit pun!"
__ADS_1
Devano hanya bisa mengacak-acak rambut, frustrasi. Ia harus mendengarkan ocehan Cheryl yang menyalahkan Keysa dan juga menyalahkan dirinya karena telah kenal dengan gadis seperti Keysa.
Sementara itu, si pembuat ulah yang kabur sudah berada di asrama dan sedang leha-leha di atas tempat tidurnya. Ia sangat puas, telah membalas Cheryl dengan mempermalukan gadis itu di hadapan para mahasiswa.
"Itu tidak seberapa dengan apa yang telah kau lakukan semalam, Gadis sombong!" Keysa tersenyum penuh kemenangan. "Oh, ya, sebaiknya aku memberi kabar kepada Disti."
Keysa yang tidak berniat kembali ke kampus, mengambil ponselnya di tas dan mengirimkan sebuah pesan kepada Disti. Ia meminta sahabatnya itu untuk membantunya membuatkan izin.
"Lalu sekarang aku mau ngapain di asrama?" tanya Keysa pada dirinya sendiri begitu selesai mengirim pesan dan dibalas oleh Disti.
Ia menatap layar yang menampilkan isi pesannya bersama sang sahabat, lalu memutar-mutar ponsel tersebut. Tiba-tiba, ia teringat dengan pergunjingan para lelaki di kelas mengenai dirinya, membuat Keysa penasaran dan langsung membuka akun yang baru didaftarkan semalam itu.
"Wow! Amazing!" Keysa dibuat kaget oleh fansnya yang langsung bertambah puluhan ribu dalam semalam serta terdapat ribuan komen yang memuji kecantikannya.
Kaysa jingkrak-jingkrak kesenangan, berselebrasi karena akun di aplikasi yang baru dimilikinya bisa membuat Keysa mendapatkan uang dari pemberian fans, bahkan sudah banyak fans yang memberikan tip kepadanya. Dalam waktu semalam, Keysa sudah mendapatkan uang ratusan ribu hanya dari mengunggah beberapa foto.
Ia pun lantas membuka DM dan dilihatnya banyak pesan masuk. Tidak ingin disebut sombong, Keysa dengan senang hati membalas satu persatu pesan yang masuk. Ia masih tidak menyangka bisa menjadi selebgram dadakan yang terkenal hanya dalam kurun waktu kurang dari dua puluh empat jam.
Keysa masih sibuk membalas komen dan pesan masuk, sampai tiba-tiba sebuah pesan menarik perhatian. Ia pun langsung membuka isi pesannya.
[Faya aku sangat merindukanmu! Setelah terakhir bertemu aku selalu berharap bisa bertemu denganmu lagi. Mau kah kalau aku mengajakmu bertemu kembali?]
Keysa membaca pesan yang ia tahu betul siapa pengirimnya. Di akun si pengirim terpangpang jelas foto dan nama yang sangat dikenalnya, yang tak lain adalah Ezra.
__ADS_1