
Keysa setuju bercerai dengan Devano, asalkan lelaki itu bisa mengalahkan dirinya dalam battle.
Tangan Keysa tampak menari-nari indah di atas keyboard saat sedang memainkan game. Ia yang saat ini memainkan game-nya lewat laptop tiba-tiba menghentikan permainannya saat mendapatkan sebuah pesan private. Ia pun lantas membuka pesan tersebut yang ternyata pesan dari Exel. Lelaki itu mengajak Keysa untuk mengerjakan misi bersama.
"Mungkin dia akan membantuku untuk memenangkan pertarunganku dengannya," gumam Keysa, setelah membaca pesan dari Exel.
Keysa lantas mengiakan permintaan Exel. Keysa di dunia game pun pergi meninggalkan Devano dan Cheryl setelah menantang Devano.
Di tempat lain ....
Cheryl yang juga sedang bermain lewat laptop miliknya, tampak sangat geram mendapati Keysa yang tidak mau melepaskan Devano dan malah mengajak duet. "Tuh, orang muka tembok banget. Dev udah gak mau pun masih aja maksa. Kalau aku tahu orang aslinya, sudah kudatangi dan buat perhitungan," rutuk Cheryl, sangat marah.
Cheryl benar-benar dibuat kesal oleh sikap istri Devano di game, padahal niatnya menjadi istri Devano sedikit lagi akan segera terwujud. Ia pun lantas menelpon Exel dan memberitahukan perkembangan hubungannya dan Devano.
"Dev, sudah bersedia menikahiku. Tapi, masalahnya istri sialannya itu masih tetap menolak untuk bercerai," tandas Cheryl saat panggilannya tersambung pada sang kakak.
"Terus saja dekati Dev, jangan biarkan dia berpaling darimu. Sedangkan Queen K (nama akun Keysa di game) biar aku yang urus. Aku akan mengejarnya sampai akhirnya dia mau melepaskan Dev," jawab Exel, dengan penuh keyakinan bisa mendapatkan Keysa.
"Ok. Aku tunggu kabar terbaiknya," ucap Cheryl lalu mengakhiri panggilannya.
Setelah mendapat kabar dari Cheryl, Exel kembali login ke dalam aplikasi game dan melihat Keysa sudah berada di sisinya. Melihat hal tersebut, Exel menyunggingkan senyum. Ujung bibirnya sedikit terangkat dengan kepala yang sedang memikirkan sebuah kehancuran Devano. Lelaki itu sengaja meminta Cheryl untuk mendekati Devano hingga keduanya menikah, sedangkan dirinya akan terus mendekati Keysa hingga mau bercerai dengan Devano. Setelah Cheryl dan Devano menikah, lama-lama mereka akan semakin dekat dan kemudian tumbuh perasaan diantara keduanya.
Kejadian seperti itulah yang sangat ditunggu Exel, kejadian itu sangat menguntungkan Exel. Karena setelahnya, ia akan membocorkan pernikahan game Devano dan Cheryl kepada Keysa (dunia nyata), sehingga hubungan Devano dan Keysa pun renggang.
"Ide yang sangat brilian, Exel!" Exel bergumam pada dirinya sendiri, setelah membayangkan renggangnya hubungan Devano dan Keysa. "Setelah itu akan masuk ke hatimu, menggantikan si Tengik Devano." Tawa Exel menggema di seisi kamar seraya mengusap foto Keysa yang sengaja ia pajang di atas meja komputer.
Exel dan Keysa pun mengerjakan misi bersama sampai membuat level naik hingga 99, kemudian Keysa menutup game.
__ADS_1
Setelah bermain game Keysa keluar dari kamar dan berpapasan dengan kepala pelayan yang baru saja keluar dari kamar Kakek Surya.
"Pak Muin, apa Zian sudah pergi?" tanya Keysa kepada kepala pelayan tersebut.
"Sudah Nona," jawab Muin, membuat Keysa bernapas lega dengan senyum yang mengembang di bibir. "Tapi, dia juga bilang, 'besok akan ke sini lagi'," lanjut Muin, yang berhasil membuat bibir Keysa beralih mode seperti kerucut.
***
Beberapa hari kemudian ....
Seperti yang diucapkan Muin, Zian setiap hati datang ke rumah Kakek Surya. Namun. Keysa pun masih tetap pada pendiriannya untuk tidak mau menemui lelaki itu. Ia tetap tidak mau bersama Zian, meski Zian terus berjuang untuk mendapatkan hatinya.
Keysa lebih memilih bersembunyi di dalam kamar dan bermain game. Bahkan saat ini Keysa sudah naik level lagi menjadi seratus. Keysa dan Devano bersepakat untuk battle jam delapan malam, membuat gadis itu terus berlatih. Ia tidak ingin kalah bagaimana pun caranya.
Sementara itu, di rumah Devano.
"Semenjak pulang kau jadi susah dihubungi seperti ini. Kau itu sedang mengujiku apa gimana sih? Ayo, dong, angkat teleponnya!" gumam Devano, dengan ponsel yang masih menempel di telinga.
Entah panggilan ke berapa kali, panggilan baru tersambung dengan si pemilik kontak yang terus dihubunginya. Bibir Devano pun menampilkan lengkungan senyum saat bukan lagi suara operator yang didengarnya.
"Halo, Dev!" Terdengar suara malas Keysa dari seberang sana, dan berhasil membuat senyum Devano berubah menjadi murka.
"Kau mengabaikan panggilanku sampe lima puluh kali, dan di saat tersambung kau malah menyapaku dengan nada malas begini. Kau itu benar-benar keterlaluan, Key! Apa kau sudah bosan dihubungi olehku? Atau ada lelaki lain di sana, sehingga kau melupakanku begitu saja?"
Rasa Rindu yang telah membuncah membuat Devano lebih sensitif. Hanya mendengar Keysa yang berbicara seperti orang malas pun berhasil membangunkan kemarahannya.
Keysa yang sudah sangat lelah karena baru saja selesai berlatih, lalu mendapati Devano yang tiba-tiba memarahinya ditambah lagi dikait-kaitkan dengan lelaki lain membuat Keysa pun sama-sama tersulut emosi.
__ADS_1
"Ayolah, Dev! Aku juga punya kesibukan. Aku tidak mengangkat teleponmu bukan berarti aku berselingkuh."
"Tapi, seenggaknya—" Ucapan Devano yang hendak meminta Keysa untuk tidak mengabaikan panggilannya langsung tersekat saat tiba-tiba panggilan terputus. "Apa-apaan ini? Kenapa malah dimatiin?" Devano menatap layar dengan kesal, melihat panggilan diputus begitu saja. "Ini tidak benar. Sepertinya aku harus menyusulnya ke sana dan memberi dia pelajaran," gumamnya lagi.
***
Terlanjur kesal karena dituduh sedang bersama lelaki lain, Keysa langsung mematikan ponselnya. Ia tidak memberikan Devano semakin meracau tidak jelas.
"Semenjak berpisah posesif-nya semakin menjadi saja." Keysa merutuki sikap Devano yang semakin posesif terhadapnya.
Tidak ingin terlalu memikirkan sikap Devano, Keysa pun lebih memilih berselancar pada media sosialnya. Seketika mata Keysa berbinar saat melihat pesan. Sebuah bonus yang bisa mengobati kekesalan Keysa, ia mendapati perusahaan yang meng-endorse-nya mengirimkan bayaran dalam jumlah tinggi.
Bersamaan dengan itu sebuah pesan juga masuk ke akunnya. Pesan itu dikirim oleh Ezra. Sahabat Devano tersebut berharap masih bisa menjalin hubungan dengan Keysa.
[Maaf aku tidak bisa. Sebenarnya aku sudah memiliki pacar. Aku harap kamu jangan pernah menghubungiku lagi.]
Keysa membalas pesan dari Ezra dan memintanya untuk tidak menghubungi Keysa lagi, kemudian keluar dari akun medsos dan masuk ke akun game.
Di dunia game. Devano dan Keysa muncul tepat waktu. Pertandingan pun dimulai, awalnya score keduanya sama, tetapi lama-lama Keysa tertinggal jauh.
"Yes!" Devano yang sedang berada di rumah Ezra berseru, saat mendapati score-nya terus meninggalkan Keysa. Senyumnya mengembang sangat lebar, meyakini bahwa dirinya pasti menjadi pemenang.
Sementara itu, Ezra yang kecewa dengan jawaban chat dari Keysa, menghampiri Devano dan mengajaknya turun untuk minum-minum.
"Dev, turun yuk! Kita minum-minum!" ucapnya dengan suara yang terdengar frustrasi.
"Minum-minum sendiri saja. Tanggung." Sibuk dengan battle game-nya bersama Keysa, Devano langsung menolak. Membuat Ezra sangat marah dan merebut ponsel Devano.
__ADS_1