
Sangat menyakitkan saat melihat orang yang kita cinta sakit karena ulah kita sendiri.
Itulah yang dirasakan Devano. Mulutnya menolak untuk ikut, tetapi hati dan pikirannya hanya berpusat kepada Keysa. Ia ingin ikut bersama gadis yang sedang dicemooh oleh para tamu karena berani-beraninya mengajak kabur tunangan orang. Hati Devano hancur saat melihat tubuh yang memakai gaun merah itu semakin menjauh meninggalkan pesta.
"Dev, apa yang kamu lakukan? Kamu telah menghancurkan hatinya juga hatimu sendiri."
"Apa kamu puas telah melukai hatinya? Kau sungguh tidak berperasaan."
"Aku sudah menyuruhnya untuk tidak datang karena aku tidak mau dia terluka."
"Kejar, Dev! Jangan biarkan dia pergi seorang diri."
Batin Devano terus bergejolak. Banyak Devano-Devano lain yang tidak bermunculan memprotes tindakannya saat ini. "Maaf," ucapnya sangat pelan. Lelaki itu masih tidak ada niatan untuk mengejar. Kakinya terasa menempel erat dengan lantai yang dipijak.
Sementara itu, Cheryl yang merasa di atas angin berseringai jahat. Keysa telah kalah dan dirinya adalah pemenangnya. Devano akan menjadi miliknya selamanya. "Selamat tinggal Keysa, akhirnya aku bisa mengalahkanmu," gumamnya dalam hati.
Suasana menjadi sedikit gaduh setelah acara dadakan ulah Keysa, hingga kemudian MC kembali mengambil alih acara dan meminta para tamu tenang karena acara akan segera dilanjutkan. Bertepatan dengan itu, lelaki yang bersama dengan Keysa di helikopter muncul dari kerumunan para tamu. Lelaki itu menghampiri Devano, membuatnya mendapat tatapan tajam dari Devano.
"Anda mungkin tidak mengenal saya. Saya hanya ingin memperlihatkan ini! Semoga setelah melihat ini, anda bisa berpikir ulang." Pria itu, mengambil ponsel dan memutar video yang diambilnya saat Keysa menyatakan cinta kepada Devano di udara.
"Dev, bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah sebuah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu adalah diluar kendaliku. Entah sejak kapan aku mulai mencintaimu, tetapi berada didekatmu aku selalu merasakan kenyamanan dan hidup ini terasa lebih bermakna. Devano Mahardika, di atas ketinggian ini, Bersamaan dengan munculnya sang surya aku ingin mengatakan kalau aku telah jatuh cinta padamu.
__ADS_1
Keysa menunjuk dadanya sambil mengatakan "I," lalu menyatukan kedua tangannya sambil berkata, "love", dan menunjuk ke kamera seraya mengatakan, "You,"
"I love You." Kata terakhir yang diucapkan Keysa, plus cium jarak jauh yang ditujukan untuk Devano.
Keysa mengatakan cintanya di atas ketinggian dengan semburat orange dari mentari yang mulai naik dari peraduan menjadi background.
"Itu video yang saya ambil saat pesawat kami kehabisan bahan bakar. Di saat kami dalam keadaan berbahaya, yang ada di kepala Keysa hanya anda bahkan sampai terlintas ide gila untuk mengutarakan perasaannya dari udara." Orang itu mengambil lagi ponselnya, kemudian pergi.
Melihat perjuangan Keysa yang rela kabur dari keluarga demi memperjuangkan Devano, membuat lelaki itu juga merasakan sakit hati atas keputusan Devano. Keysa saja bisa menentang keluarga, kenapa Devano malah menyerah begitu saja? Hingga ia memutuskan untuk menunjukkan video itu tanpa sepengetahuan Keysa.
Sementara itu, Devano yang mendengar ucapan lelaki yang membawa Keysa ke kota ini serta melihat video tadi membuatnya berpikir ulang. Devano tidak ingin melakukan kesalahan. Tidak adil jika hanya Keysa yang begitu gigih memperjuangkan cinta mereka. Devano tidak ingin menyerah atas gadisnya.
"Tidak. Ini salah. Aku hanya mencintai Keysa. Pertunangan ini tidak seharusnya terjadi," gumam Devano menyadarkan diri sendiri. Ia pun memilih untuk meninggalkan acara pertunangan.
"Dev, jangan seperti ini! Kamu harus kembali! Kamu lupa dengan janjimu kepada keluargaku? Dev, kembali!" teriak Cheryl.
Namun, jangankan teriakan Cheryl, omongan ayah dan kakeknya yang meminta untuk tetap tinggal pun tak dihiraukan.
"Dev, jangan gila! Apa yang akan kamu lakukan? Kamu tidak bisa membuat orang tuamu malu dengan cara seperti ini," sarkas Damar saat Devano melangkah ke arahnya. Ia tidak terima dengan tindakan anaknya itu.
"Sejak awal aku menolak perjodohan ini, tapi kalian yang memaksa," sarkas Devano.
__ADS_1
"Tapi, Nak, acara sudah dimulai. Kamu tidak mungkin meninggalkan acara begitu saja. Kembali ke panggung, dan lanjutkan acara tukar cincinnya." Abraham juga ikut menimpali.
"Tidak, Kek. Tidak bisa. Aku tidak mencintainya."
"Persetan dengan cinta, Dev. Jangan buat kami malu untuk ke sekian kalinya gara-gara ulah gadis itu. Naik dan lanjutkan acara ini dengan tenang." Damar memerintah dengan mata yang menatap tajam Devano, tidak ingin dibantah.
"Kalau begitu lanjutkan saja dengan daddy. Daddy yang bertunangan dengan Cheryl. Aku akan mengejar Keysa, karena aku ingin hidup dengan orang yang aku cintai," tandas Devano lagi, lalu pergi.
"Devano!" Damar dibuat sangat geram, kemudian menggerakkan kepala dan memberikan isyarat lewat mata kepada anak buahnya untuk menghentikan langkah Devano.
Para bodyguard pun langsung menghadang Devano. Namun, mereka dapat dilumpuhkan dengan sangat mudah oleh lelaki yang hendak mengejar sang kekasih itu.
Cheryl terduduk lemas di lantai melihat Devano yang benar-benar meninggalkannya. "Dev, kembali!" ucap Cheryl, dengan begitu lirih. Namun, lelaki itu terus melangkah semakin menjauh, membuat Cheryl kembali berbuat nekad. Ia kembali merobek lukanya.
Tiba-tiba saja Ferro muncul dan menahan Cheryl agar tidak melukai tubuhnya lebih banyak. "Lepaskan!" teriak Cheryl kepada Ferro yang menahan tangan Cheryl yang memegang pisau.
Ferro tidak melepaskan genggamannya, tetapi ia melepaskan pisau yang dipegang Cheryl kemudian menjauhkannya dengan kaki begitu pisau itu terjatuh.
"Kembalikan pisauku!" Dengan wajah yang memelas, Cheryl meminta pisaunya kembali. "Dia sudah pergi, untuk apa aku hidup? Aku mau mati saja," lanjutnya dengan sangat frustrasi.
Ferro merasa kasihan dengan nasib Cheryl dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu. Ia lantas membawa gadis itu ke dalam pelukannya. "Tenanglah! Jangan putus asa seperti ini. Kamu tidak sendiri, masih banyak orang yang mencintai dan menyayangimu."
__ADS_1
Cheryl menangis sejadi-jadinya di pelukan Ferro. Kemudian, Ferro mengatakan bahwa Cheryl adalah tuan putri dan Ferro adalah pendekar yang akan selalu melindungi tuan putrinya. Setelah itu, Ferro menggendong Cheryl dan membawanya menjauh dari Pesta, lantas mengobati lukanya.