
61
Di saat Devano, Ezra, Gabby dan Keysa sedang bersama, tiba-tiba Arsen datang menghampiri mereka. Ezra yang sedang menggoda Devano pun seketika terdiam, lalu menyapa lelaki yang sedang berulang tahun itu. Begitupun dengan Devano, tetapi tidak sangka Arsen sama sekali tidak memerhatikan keduanya. Lelaki itu melewati Devano dan Ezra begitu saja, lalu menghampiri Gabby—gadis yang ingin ditemuinya sejak tadi.
Arsen sedang menyapa para tamu-tamu besar keluarganya saat Keysa dan Gabby menuruni tangga. Ia yang hendak menemui Gabby terus terhalangi karena para kolega keluarganya yang selalu mengajak Arsen berbicara. Dan, baru bisa keluar dari perkumpulan para pembisnis itu saat ia beralasan hendak ke toilet.
"Ish ... dia sombong sekali. Aku hanya menyapanya dan mengucapkan selamat ulang tahun dengan baik. Dia malah selonong boy sambil narik wanitanya. Tidak bisakah dia permisi dengan sopan," rutuk Devano terhadap sikap Arsen yang menurutnya sombong.
Arsen membawa Gabby pergi menjauh dari sana dan mengajaknya berbicara, tanpa permisi kepada merka.
"Sabar ... sabar!" Ezra menepuk-nepuk bahu Devano. 'Tidak nyadar kalau dirinya jauh lebih sombong,' gumam Ezra yang hanya bisa diucapkannya dalam hati.
"Kak Arsen, tunggu!" Tiba-tiba Keysa menghentikan langkah Arsen dan semakin membuat Devano mengdumel. "Setelah acara ulang tahun selesai, bolehkah kita bicara? Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu," lanjut Keysa yang dijawab anggukan Arsen.
Jangan tanya bagaimana keadaan Devano sekarang. Kepalanya sudah mengeluarkan banyak asap, hatinya terbakar api cemburu begitu mendengar perkataan Keysa yang akan memberikan sesuatu pada Arsen. Namun, sejurus kemudian ia mencoba berpikir jernih saat mengingat kejadian kemari. "Ternyata kau sudah benar-benar terperangkap dengan Arsen dan hubungan mereka?" gumam Devano sangat pelan.
Melihat wajah Devano yang semakin bermuram durja, Ezra pun berencana mendekatkan dua sejoli yang kadang seperti kucing dan tikus itu.
"Key, pulang dari sini dengan siapa?" tanya Ezra, basa basi.
"Pestanya aja belum dimulai udah nanyain pulang aja. Ngusir nih, ceritanya?" jawab Keysa dengan seringai tipis yang menghiasi wajah.
__ADS_1
Ezra yang tidak bermaksud seperti itu langsung mengelaknya. "Bukan begitu. Jangan salah paham! Aku hanya ingin menawarkan bagaimana kalau nanti kita pulang bersama? Aku akan mengantarmu pulang bareng sama Dev, bagaimana?" Ia mengajak Keysa pulang bersama agar Devano dan gadis itu bisa semakin dekat.
"Maaf, aku sudah salah paham," tandas Keysa setelah mendengar penjelasan Ezra. "Sebelumnya, terima kasih sudah mau repot-repot mengantarku pulang. Makasih, Ez, kamu memang sangat baik," lanjutnya dengan sangat ramah.
Melihat sikap Ezra kepada Keysa dan melihat Keysa yang begitu ramah kepada Ezra membuat Devano salah paham pada sahabatnya. Lagi-lagi lelaki itu telah dibuat cemburu. 'Dan sekarang aku malah ingin menggetok kepala sahabat tak tahu diri ini. Harusnya aku yang mengajaknya pulang bareng, bukan dia.' Devano mendumel dalam hati dengan mata yang menatap tajam ke arah Ezra.
Acara ulang tahun pun di mulai. Arsen dan ayahnya memberi sambutan kepada semua tamu yang hadir. Sementara itu, Keysa dan Gabby tampak sedang mencicipi hidangan yang disajikan. Tiba-tiba terdengar sekelompok orang sedang membicarakan Erika yang merupakan tunangan Arsen. Mereka memuji-muji dan menyebut kalau Erika sangat cocok bersanding dengan Arsen. Arsen dan Erika adalah pasangan serasi. Percakapan mereka pun tidak luput dari pendengaran Gabby dan Keysa, hingga berhasil membuat Gabby sedih.
"Jangan sedih. Kamu lebih cantik dan lebih cocok bersanding dengan Kak Arsen daripada gadis sombong itu. Jangan pedulikan omongan mereka, yang terpenting Kak Arsen mencintaimu. Yang lainnya anggap aja angin lewat." Keysa mencoba menghibur gadis yang lagi-lagi bersiap menumpahkan air matanya.
Gadis yang dipuji-puji itu pun mendekati Gabby, begitu sadar kalau Keysa dan Gabby berada di sana.
"Dia ke sini," ucap Gabby.
Erika mendatangi Gabby, lalu dengan sombongnya ia kembali mengejek dan menghina Gabby dengan kata-kata kotor yang selalu keluar dari mulutnya. Bahkan, kali ini Erika juga mengejek Keysa.
"Uh ... sungguh persahabatan yang mengharukan. Si culun yang miskin berusaha menenangkan si j4lang yang tidak tahu diri," sarkas Erika.
Tanpa disadari oleh Erika, sepasang mata sedang memerhatikan mereka. Sejak tadi ia hanya menjadi pendengar saat penghinaan keluar dari mulut Erika. Namun, tangannya langsung mengepal sempurna saat gadis yang sudah memiliki tempat tersendiri di hatinya juga dihina oleh gadis itu.
"Jangan, Dev!" Ia yang bergegas hendak menghampir Erika dengan cepat dicegah Ezra.
__ADS_1
"Tapi—"
Ezra menggeleng. "Bukankah kau tahu masalah seperti itu kecil bagi Keysa. Tanpa bantuan siapapun, dia pasti bisa menyelesaikannya," tandas Ezra dan Devano pun terpaksa berhenti.
Namun, tetap saja, hatinya tidak bisa dibohongi. Devano masih mengkhawatirkan Keysa.
"Ya ampun. Aku ingin sekali menyumpal mulutmu dengan sepuluh kilo cabe rawit! Asal kau tahu yang tidak tahu diri di sini itu bukan Gabby tapi kamu!" Keysa menunjuk mata Erika dari jarak yang sangat dekat dengan dua jarinya. "Yang tidak tahu diri itu, orang yang jelas-jelas tidak dicintai oleh seseorang, tetapi tetap mengejarnya tanpa tahu malu bahkan menghalalkan segala cara. Itu orang yang pantas disebut orang tidak tahu malu," tandas Keysa yang langsung membungkam mulut Erika dengan ucapannya.
"Kau ... berani sekali kau bicara seperti itu padaku. Akan kupastikan keluargaku memberi pelajaran padamu." Erika yang malah terpojok, kemudian mengancam Keysa dengan membawa-bawa nama keluarganya.
"Dan kau pikir aku takut? Sama sekali tidak. Silakan laporkan kepada keluargamu dan aku tunggu pelajarannya." Keysa malah menantang Erika.
"Aku pastikan kau menyesal. Mereka pasti akan membuat kau nangis darah," ucap Erika begitu geram.
"Aku tidak takut karena ada Devano yang selalu ada bersamaku." Keysa melirik sekilas ke arah lelaki yang sedang memerhatikannya sejak tadi dan menjadikan Devano sebagai tamengnya.
"Ini rumah Arsen dan Devano tidak memiliki kekuasaan di sini. Jadi, bersembunyi di balik ketek dia pun tidak berguna," ucap Erika pelan, tapi penuh penekanan. "Jadi, sebelum keluargaku menghabisimu sebaiknya kau pergi dari sini." Erika menarik tangan Keysa, menyeret Keysa keluar dari pesta.
Devano yang sudah tidak tahan menghampiri mereka dan dengan cepat menarik tangan Keysa yang satu lagi, membuat Keysa terdiam. Namun, Erika yang tidak menyadari Devano sudah menggenggam tangan Keysa sebelah lagi dengan kencang menarik tangan Keysa sembari mengucapkan kata-kata kotor.
"Berhenti!" Suara berat Devano pun menghentikan Erika. Ia menoleh ke belakang dan dilihatnya sudah ada Devano dan Keysa di sana.
__ADS_1
"Lepasakan tanganmu!" lanjut Devano sambil melepaskan kasar tangan yang masih menggenggam lengan Keysa.