Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
93


__ADS_3

93


Setelah acara kontes semalam, Keysa kembali ke rutinitas seorang mahasiswa seperti biasanya, yaitu kuliah. Dengan menggunakan celana overall jeans dan inner floral blouse serta kacamata yang tidak pernah untuk dilepas, Keysa masuk ke kelas. Senyum terus mengembang dari wajahnya yang terlihat sangat ceria karena kemenangannya semalam. Tidak sedikit mahasiswa yang mengucapkan selamat kepadanya, meskipun banyak pula yang mencibir dan merasa tidak puas dengan pemilihan juri. Namun, Keysa memilih mengabaikan orang-orang yang tidak suka padanya dan berterima kasih pada mereka yang mendukungnya. 


Setiba di kelas, Keysa langsung duduk di bangku. Awalnya, Keysa  merasa biasa saja dengan bangku yang didudukinya, tetapi lama kelamaan ia mulai merasa ada yang aneh. Keysa yang hendak mengangkat berdiri lagi, terasa terpatri dengan kursi yang didudukinya. Jangankan mengangkat tubuh, bergerak sedikit pun tidak bisa karena celananya menempel dengan kursi. 


"Oh my God! Kenapa bisa ada lem di kursiku?" gerutu Keysa sambil mencoba melepaskan celananya dari kursi. "Apa ini ulah dia?" Keysa menatap tajam pada gadis yang sedang mendengarkan musik lewat earphone dan seolah-olah tidak melihat kesengsaraan Keysa. 


"Ah ... sial kenapa susah sekali?" Keysa terus menggerak-gerakkan kursi dan tubuhnya, berharap lem itu bisa terlepas. 


"Key, kau sedang apa?" tanya Devano yang baru masuk ke kelas dan mendapati Keysa sedang bergelut dengan kursi yang tidak bisa lepas dari bokongnya. 


"Celanaku menempel di kursi," jawab Keysa sambil menoleh sekilas ke arah Devano, lalu kembali fokus pada celana. 


"Kok, bisa?" tanya Devano dan Ezra bersamaan. 


Keysa membuang napas kasar, lalu menceritakan semua yang telah terjadi. 


Devano yang curiga kepada Liza pun langsung menatap tajam ke arah gadis yang masih pura-pura mendengarkan musik. Ia pun lantas menghampiri Liza. 


"Apa kau yang telah melakukannya?" tanya Devano. 


Melihat Devano ada di hadapannya, Liza langsung menurunkan earphone yang menutupi telinganya. "Dev, kamu sudah datang?" ucap Liza dengan seutas senyum. "Kamu bicara apa, Dev? Aku tidak dengar," lanjutnya, pura-pura. 

__ADS_1


"Apa yang telah kau lakukan pada kursi Keysa?" tanya Devano. 


"Kursi Keysa? Memangnya dia kenapa? Aku malah tidak tahu yang terjadi. Sejak tadi aku mendengarkan musik dan tidak tahu apa yang terjadi," jawab Liza sambil menoleh ke arah Keysa, lalu menoleh kembali ke Devano mencoba meyakinkan kalau dirinya benar-benar tidak salah. 


"Awas saja jika aku tahu kau dalang di balik semua ini." Devano menunjuk wajah Liza, mengancam. Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, ia kembali ke dekat Keysa. 


Keysa mengirim pesan ke beberapa teman dan keluarga melalui ponsel, menanyakan tentang cara melepas celana dari lem di kursi. Devano juga membantu mencari jalan keluar. 


Tidak selang berapa lama kakek membalas dan menyuruh Keysa menggunakan hair dryer untuk melelehkan lemnya.


"Aku punya ide." Sementara itu, tiba-tiba Devano mendapatkan ide yang menurutnya akan berhasil. Ia lantas memeluk Keysa dan menarik tubuh Keysa supaya terlepas dari kursi. 


"Dev, apa yang kau lakukan?" Keysa langsung melepaskan pelukan Devano. "Kalau ditarik paksa kayak gitu yang ada celanaku jebol," omel Keysa. 


Hanya ide Kakek Surya yang menurutnya paling masuk akal. Ia pun meminta Disti yang masih ada di asrama untuk membawa hair dryer ke kelas. 


Setiba kembali ke kelas, seorang dosen sudah berdiri di depan kelas. Mata kuliah sudah dimulai, membuat Keysa dimarahi dosen karena terlambat. 


"Maaf, Pak. Tapi ini bukan sepenuhnya salah saya. Saya sudah datang lebih awal, tapi karena Liza menempelkan lem di kursi jadi terpaksa saya pulang dulu untuk mengganti celana," jelas Keysa yang sudah berganti pakaian memakai jumpsuit. Ia tidak ingin dimarahi sendirian atas kesalahan yang bukan sepenuhnya ulahnya, lalu membawa-bawa Liza karena Keysa yakin gadis itu dalang di balik semua yang terjadi. 


Dosen pun menatap ke arah Liza, lalu meminta gadis itu menemuinya setelah jam mata kuliah dirinya selesai. Mendengar hal itu, wajah Liza langsung ditekuk, sedangkan  Keysa mengangkat sedikit ujung bibirnya. 'Salah sendiri cari gara-gara,' gumam Keysa dalam hati. 


***

__ADS_1


Kontes putri kampus ronde kedua diadakan di kolam renang. Keysa sengaja datang lebih cepat setengah jam untuk bersiap-siap. Ia pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian. Namun, saat Keysa membuka tas, tidak disangka pakaian Keysa tidak ada di sana. 


"Pakaian renangku mana?" gumam Keysa, bahkan gadis itu sampai mengeluarkan semua isi tasnya, tetapi tidak ada. "Ini pasti ulah dia lagi. Bener-bener gak ada bosennya anak itu," rutuk Keysa. 


Kurang dari setengah jam lomba renang akan segera dimulai. Sementara, pakaiannya raib entah ke mana. Akhirnya, jurus terakhir, Keysa pun meminta bantuan Devano untuk mencarikan baju renang. 


[Dev, bisa tolong carikan aku baju renang! Bajuku raib dibawa jin dari tas.] Keysa mengirim pesan kepada Devano. 


Di tempat lain, Devano yang membaca pesan dari Keysa malah tertawa saat membaca pesan gadis itu yang menyebutkan bajunya dibawa jin. Sejurus kemudian, Devano malah senyum-senyum sendiri membayangkan Keysa yang sedang memakai baju renang. Ia pun dengan senang hati mencari  pakaian itu untuk Keysa, bahkan Devano bisa tahu ukuran baju Keysa tanpa Keysa memberitahunya. 


***


Lomba akan segera dimulai. Keysa masih hilir mudik di dekat ruang ganti menunggu Devano yang tidak kunjung datang. Semua peserta sudah berkumpul di tepi kolam renang, tetapi Keysa masih belum berganti pakaian. "Enggak mungkin kan, aku kalah di ronde kedua hanya gara-gara gak ada baju renang?" gumam Keysa yang sudah mulai cemas. 


Hingga akhirnya, Keysa bisa bernapas lega saat melihat lelaki yang ditunggu berlari ke arahnya dengan menenteng paperbag. 


"Ini pakaiannya. Maaf sedikit telat," ucap Devano dengan napas yang ngos-ngosan. 


"Tidak masalah. Makasih." Keysa langsung meraih paperbag itu lantas mengganti pakaiannya. 


 Keysa pun mengikuti lomba dengan memakai baju renang yang dibeli Devano. Baju renang yang tertutup, tetapi menampilkan body Keysa yang bagus, membuat Devano menelan salivanya dengan susah saat melihat pemandangan indah di depan matanya. 


'Apa aku salah memilih pakaian?' gumam Devano dalam hati. Ada rasa tidak rela kalau tubuh indah itu menjadi konsumsi publik. 

__ADS_1


"Aku gabung dengan yang lain dulu," ucap Keysa menghampiri Devano yang masih terpana dengan pemandangan di depan mata. 


Sebelum Keysa pergi, tiba-tiba ia mendapat pesan dari Gabby dan  Kakek Surya.


__ADS_2