Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
34


__ADS_3

Keysa membagikan dua foto hasil jepretannya dari produk gelang tangan yang diterimanya. Satu foto diambil saat Keysa memakai gelang di tangan dan satu lagi saat memakai gelang di pergelangan kaki. Belum sampai lima menit kedua foto itu unggah sudah mendapatkan hampir seribu like. 


Tidak lama kemudian, perusahaan gelang itu membayar sisa DP kemarin, lalu mengirim pesan. Mereka ingin membahas kerja sama baru lagi dengan Keysa, bahkan dengan bayaran yang jauh  lebih tinggi dari sebelumnya. 


Jangan tanya perasaan Keysa begitu menerima tawaran yang sangat menggiurkan tersebut. Ia langsung jingkrak-jingkrak dan dengan senang hati menyetujui permintaan customer-nya. 


Foto untuk gelang sudah selesai. Selanjutnya, Keysa hendak mengambil foto untuk iklan masker. Ia lantas memakai masker tersebut di wajah dan mengambil beberapa foto. Kemudian, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamar. Keysa yang mengira si pengetuk itu adalah Disti atau Gabby yang sudah kembali, pun langsung membuka pintu. 


"Aaaa ...." teriak orang di depan pintu begitu pintu terbuka dan menampilkan Keysa yang masih memakai masker. "Setan ...." teriaknya lagi sembari kabur ke kamar sebelah. 


Keysa hanya melongo melihat orang itu lari tunggang langgang dan masuk ke kamar lain dengan ketakutan seperti habis melihat setan. "Dia kenapa?" Keysa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sejurus kemudian memukul kepalanya sendiri saat menyadari alasan orang itu ketakutan.


"Apa wajahku yang pakai masker semenakutkan itu?" tanya Keysa pada dirinya sendiri. "Tau, ah ...." Keysa mengedigkan kedua bahunya, lalu memilih kembali ke dalam. Namun, saat ia akan menutup pintu, seorang pria asing  berjalan ke arahnya. 


"Apakah Gabby ada di kamar?" tanyanya kepada Keysa. 


"Gabby belum pulang," jawab Keysa. 


Baru selesai Keysa berkata seperti itu, matanya menangkap Gabby yang sedang berjalan di koridor menuju ke arah mereka. Namun, saat Gabby melihat lelaki yang sedang bersama Keysa, gadis itu langsung berbalik lalu lari—pergi dari sana. 


"Gab, tunggu!" Lelaki itu berusaha mengejar Gabby. 


"Mereka punya hubungan apa? Apa yang sebenarnya terjadi?"  


Keysa dibuat bingung oleh perilaku keduanya, tetapi ia juga tidak punya waktu untuk memedulikan hal tersebut. Keysa pun langsung masuk dan pergi cuci muka, lalu mengambil beberapa foto lagi dan mengunggahnya ke sosial media. 


Foto yang diunggah Keysa semakin banyak yang suka dan membagikan, bahkan Keysa mendapatkan banyak hadiah uang dari unggahannya tersebut. Tiba-tiba Keysa mendapat hadiah uang dalam nominal besar dari satu akun. Setelah dilihat ternyata yang mengirim uang tersebut adalah Devano. Lelaki itu juga mengirimkan pesan. 

__ADS_1


[Kau memang sangat-sangat cantik. Apalagi foto yang sedang memakai gelang kaki. Kakimu begitu indah membuatku ingin mengelus dan mencium kaki jenjangmu yang mulus dan memesona itu. Bolehkah kirim beberapa foto kaki lagi?]


"Eh, gimana maksudnya nih?" Keysa dibuat kaget dan bingung dalam satu waktu oleh permintaan Devano di akhir pesannya, hingga ia berpikir mungkinkah Devano memiliki sedikit kalian yaitu fetish kaki. 


Kemudian, Keysa menerima pesan lain lagi dan pengirimnya adalah Ezra. Lelaki itu memuji foto Keysa yang sangat bagus dan cantik.


[Terima kasih.] 


Keysa membalas pesan Ezra  dengan ramah dan keduanya pun saling berbalas pesan. 


[Apa yang sedang kau lakukan?] Sebuah pesan kembali masuk ke akun Keysa. 


[Lagi maen gundu di bulan.] Keysa kembali membalas pesan itu dengan asal, begitu ia tahu kalau yang mengirimkan pesan yang satu itu adalah Devano. 


[Apa kau sedang bercanda? Bukankah kau sedang rebahan di kamar?] 


Devano membalas lagi. Sebenarnya ia tahu Keysa sedang apa dari pesan yang dikirim Keysa kepada Ezra, dan ternyata Ezra dan Devano sedang bersama. 


"Kita liat apa yang dilakukan Ezra kepada sahabatnya?" gumam Keysa begitu pesannya berhasil terkirim. 


***


Di kediaman Ezra. Ezra yang sedang berada di ruang keluarga bersama Devano, mendekati lelaki itu yang masih sibuk dengan ponselnya, bermain game. 


"Dev, kan sudah aku bilang jangan mengganggu Faya," ujar Ezra. 


Namun, Devano memilih tak peduli dan memilih fokus pada benda pipih di tangannya. 

__ADS_1


"Jangan ganggu dia! Faya itu berbeda dari gadis-gadis pada umumnya," lanjut Ezra. 


"Apa bedanya?" tanya Devano, tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel. 


Ezra menarik napas dan membuangnya kasar, sepertinya Devano tidak paham dengan ucapannya. "Begini ... aku mo tanya, apa menurutmu Keysa berbeda dari wanita lain?" Ezra menjadikan Keysa sebagai perumpamaan. 


Devano menghentikan permainan game-nya dan tampak berpikir sejenak. 


"Ya. Keysa memang berbeda dari wanita lain. Walaupun dia jelek, culun, tidak modis, bar-bar dan suka seenaknya dan mau menang sendiri, tetapi sebenarnya aku tidak benar-benar membencinya. Hanya suka saja mengerjainya." Kedua sudut bibir Devano tertarik begitu mengingat semua pertengkarannya dengan Keysa.


Ezra tersenyum begitu mendengar pengakuan Devano. "Itu berarti si Keysa itu spesial di hatimu, sama seperti Faya yang juga spesial di hatiku." 


"Eh, apa maksudnya?" Devano tercengang oleh ucapan Ezra. "Aku tidak menyukai gadis jelek itu," lanjutnya, menyangkal perkataan sang sahabat.


"Ok. Anggap saja kau itu tidak suka pada Keysa. Tapi saat gadis itu ditindas oleh Exel, apa yang kau rasakan? Kau sangat kesal dan marah kepada Exel dan kau juga akan mati-matian menjadi pelindung Keysa. Lalu, kenapa kau mau melindunginya? Itu karena kau peduli pada Keysa dan gadis itu memiliki tempat di hatimu." 


Devano semakin bingung oleh ucapan Ezra dan memilih tidak melanjutkan pembicaraan mereka lagi. "Sudahlah, kata-katamu membuatku pusing. Aku mau tidur saja!" ucapnya seraya menjatuhkan kepala di sofa panjang dan menutupi wajahnya dengan bantal. 


***


Di lain tempat. Keysa sudah selesai dengan semua kegiatannya menjadi endorsement. Ia menutup laptop dan  mendapati Gabby telah kembali dengan mata sembab.


"Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Keysa kepada gadis yang langsung duduk di tempat tidurnya.


Bukannya menjawab, Gabby malah menangis semakin kencang, membuat Keysa kebingungan. Keysa pun beranjak menghampiri Gabby, lalu duduk di samping gadis yang terus menangis semakin parah.


"Apa ada yang menindasmu atau mengganggumu?" tanya Kesya sambil memegang kedua bahu yang masih bergetar karena tangis. "Jika iya, siapa mereka? Biar aku bantu membalas perbuatan mereka," lanjutnya penuh keyakinan. 

__ADS_1


"Terima kasih. Tapi, sepertinya kamu tidak akan bisa membantuku. Ini terlalu rumit," jawab Gabby. 


"Ok." Keysa tidak melanjutkan bertanya. Ia berpikir kalau Gabby belum mau berbagi cerita, ia tidak mau memaksa. Keysa memilih mengambil tisu untuk mengelap wajah Gabby yang sudah dipenuhi air mata.


__ADS_2