Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
78


__ADS_3

78


Tanpa sadar, Liza mengerutkan keningnya saat Devano tiba-tiba datang dan malah membela Keysa. Ezra dan Devano pun terlibat perdebatan. Ezra yang terus menyalahkan Keysa dan Devano yang juga terus membela gadis itu. 


"Sepertinya memang benar yang kau katakan kemarin Dev. Cap Keysa sebagai pembuat kacau setiap acara memang benar, seharusnya aku mendengarkan ucapanmu waktu itu," tandas Ezra yang masih diliputi kekesalan kepada Keysa. 


"Ez, sudah aku bilang, Keysa itu tidak salah," sarkas Devano dengan mata yang menatap tajam ke arah Liza. Ia tahu semuanya, tetapi Devano juga tidak ingin membuat malu Liza dengan mengatakan kebenarannya. 


"Tidak salah bagaimana? Keysa sudah menyiram gaun Liza. Apa kamu masih dendam dengan kejadian tadi, Key? Padahal yang menghinamu kan bukan Liza, kenapa kamu malah membalasnya pada Liza?" tanya Ezra kepada Keysa. "Liza itu teman kami. Kenapa kamu tidak  mencoba berteman dengan teman kami juga," lanjutnya yang membuat Keysa tidak tahu harus menjawab apa. 


"Ezra Marcellino, sudah aku bilang, Keysa itu tidak salah," sarkas Devano lagi. Ia mulai geram kepada Ezra yang tidak mau mengerti ucapannya. 


Sementara itu, Keysa menatap Devano yang sedang membelanya mati-matian bahkan sampai melawan sahabatnya sendiri. "Meskipun dia selalu menyebalkan, tetapi di saat seperti ini hanya dia yang selalu percaya dan  melindungiku," Keysa bergumam dalam hati dengan terus memuji dan mengagumi tindakan lelaki di sampingnya. 


"Tidak salah bagaimana? Jelas-jelas kami juga lihat kalau gadis itu menyiramkan jus pada gaun Liza." Penggemar Liza juga menyalahkan Keysa. Akan tetapi dengan tegas, lagi-lagi Devano membantahnya. 


"Jika tidak tahu apa-apa, jangan malah memancing di air keruh! Aku tahu apa yang terjadi, jadi kau tidak perlu kata-kata kompor lagi." Devano menatap gadis yang membela Liza dengan tatapan membunuh membuat gadis itu langsung menunduk. 


Di saat Devano memberi tatapan membunuh pada pembela Liza. Liza sendiri malah memelototi Keysa sambil menyindirnya. "Dasar pembuat onar yang hanya bersembunyi di ketek Dev," tandasnya dengan gerakan mulut tanpa suara. 


"Apa yang kau bilang? Jelas-jelas kau yang salah. Minta maaf, tidak!" Keysa yang bisa membaca gerakan mulut Liza langsung tersulut emosi. Dengan lantang, ia meminta gadis bergaun sama dengan yang dipakai olehnya itu untuk meminta maaf. 


Semua orang menatap Liza yang dibentak oleh Keysa. Para pendukung Liza pun langsung melawan Keysa dan membela mati-matian idolanya itu. Mereka tidak terima atas perlakuan Keysa terhadap Liza. Namun, Keysa juga tidak tinggal diam—dengan berani ia melawan mereka yang terus memojokkannya. 


"Ck ... ck ... apa kalian akan tetap pura-pura buta, meskipun kalian tahu yang sebenarnya? Mentang-mentang gadis ini idola kalian, kalian mengabaikan kebenaran yang kalian lihat dengan mata kalian sendiri. Aku sumpahin kalian buta beneran baru tahu rasa," seloroh Keysa yang mulai kesal dengan orang-orang yang ada di sana. Orang-orang di sana pun kemudian serempak terdiam. 


Kemudian, secara tiba-tiba datang juga Exel membelah kerumunan sesaat setelah Keysa melakukan perlawanan. Ia datang serta bersikap bak pahlawan kesiangan. Dengan lantang, lelaki itu pun membela Keysa. 


"Aku pun saksi kalau Keysa tidak bersalah. Aku melihat dengan kepala mataku sendiri, kalau Liza lah yang telah dengan sengaja menabrakkan tubuhnya ke Keysa. Apa kalian perlu bukti? Kebetulan aku sedang membuat video untuk blog-ku dan kejadian itu terekam dengan kamera. Kalau kalian mau lihat, aku akan buktikan," tandas Exel yang semakin membuat orang-orang terdiam. 

__ADS_1


Sementara itu, Cheryl hanya menatap semua yang terjadi dengan wajah tidak percaya. Bisa-bisanya kakak kandungnya sendiri malah membela gadis yang sudah dicap sebagai musuh bubuyutannya. 


Begitu mendengar penuturan Exel, Liza yang tidak mau kebohongannya terbongkar langsung meminta maaf kepada Keysa. Ia tidak mau Exel memperlihatkan video itu kepada semua orang. 


"Baiklah, karena ini acara ulang tahun Tante Selena dan aku tidak ingin mengacaukan acara dia. Aku meminta maaf kepadamu!" Dengan ulang tahun Selena yang menjadi alasan, Liza mengulurkan tangannya  meminta maaf kepada Keysa. 


Keysa menjabat tangan itu, sekilas. Meskipun tahu permintaan maaf itu tidak ikhlas, tetapi Keysa juga tidak ingin memperpanjang masalah dan malah membuat lebih banyak lagi banyak kekacauan. 


"Masalah sudah selesai," ucap Ezra begitu mereka saling memaafkan. "Sebaiknya kau ganti gaunmu dulu. Ada pelayan yang akan mengantarmu ke atas," lanjut Ezra kepada Liza sambil memberi kode kepada seorang pelayan untuk mengantar gadis itu. 


Sementara itu, Keysa sudah mulai muak dengan acara pesta yang ujung-ujungnya selalu mempermalukan dirinya. Ia pun bergegas meninggalkan rumah besar itu. 


"Kamu mau ke mana, Key?" Devano mengejar Keysa. 


"Aku mau pulang saja," tandas Keysa tanpa melihat ke arah lelaki itu. 


"Aku antar, ya!" Devano menawarkan jasa.


"Tapi—" 


"Aku pulang bersama Disti, jadi kau tidak perlu khawatir. Terima kasih sudah membelaku." Keysa memotong ucapan Devano. 


Bertepatan dengan itu, seseorang memanggil Devano, membuatnya bingung harus mengantarkan Keysa atau menemui orang yang memanggilnya. 


"Kembalilah! Aku pulang," ucap Keysa lagi, lalu pergi. 


Sementara Devano, terpaksa kembali ke acara perjamuan karena Selena mencarinya. 


Keysa dan Disti sudah berada di luar gerbang rumah Ezra. Mereka sedang menunggu taksi yang dipesan Disti datang. Tidak selang lama, taksi yang ditunggu pun tiba dan keduanya langsung bergegas masuk ke mobil. 

__ADS_1


"Key, tunggu!" Tiba-tiba dari dalam gerbang, Ezra menghentikan langkah Keysa yang sudah membuka pintu hendak masuk ke mobil. 


Keysa menoleh sekilas ke arah suara, dilihatnya Ezra tengah berlari ke arahnya sambil terus meminta Keysa untuk tidak lekas naik. 


"Dis, tunggu sebentar, ya!" ucap Keysa kepada Disti yang sudah duduk di dalam mobil dan dijawab anggukan Disti. Ia menutup kembali pintu mobil dan menunggu Ezra yang sudah tidak jauh dari tempatnya berdiri. 


"Ada apa?" tanya Keysa dengan sedikit ketus.


"Key, maafkan aku." Ezra langsung meminta maaf atas perlakuan kasarnya terhadap Keysa beberapa waktu lalu. 


Gadis yang sudah terlanjur dongkol kepada Ezra hanya tersenyum sinis. Ia tidak menyangka orang yang dikaguminya dengan kebaikan dan kelembutan yang selalu diberikan kepadanya, bisa berubah secepat itu. Dan, membuat pemikiran Keysa terhadap Ezra sedikit demi sedikit mulai berubah. Lelaki di hadapannya tidak setulus yang ia kira. 


"Untuk apa minta maaf? Kamu tidak salah. Di sini akulah yang salah, seharusnya sejak awal aku memang tidak datang ke acara keluargamu. Benar yang dikatakan Devano, aku hanyalah pembuat kacau. Seharusnya aku sadar akan hal itu," ucap Keysa, "Maaf karena telah membuat banyak kekacauan," lanjutnya sambil membungkukan tubuh. 


"Key, bukan itu maksudku. Maaf jika kata-kataku terlanjur menyakitimu. Aku tidak bermaksud demikian. Aku hanya bingung dan sedikit marah karena ada kekacauan di acara mama-ku." Ezra meraih tangan Keysa, meminta gadis itu tidak bersikap formal dengan membungkukan tubuh seperti itu. Dengan wajah yang memelas, ia berusaha mendapatkan maaf dari gadis incaran Devano itu. Tidak dapat dipungkiri, saat itu ia bingung untuk membela siapa. Bagaimana pun Liza adalah temannya sejak kecil, sedangkan Keysa juga adalah orang yang disukai sahabatnya. 


Melihat wajah memelas Ezra yang mirip seperti anak kucing minta dikasihani, membuat pertahanan Keysa tergoyahkan. Meskipun masih sedikit kesal, tetapi ia tidak tega melihat lelaki itu yang terus memohon. 


"Tidak perlu seperti itu. Aku paham, kok. Aku juga memakluminya." Keysa menepuk bahu Ezra cukup keras dengan senyum yang menghiasi wajah. "Aku memaafkanmu, dan aku juga minta maaf karena telah membuat kekacauan," lanjut Keysa. 


Setelah itu, ia masuk ke mobil dan pergi. Melihat kepergian Keysa ada rasa perasaan aneh yang timbul di diri Ezra yang tidak bisa dijelaskannya. 


"Aku kenapa?" gumamnya, merasakan jantungnya bertalu-talu tidak karuan. 


Tidak ingin terlalu larut dalam hal aneh itu, Ezra kembali ke dalam dan meminta penjelasan dari Liza. Liza yang ketahuan berbohong pun beralasan kalau semua itu permintaan Cheryl yang cemburu kepada Keysa. 


***


Berita kepulangan Liza tersebar di seantero kampus. Semua orang membicarakan gadis yang terkenal atas kecantikan dan kedekatannya dengan dua lelaki terpopuler di kampus. Mereka juga membicarakan kalau Liza akan kuliah di sana. 

__ADS_1


Keysa baru saja sampai di kelas, saat mendapati tempat duduknya sudah ditempati oleh Liza. 


"Minggir, itu tempat dudukku!" sarkas Keysa. 


__ADS_2