Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
62


__ADS_3

62


Keysa melirik sekilas ke arah Devano saat tangannya ditarik  paksa oleh Erika dan menyeretnya untuk keluar dari acara pesta. Tidak disangka, secepat kilat, lelaki yang tadi sedang berdiri agak jauh darinya, tiba-tiba sudah menggenggam tangan Keysa satu lagi—menghentikan langkah Erika. 


"Berhenti! Lepaskan tanganmu!" Suara berat Devano menghentikan langkah Erika, kemudian dengan kasar melepaskan tangan yang masih menggenggam tangan Keysa. 


Keysa tidak membuang kesempatan saat Melihat perhatian Devano terhadapnya, ia langsung mengeluhkan perbuatan Erika terhadapnya. "Dev, dia mengataiku dan Gabby. Dia juga mengusirku dari acara ini. Lihatlah! pergelangan tanganku sampai perih karena ditarik paksa olehnya," keluh Keysa sambil menunjukkan pergelangan tangan yang tadi genggam Erika. 


"Mana yang sakit?" Devano meraih pergelangan tangan Keysa dan dilihatnya tangan gadis itu memang merah. 


Sementara itu, mendengar Keysa yang mengadu kepada lelaki nomor satu di kampus itu, Erika pun angsung mengarahkan telunjuk ke arah Keysa dengan tatapan membunuh. "Kau, itu ya!" bentak Erika. Ia sangat geram. 


Devano masih menatap pergelangan tangan Keysa dan membelakangi Erika saat gadis tunangan Arsen itu membentak Keysa. Ia yang sudah marah melihat tangan Keysa yang merah, lantas membalikkan tubuhnya—menghadap dan menatap tajam Erika. 


Sorot mata yang seperti kilau samurai membuat nyali Erika seketika menciut. Keberanian untuk menghardik dan mengejek Keysa lagi tiba-tiba menghilang. Bahkan jemari yang beberapa saat lalu tertunjuk ke depan muka Keysa langsung berbelok, menunjuk Gabby. "Kau, itu, ya! Aku tidak akan melepaskanmu," ucapnya sambil mengarahkan jemarinya ke Gabby, lalu menurunkannya dengan segera karena Devano masih menatapnya dengan tajam. Akan tetapi, mulut Erika tidak berhenti begitu saja. Erika masih terus mempermalukan dan mengatai Gabby, meskipun dengan ucapan yang terdengar sangat pelan.


"Harusnya kau itu sadar diri, tidak ada yang menerimamu di sini. Akan kupastikan kau mendapat ganjaran dari perbuatanmu dan temanmu itu," tandas Erika seraya berbisik. Kemudian dengan seringai liciknya, ia lantas sedikit menjauh dan menghubungi ibunya Arsen. 

__ADS_1


"Ish ... dasar wanita ular!" rutuk Keysa. Ia ingin sekali membalas semua perlakuan gadis itu terhadapnya terlebih lagi kepada Gabby. Keysa memperhatikan Erika yang sedang menghubungi seseorang dan yakin kalau gadis itu sedang merencanakan sesuatu. Keysa pun mencoba berpikir cara untuk membalasnya. 


"Apa kau butuh bantuanku?" tanya Devano kemudian, melihat Keysa yang terlihat sedang berpikir. 


"Tolong lindungi Gabby! Aku yakin gadis ular itu sedang merencanakan sesuatu untuk Gabby," ucap Keysa sembari menatap manik milik Devano.


Baru saja, Keysa selesai berbicara, tiba-tiba ibunya Arsen datang dan menghampiri Erika. 


"Sepertinya dugaanku benar. Mak Lampirnya datang," ucap Keysa saat melihat kedatangan ibu Arsen. 


"Gabby apa kau tidak mendengar ucapannya? Ajak dia ke atas dan hibur dia di sana," tandas wanita yang tidak kalah sombongnya dari Erika. 


Sementara itu, Gabby hanya diam saja mematung. Ia sama sekali tidak menjawab sepatah kata pun, apalagi pergi menuruti perintah ibu tirinya itu.


Melihat Gabby yang tidak mengindahkan perkataannya, membuat ibunya Arsen meradang dan berjalan menghampiri Gabby. Akan tetapi, Devano dengan cepat berdiri di depan Gabby, melindungi gadis itu. 


"Berhenti! Jangan mendekati Gabby!" ucap Keysa, menghentikan langkah wanita dengan dandanan glamor itu.

__ADS_1


Ibu Arsen, spontan langsung berhenti, lalu menatap Keysa dengan tidak suka. Lagi dan lagi Keysa mencampuri urusannya. "Memangnya siapa kau? Dari tadi terus mencampuri urusanku. Apa gadis sepertimu tidak punya pekerjaan lain, selain mencampuri urusan orang?" 


Mendengar ucapan ibunya Arsen membuat Devano geram. "Hei, jaga bicaramu, Nyonya!" ucap Devano dengan tangan yang terarah ke wajah wanita berumur itu.  "Dia keluargaku. Memangnya kenapa kalau dia mencampuri urusanmu? Keysa hanya melindungi temannya yang sedang kalian tindas," lanjutnya, membela Keysa. 


Sementara itu, Cheryl yang sedang berdiri di dekat tangga, wajahnya langsung menjadi pucat pasi begitu mendengar ucapan Devano. 'Mantra apa yang telah diberikan gadis culun itu sampai Dev membelanya mati-matian?' rutuknya dalam hati. 'Tunggu saja, Keysa, aku akan membuat perhitungan denganmu. Akan kubuat Dev membenci sebenci-bencinya,' sumpahnya dalam hati, lalu pergi menaiki tangga.


Devano yang melihat kehadiran Cheryl dan melengos setelah menyebut Keysa anggota keluarganya, berniat untuk mengejar Cheryl. Devano takut gadis itu mengadu hal yang bukan-bukan kepada keluarganya. Namun, langkahnya dihalangi oleh wanita yang berdiri di dekat tangga. Wanita yang tidak terima telah dipermalukan oleh Devano, tidak membiarkan Devano melewati tangga. 


"Aku semakin muak saja di sini!" tandas Devano sambil menarik Keysa pergi dari sana. "Ez, kita pulang!" lanjutnya. 


Ezra pun mengikuti Devano dan Keysa dari belakang. Sementara itu, ibu Arsen mulai ketakutan karena Devano dan Ezra datang ke sana bukan atas undangan sebagai teman Arsen, melainkan sebagai tamu undangan utusan atas nama keluarga yang sengaja diundang suaminya. Jika mereka pergi akan menjadi masalah baru baginya karena tidak akan mudah menjelaskan semua yang terjadi kepada ayahnya Arsen.


Bertepatan dengan itu, Arsen dan ayahnya datang. Mereka datang untuk menjamu Devano dan Ezra, tetapi yang keduanya dapatkan adalah ketegangan di sana. 


"Ada apa ini?" tanya ayah Arsen. 


"Aku tidak tahan dengan keluarga kalian," tandas Devano, lalu dengan blak-blakan menceritakan ulah Erika dan ibunya Arsen terhadap Keysa dan Gabby, tanpa ada yang terlewat sedikit pun. 

__ADS_1


__ADS_2