
"Kurang! Aku ingin kau nyanyi dua judul lagu lagi."
Keysa baru saja menyelesaikan satu judul , tetapi lelaki itu menyuruhnya menyanyi lagi.
Huft! Keysa membuang napas kasar sambil mendelik. Mikrofon yang baru saja diletakkannya diambil lagi dengan kasar. Berurusan dengan berandal dari antek-antek mafia memang sangat menyebalkan. Mereka mempunyai kuasa, tidak sembarangan orang bisa membantu Keysa.
"Nyanyi sambil menari! Tarian di lagu pertamamu jelek sekali," perintahnya lagi, setelah memilihkan lagu yang harus dinyanyikan oleh Keysa.
"Aku tidak bisa menari, kalau ingin bagus minta penari profesional," tandas Keysa.
Lelaki beringas itu mulai menunjukkan kuasanya yang ternyata sangat menyeramkan. Ia mendekati Keysa dengan mata yang siap menerkam lawan, membuat Keysa hanya bisa meneguk ludah dengan susah payah.
"Kau ingin menari dan bernyanyi di sini atau menari di atas tempat tidur denganku?" Orang itu menarik dagu Keysa, hingga kepala Keysa terangkat dan bisa menatap lelaki yang jauh lebih tinggi itu.
"Aku akan menari dengan baik di sini," tandas Keysa.
"Gadis pintar." Orang itu melepaskan dagu Keysa, kemudian berbalik dan kembali duduk. Lantas menikmati penampilan Keysa yang sedang bernyanyi sambil menari.
***
"Sialan! Apa yang sedang mereka lakukan?" Devano yang masih ada di mobil dalam perjalanan dibuat meradang saat dikirim video oleh seseorang dan melihat Keysa yang sedang dipaksa menari dan bernyanyi.
Devano menambah kecepatan mobilnya, menerobos lampu merah, bahkan tidak peduli saat dirinya melawan jalur yang bisa membahayakan dirinya sendiri dan pengendara lain. Ia tidak memedulikan bunyi klakson kendaraan lain dan umpatan-umpatan yang protes atas kelakuannya tersebut. Di dalam pikiran Devano saat ini hanya segera sampai ke klub dan menyelamatkan Keysa dari orang-orang berbahaya itu.
Setiba di klub, Devano langsung memarkirkan mobil dengan asal, kemudian masuk.
"Dimana Keysa?" tanya Devano pada salah satu orang yang diberikan perintah untuk mengawasi keadaan di klub.
__ADS_1
Setelah mendapat jawaban, Devano segera pergi ke tempat yang dimaksud. Ia menerobos ruangan yang pintunya tertutup. Begitu buka terbuka, Devano bisa melihat ada banyak berandal dengan diketuai seorang mafia besar di sana, hingga darahnya dibuat mendidih saat melihat Keysa dipaksa untuk menari erotis. Dengan amarah yang membumbung tinggi, kakinya berayun mendekat ke arah Keysa dan orang itu, kemudian menyambar botol bir.
"Berani sekali kau memerlakukan kekasihku seperti pelaccur!" Devano yang sudah dikuasai amarah langsung memukul orang itu dengan botol bir dan menarik Keysa ke sisinya.
Bertepatan dengan itu, tiba-tiba orang-orang yang di sana mendekat dan mengelilingi Devano dan Keysa dengan pisstol yang tertuju kepada mereka.
"Berani sekali kau memukulku. Apa kau sudah bosan hidup, hah?!" bentak orang itu sambil menatap tajam ke arah Keysa dan Devano.
"Jadi dia benar-benar kekasihmu?" tanyanya lagi, dan sejurus kemudian tawanya menggelegar di ruangan itu. "Ok. Sepertinya aku mempunyai ide brilian yang sangat keren," lanjutnya, lalu menarik Keysa dari sisi Devano.
"Lepaskan Keysa!" Devano menarik kembali Keysa, hingga gadis itu menjadi ajang tarik menarik.
Akhirnya, si Pirang melepaskan pegangannya dari tangan Keysa. Ia menatap sinis pada sepasang kekasih itu. "Ok. baiklah sekarang tinggal kamu yang putuskan." Orang itu menatap jahat kepada Keysa. "Menari untukku, atau peluru dari pistol mereka bersarang di kepala dan tubuh kekasihmu," ucapnya sambil menunjuk Devano dan pistol yang mengelilinginya.
Keysa menatap Devano. Pistol begitu dekat dengan mereka dengan pelatuk yang yang bisa ditarik kapan saja sesuai perintah. Devano menggeleng, meminta Keysa untuk menolak. Namun, Keysa juga tidak mau Devano kenapa-kenapa hanya karena melindunginya.
Devano yang mendengar jawaban Keysa langsung melotot.
"Ok. Aku ingin kamu menari sambil telanjang," lanjut orang itu dengan santai, tetapi berhasil membuat Devano meradang.
"Hei, jaga bicaramu! Tidak. Keysa tidak akan melakukan itu," sarkas Devano. Ia maju selangkah hendak menghajar si Pirang, tetapi dengan cepat di halangi oleh anak buah si Pirang yang tidak membawa pistol.
"Buka baju atau kekasihmu mati di sini," ucapnya, dengan mata yang tidak teralihkan dari Keysa dan mengacuhkan Devano.
Keysa kembali menoleh pada Devano, melihat lelaki yang sedang dikelilingi maut, kemudian beralih pada lelaki yang malah terlihat santai–sedang duduk sambil memainkan gelas berisi bir.
"Baik. Aku akan menari sambil telanjang." Keysa memutuskan untuk mengikuti kemauan orang itu.
__ADS_1
"Key, apa yang kamu lakukan? Aku tidak rela tubuhmu jadi tontonan para bedebah itu!" sarkas Devano, sambil memberontak mencoba melepaskan diri dari orang yang mencekalnya.
"Aku juga tidak mau kamu kenapa-kenapa." Keysa menatap lirih sang kekasih, kemudian beralih kepada lelaki berambut pirang dengan tindik di hidung yang sedang memutar-mutar gelas.
Lelaki itu hanya menatap Keysa dengan seutas senyum jahat yang tertampil.
"Jangan, Key!" Devano menggeleng, meminta gadisnya untuk tidak melakukan hal bodoh seperti itu. Namun, Keysa tidak mendengarkannya.
Keysa menutup mata dengan tangan yang meraih resleting belakang gaun dan perlahan menurunkannya.
"Lepaskan aku Bedebah!" Devano memberontak, hingga terlepas dari cengkeraman anak buah Si Pirang, lantas menarik tangan Keysa yang sedang menurunkan resleting. "Sudah kubilang jangan lakukan hal itu!" Devano membenarkan kembali resleting yang sudah turun setengah dan menampilkan sebagian punggung Keysa yang mulus.
Melihat adegan Devano yang melindungi Keysa mati-matian membuat si penjahat bertepuk tangan tiga kali. Senyum tersungging. Ia percaya kalau gadis itu adalah kekasih Devano dan permainan pun akan semakin seru.
"Sungguh cinta yang membuatku ingin menangis. Seorang Devano mati-matian melindungi seorang gadis. Cinta yang sangat luar biasa," gumamnya, dengan tawa yang mengiringi ucapannya.
"Kau tidak ingin kekasihmu menari dengan telanjang, 'kan? Kalau begitu bagaimana kalau kau yang menggantikannya. Kau menari untukku tanpa sehelai pakaian yang menempel," tandasnya lagi, tersenyum jahat.
"Jangan aneh-aneh, Bedebah!"
**Happy reading, Kak! Untuk visual versi othor, aku up di Ig dan fb. Siapa tahu ada yang mau lihat visual Bang Dev dan Keysa silakan follow
Ig : Shee5647
FB : Shee Chewe Leo
🙏🙏**
__ADS_1