
"Jauhi Dev!" Keysa yang sedang berjalan tiba-tiba dihadang oleh Cheryl yang menyuruhnya untuk menjauhi Devano. "Kau pasti mendekati Devano dan Ezra hanya karena mereka banyak uang, 'kan?" lanjutnya sambil menunjuk-nunjuk muka Keysa. "Dasar cewek matre!"
"Kau tidak perlu menunjuk-nunjuk hidungku seperti ini," ujar Keysa, seraya menurunkan tangan Cheryl yang berada beberapa centi di depan mukanya dengan santai. "Tanpa kau tunjuk-tunjuk pun, aku tahu kau sedang bicara padaku," lanjut Keysa.
Keysa sudah bosan bertengkar dengan Cheryl yang tidak pernah bosan untuk mengganggunya. "Oh, iya, kau bilang aku matre, 'kan? Apa kau mau tahu sesuatu? Setelah kau mendengarnya aku yakin jantungmu harus langsung pergi ke dokter spesialis," ucap Keysa lagi dengan senyum yang merekah, tetapi terlihat mengejek di mata Cheryl.
Cheryl tidak menjawab. Namun, dari raut wajahnya terlihat jelas kalau gadis itu penasaran dengan yang akan diucapkan Keysa.
"Tidak menjawab. Aku anggap kau ingin tahu saja," lanjut Keysa seraya semakin mendekatkan diri dengan Cheryl, membuat mereka sejajar dengan posisi saling berhadap-hadapan. "Asal kamu tahu, kemarin Dev membelikan mobil limited edition untukku," tandas Keysa. "Ya, ucapanmu memang benar. Aku memang cewek materialistis. Aku mengakuinya," lanjutnya dengan senyum miring yang terbit di wajah.
Cheryl yang mendengar ucapan Keysa langsung menganga tidak percaya. Jika Keysa materialistis, Ia sudah menduganya. Namun, ia tidak habis pikir dengan kelakuan Devano yang bisa-bisanya membelikan mobil limited edition untuk Keysa. Melihat Cheryl yang tercengang, Keysa pun langsung meninggalkan gadis itu dan masuk ke kelas.
Tidak disangka, Cheryl merekam ucapan Keysa dan memutarnya di radio kampus. Hingga, pengakuan Keysa itu terdengar di seantero kampus.
Keysa mendengkus saat baru saja sampai di tempat duduk tiba-tiba suaranya diperdengarkan di radio. Namun, ia bernapas lega ketika melihat Devano yang tampak biasa-biasa saja dan tidak terpengaruh oleh ucapannya yang mengaku matre.
Sementara itu, Cheryl menyerobot masuk ke kelas Keysa kemudian menghampiri Devano. "Dev, kamu dengarkan ucapan kekasihmu itu!" ucap Cheryl, seraya menunjuk Keysa yang sedang duduk di samping Devano. "Dia itu bukan gadis baik-baik. Dia itu matre dan hanya mengincar uangmu saja. Dia itu hanya memanfaatkanmu. Dia tidak tulus padamu." Cheryl membeberkan keburukan Keysa secara langsung kepada Devano.
"Aku tidak peduli dia matre atau tidak. Lagian aku senang, kok, dimanfaatkan olehnya," jawab Devano, dengan begitu santai, dan berhasil membuat Cheryl semakin tercengang.
Bertepatan dengan itu, Arsen juga datang ke kelas Keysa. Ia yang mendengar suara di radio tadi khawatir dengan keadaan Keysa dan langsung menemuinya.
__ADS_1
Saat melihat Arsen masuk, Cheryl langsung menghampiri lelaki itu. Ia mengira Arsen datang untuk mencaci Keysa karena berita di radio tadi. Cheryl pun berniat untuk semakin mengompori Arsen. "Kak Arsen liat kan, betapa matrenya seorang Keysa. Gadis itu mendekati kalian hanya demi uang. Bahkan, dia sampai minta mobil mewah kepada Dev. Dasar matre!" ucapnya.
Arsen diam. Ia menatap Cheryl, lalu beralih menatap Keysa dengan tatapan yang sulit diartikan sambil menghampiri Keysa. Cheryl tersenyum miring dan mengira Arsen akan melabrak Keysa.
"Key, kamu baik-baik saja?" ujar Arsen, dan berhasil membuat Cheryl tercekat.
Cheryl tidak mengerti dengan sikap dua lelaki di hadapannya, bisa-bisanya mereka tidak terpengaruh dan sangat memercayai Keysa. "Kalian itu sudah diguna-guna apa sih sama dia? kalian dengar sendiri kalau gadis itu matre, tapi masih saja dilindungi," sarkas Cheryl. Kesal dan marah campur menjadi satu saat melihat Arsen dan Devano yang malah membela Keysa.
"Mereka tulus berteman denganku dan aku juga tulus berteman dengan siapapun. Mungkin karena itu Tuhan memberikan kemudahan bagiku dalam mendapatkan hal yang aku mau. Jika aku boleh kasih saran, sebaiknya kamu juga harus menjadi orang tulus agar segalanya dipermudah," papar Keysa menasehati Cheryl.
"Arggh ...." Cheryl yang tidak terima dengan perlakuan Devano, Arsen, dan Keysa pun memukul udara. Ia sangat marah kepada mereka, tetapi tak bisa melampiaskannya kepada tiga orang itu. Cheryl pun memilih pergi membawa kemarahan dan kekesalan yang membumbung tinggi.
Setelah kepergian Cheryl, terdengar tiga tepukan dari tangan seseorang yang sedang masuk ke kelas, hingga semua orang pun menoleh ke arah suara.
Seorang gadis cantik bertepuk tangang sambil masuk ke kelas dengan langkah perlahan tapi pasti. Gadis itu berjalan menghampiri Keysa dan Devano dengan senyum yang sulit diartikan.
"Alea?" gumam Keysa dalam hati.
Keysa dibuat terperangah dengan kehadiran gadis yang sedang berjalan ke arahnya.
Gadis itu adalah Alea Wilson, gadis bermata belo yang pernah kalah dari Keysa dalam kontes kecantikan yang pernah diadakan di ibu kota. Alea sangat membenci Keysa. Selain karena masalah kontes kecantikan, Alea juga memiliki dendam lain. Gadis itu menyukai Zian, tetapi ditolak mentah-mentah oleh Zian hanya karena Keysa. Bahkan, Alea hampir menghabisi nyawanya sendiri karena penolakan itu.
__ADS_1
"Kenapa dia bisa di sini? Mungkinkah gadis itu mengejarku sampai ke sini?" gumamnya dalam hati. Keysa tidak menyangka Alea bisa sampai datang ke kelasnya.
"Alea apa yang kau lakukan di sini?" tanya Keysa, menghampiri gadis yang juga sedang berjalan ke arahmu.
"Untuk menemuimu. Untuk apa lagi?" Alea tersenyum miring, melihat Keysa yang tampak terkejut dengan kehadirannya.
"Sebaiknya kita bicara di luar jangan di sini," tandas Keysa seraya menarik Alea keluar dari kelas.
Keysa membawa Alea ke tempat yang sepi, lalu melepaskan genggaman tangannya. "Apa maksudmu datang ke tempat kuliahku?" sarkas Keysa.
"Ini juga tempat kuliahku. Aku baru saja pindah ke sini," tandas Alea.
'Apa dia yang dimaksud Disti?' Keysa menatap tajam Alea yang juga menatap Keysa tidak suka.
"Jadi kamu pindah ke sini? Untuk apa? Untuk menyusahkanku?" cecar Keysa.
"Untuk memata-mataimu. Dan untuk mengejar cinta Devano. Aku menyukainya," tandas Alea. Lantas memarahi Keysa karena tidak setia dan ingin memiliki Zian dan Devano dalam waktu bersamaan. "Keysa bisa-bisanya kamu melakukan itu? Kamu ini sudah memiliki Zian, kenapa kamu juga malah berpacaran dengan Devano? Itu sangat tidak dibenarkan."
"Jika masalah kita tentang Zian. Aku tidak pernah menyukai Zian. Jadi jangan bawa-bawa Devano dalam hal ini. Aku tidak pernah menyukai Zian, satu-satunya orang yang kusukai adalah Devano. Jadi, silakan kejar cintamu Zian, tanpa harus mengusikku," tandas Keysa.
"Tapi aku juga menginginkan Devano," sarkas Alea.
__ADS_1