
98
Jam menunjukan pukul delapan malam. Area panggung sudah dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menyaksikan perhelatan akbar yang akan menentukan putri kampus selama satu tahun ke depan. Acara kontes pun dimulai.
Di atas panggung pembawa acara yang akan memandu jalannya babak final itu mulai memperkenalkan lima juri yang merupakan perwakilan dari lima keluarga besar di kota B. Mereka adalah ayah Devano, ibu Ezra, ayah Arsen, ayah Erika dan Exel.
Mendengar nama-nama yang disebut pembawa acara, membuat nyali Keysa menciut. Ia merasa dirinya akan kalah. "Kalau mereka yang menjadi juri, aku tidak yakin akan menang," gumamnya sambil menggigit jari. Namun, Keysa juga tidak terima kalau ia harus kalah hanya karena mereka yang menjadi jurinya—orang-orang yang pro kepada Liza. "Ayo, Key! Jangan kalah sebelum berperang. Kamu pasti bisa. So pasti kamu juga pasti menang." Keysa menyemangati diri sendiri.
Di saat Keysa sedang gundah karena kehadiran orang-orang yang akan menjadi juri, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya.
[Aku ada di pihakmu. Aku pasti akan memilihmu.]
__ADS_1
Exel mengirim pesan kepada Keysa, membuat dahi gadis itu mengkerut saat membaca pesan tersebut. Keysa tidak tahu tujuan Exel mengirim pesan seperti itu dan lebih memilih dirinya daripada kerabatnya sendiri. Namun, setidaknya pesan itu bisa menambah kepercayaan diri Keysa yang sempat menyusut.
Para peserta pun maju sesuai urutan, kemudian menampilkan bakat mereka dalam durasi waktu satu menit. Sebelum peserta tampil, para juri terlebih dahulu disuguhkan sebuah video di layar besar yang terletak di belakang peserta. Layar itu menampilkan penampilan para peserta dari ronde pertama sampai selesai.
"Peserta selanjutnya adalah Liza Aurora. Untuk peserta dipersilakan naik ke panggung dan tunjukkan pesonamu." Si pembawa acara memanggil Liza yang menjadi peserta yang akan tampil berikutnya.
Liza dengan percaya diri naik ke panggung dan menampilkan kemampuannya dalam satu menit. Semua orang pun memuji penampilannya yang sangat memukau.
Liza pun selesai, kini giliran Keysa yang dipanggil ke atas panggung. Meski sedikit ragu, Keysa pun naik ke panggung. Damar terlihat sangat terkejut saat melihat Keysa tampil di panggung. Bukan penampilan Keysa yang membuat Damar terkejut, melainkan penampilan seseorang yang berada di layar besar.
"Anak itu? Apa dia benar-benar Devano?" gumam Damar, tidak percaya.
__ADS_1
Di layar terpangpang jelas wajah Devano yang sedang menari dengan Keysa yang sedang bermain selo. Damar tahu betul tarian tersebut. Sebuah tarian yang pernah diajarkan oleh dirinya sendiri. Devano yang tidak pernah memperlihatkan tariannya kepada siapapun bisa menari seluwes itu saat bersama Keysa, itu membuat Damar tidak bisa berkata-kata.
Para Juri yang lain dibuat bengong oleh penampilan Keysa dan Devano yang terlihat dari layar besar itu.
Sementara itu, Exel yang lebih memerhatikan gadis yang sedang berdiri di depan layar dari pada memerhatikan penampilan Keysa di ronde-ronde sebelumnya. Ia sangat terpukau oleh penampilan Keysa yang menurutnya sangat cantik dan seksi, meskipun dengan wajah yang tidak secantik wajah aslinya.
Pemutaran video selesai. Keysa pun mulai menampilkan bakatnya dalam satu menit, yaitu tari pita. Keysa yang sejak awal sudah nervous beberapa kali melakukan kesalahan, bahkan pita yang dipakainya sampai terbang ke tepi kaki Arsen. Untung saja Arsen dengan cepat membantu Keysa, sehingga kesalahan gadis itu terlihat seperti koreografi yang sudah ditentukan sebelumnya.
Selena memerhatikan penampilan Keysa dengan tidak berkedip. Ia sadar Keysa melakukan kesalahan, tetapi gadis itu bisa dengan cepat mengalihkan kesalahan yang dibuatnya dan berhasil membuat Selena terpukau oleh penampilan Keysa. Jika peserta lain yang melakukan kesalahan, belum tentu mereka mampu menyelesaikan tarian mereka dengan baik. Namun, berbeda dengan Keysa, kesalahan gadis itu malah membuat tariannya semakin hidup. Melihat penampilan Keysa, membuat Selena merasa Liza akan kalah dari Keysa.
Sementara itu, Liza semakin geram melihat penampilan Keysa. Pandangannya terhadap Keysa sangat menyeramkan, penuh amarah dan kebencian. "Aku pastikan kau akan kalah!"
__ADS_1
Setelah Keysa menampilkan bakatnya. Arsen selaku pembawa acara mengumumkan juri akan diskusi selama lima menit dan voting.